Ulasan Eksklusif Porsche Panamera 4 E-Hybrid 2021: Sporty, Agresif, Pas untuk Keluarga

Kunta Bayu Waskita

Editor:

  • Porsche Indonesia baru-baru ini meminjamkan Porsche Panamera 4 E-Hybrid 2021 kepada Skor.id selama beberapa hari.
  • Saat melakukan akselerasi, laju Porsche Panamera 4 E-Hybrid terasa begitu cepat.
  • Kabin yang luas dan kursi yang nyaman membuatnya cocok untuk keluarga, tapi mobil ini memiliki sedikit kekurangan.

SKOR.id – Porsche kerap menjadi perbincangan di kalangan penggemar mobil sport berperforma tinggi.

Baik itu untuk model GT yang siap pakai hingga sedan listrik Porsche Taycan, pabrik pembuat mobil asal Jerman itu selalu menyajikan banyak hal baru.

Salah satunya yang kami ulas ini, mobil yang memiliki misi memberikan keseimbangan antara rasa sporty, kemewahan, dan kepraktisan: Porsche Panamera 4 E-Hybrid.

Seperti sudah Anda ketahui, pasar otomotif didominasi oleh SUV dan crossover dalam beberapa tahun terakhir, begitu pula di Zuffenhausen, Jerman (markas Porsche).

Porsche menjual lebih banyak Cayenne pada tahun 2020 daripada Porsche 911 dan 718, dan kemudian menjual lebih banyak Porsche Macan daripada Porsche Cayenne.

Lalu ada Porsche Taycan, yang pada tahun pertamanya di dealer berhasil melampaui Porsche Panamera dalam hal total penjualan.

Sehingga, sangat mudah untuk melupakan Porsche yang sudah memproduksi sedan yang hebat seperti Porsche Panamera ini.

Lagi pula, sebagian besar iklan Porsche lebih sering menampilkan Porsche 718 yang melaju di jalan pesisir atau Porsche 911 GT3 yang "membakar ban“ di trek balap.

Porsche Indonesia baru-baru ini meminjamkan Porsche Panamera 4 E-Hybrid 2021 kepada Skor.id selama beberapa hari.

Dengan empat pintu, empat kursi, bagasi berukuran lumayan, dan powertrain hybrid, Porsche Panamera ini tampaknya merupakan pilihan tepat untuk menjelajahi kota.

Mobil hybrid ini bisa mencapai tempat yang harus dituju secara cepat, jika situasi itu dibutuhkan.

Dan memang, Porsche Panamera 4 E-Hybrid bukanlah mobil yang pantas untuk diabaikan.

Sekilas Eksterior, Interior, dan Performa

Porsche Panamera terasa seperti sudah bersama kita begitu lama, padahal usianya baru sekitar 11 tahun.

Saat diluncurkan pertama kali, jajaran Porsche tidak menyertakan model sedan unttuk Panamera, meski sempat nyaris meluncurkan sedan beberapa kali.

Para penggemar lama Porsche saat itu menilai, segala sesuatu yang bukan Porsche 911 manual berpendingin udara bukanlah Porsche.

Pada masa itu, Porsche Panamera memiliki bentuk yang samar-samar menyerupai terong, tetapi untungnya penampilannya membaik dalam beberapa tahun terakhir.

Dan itu cukup berhasil. Pada 2021, Porsche menawarkan 21 versi Panamera, mulai dari model dasar hingga Panamera Turbo S E-Hybrid Sport Turismo kelas atas.

Mengenai harga, Porsche Panamera 4 E-Hybrid berada di antara Panamera 4 Sport Turismo non-hybrid dan Panamera 4S. Setelah itu hadir Panamera 4 E-Hybrid Executive.

Secara visual, model hybrid Porsche menonjol dengan penggunaan eksterior aksen hijau neon yang keren pada detail kaliper rem dan lencana.

Untuk model tahun 2021, keluarga Panamera menerima sejumlah penyempurnaan gaya agar lebih selaras dengan jajaran Porsche lainnya.

Bagian belakang sekarang menyerupai lampu belakang lebar pada Porsche 911 (juga dikenal sebagai heckblende).

Sedangkan bagian depan sedikit lebih agresif berkat fasia "SportDesign", yang sebelumnya masih opsional.

Pada interior, desain setirnya baru. Semua Panamera, terlepas dari trimnya, mendapatkan fitur lane keeping assist dan pengenalan rambu lalu lintas sebagai standar.

Pada bagian bawah kap mesin, ada perubahan penting untuk model tahun 2021. Hilang sudah mesin V6 3.0 liter yang menggerakkan Porsche Panamera sebelumnya.

Sebagai gantinya, sekarang masuklah mesin V6 2.9 liter twin-turbo baru yang menghasilkan 325 tenaga kuda dan torsi 450 Nm.

Pada trim 4 E-Hybrid, motor listrik dan baterainya menghasilkan tenaga tambahan 134 hp dan torsi 295 lb-ft sehingga mobil ini mendapat total tenaga 455 hp dan torsi 516 lb-ft (700 Nm).

Sementara itu, baterai 17,9 kWh dapat menggerakkan sedan dengan berat 2.252 kg ini untuk menempuh jarak sekitar 50 km sebelum mesin V6 perlu dinyalakan.

Mengenai kinerja, Porsche Panamera 4 E-Hybrid memang tidak benar-benar mampu “membakar aspal“.

Jangan bandingkan dengan 4S E-Hybrid maupun Turbo S E-Hybrid yang ditingkatkan dengan output masing-masing 555 hp dan 690 hp.

Tetapi, Porsche tetaplah Porsche. Saat melakukan akselerasi, laju Porsche Panamera 4 E-Hybrid tetap terasa cepat.

Itu terjadi karena sentakan listrik dari baterai, dan terus menarik dengan kuat pada kecepatan jalan raya. Akselerasi 0-100 km/jam diklaim bisa ditempuh hanya dalam 4,4 detik.

Kendaraan Keluarga

Meski berperforma tinggi, Porsche Panamera 4 E-Hybrid juga cocok untuk mengangkut keluarga. Lengkap dengan barang-barang untuk liburan, dan jauh lebih praktis.

Itu berkat kabin yang luas dan kursi yang nyaman. Garis atap yang miring biasanya tidak menawarkan ruang dan kenyamanan. Tetapi itu tidak terjadi pada Porsche Panamera.

Pada bagian depan, dengan menambahkan sebagian besar kontrol vital ke konsol datar yang mengelilingi shifter, Porsche mendorong dasbor lebih jauh ke depan.

Sehingga menciptakan lebih banyak ruang untuk kaki, terutama di sekitar lutut. Jika Anda memiliki tinggi 180 cm atau lebih, Anda akan menghargai ini.

Joknya ditopang dengan baik, sehingga tidak terlalu mengganggu pada bagian paha atau tulang rusuk.

Kondisi ini mirip dengan yang BMW M5 Competition, namun lebih lembut dan lebih bulat pada bagian tepinya.

Pada bagian depan, kursi elektrik delapan arah memiliki fitur pemanas dan pendingin, tetapi Anda hanya mendapatkan pemanas pada bagian belakang.

Pada interior bagian belakang, kursi belakang dibagi konsol tengah dua ventilasi, kotak untuk penyimpanan, dua colokan listrik USB-C, dan dua cupholder pop-up.

Ada juga tombol untuk jok berpemanas dan untuk mengatur sunroof belakang (ada dua sunroof).

Bagian belakang cukup nyaman untuk anak-anak dan orang dewasa berpostur rata-rata, tetapi orang yang lebih tinggi dari 180 cm kemungkinan akan merasa sempit.

Porsche memang menawarkan opsi bangku di belakang daripada dua kursi individu, sehingga sangat cocok untuk keluarga.

Ruang bagasi berkapasitas sekitar 400 liter. Ruangnya panjang, dalam, dan menyediakan cukup ruang untuk mengangkut belanjaan dan perlengkapan akhir pekan.

Termasuk misalnya, empat koper jinjing dan beberapa ransel. Dan bukaan bagasi hatch-style membuat bongkar muat menjadi mudah.

Saat Perjalanan

Satu kata untuk menyimpulkan Porsche Panamera 4 E-Hybrid: halus. Setelah memutar kunci kontak, semua terasa sunyi.

Dalam mode Hybrid Auto default, Panamera sebagian besar menggunakan daya baterai sampai Anda benar-benar bersandar pada akselerator atau kehabisan daya baterai.

Saat melaju di jalan-jalan kota, Panamera terasa jinak sekaligus ganas, seperti dingin tetapi dapat menerkam kapan saja.

Terlepas dari empat mode berkendara (E-Power, Hybrid Auto, Sport, Sport Plus), setirnya memberikan banyak feedback dan terasa tegas dalam tiap belokan.

Sayangnya, kami tidak mendapatkan kesempatan melakukan track driving untuk menguji kelincahan mobil. Tapi bukan berarti Panamera tidak memberikan kesan yang baik.

Dalam mode elektrik, Panamera begitu cepat. Bukan hanya dalam hal akselerasi juga.

Bahkan saat sepi di jalan raya, kecepatan 80 km/jam hingga 120 km/jam bisa dicapai dengan cepat dan tanpa mesin V6 (kecepatan listrik maksimum adalah 140 km/jam).

Mobil ini tidak seperti kebanyakan hybrid lain di mana sedikit sentuhan akselerator membangunkan mesin bensin.

Sistem E-Hybrid memungkinkan pengemudi memiliki lebih banyak kebebasan dengan pedal sebelum beralih untuk menggunakan bensin.

Hasilnya adalah pengalaman berkendara yang sangat mirip dengan mengendarai mobil listrik murni.

Bahkan dalam mode hybrid, pengereman regeneratif Panamera sangat ringan dan, menurut kami, hampir tidak terasa.

Dalam mode Sport dan lebih tinggi, tidak satu pun dari karakteristik berkendara hybrid ini yang dirasakan, sehingga memungkinkan pengalaman berkendara yang lebih murni.

Segalanya menjadi sangat berbeda ketika mode Sport atau Sport Plus diaktifkan. Knalpot mengeluarkan semua jenis suara yang keren dan mengaum.

Ini juga mengeksplorasi keseruan dari transmisi kopling ganda delapan kecepatan yang luar biasa.

Tidak hanya memindahkan transmisi secara cepat ke atas atau ke bawah, tetapi juga sepertinya tahu berapa lama Anda ingin menahan persneling.

Seluruh drivetrain, bahkan dengan kompleksitas tambahan dari implementasi hybrid, terasa seperti unit yang rapat dan kohesif sehingga membuat Panamera menyenangkan dikendarai.

Terakhir, Porsche Active Suspension Management (PASM) dapat disesuaikan, yang, seperti halnya transmisi, tampaknya memberikan performa yang tepat pada saat tertentu.

Berkat PASM, jalanan yang jelek, gundukan, polisi tidur, dan jalur jalan raya yang tidak rata seakan hanya menjadi ketidaknyamanan kecil bagi pengemudi dan penumpang.

Pada kecepatan yang lebih tinggi atau mode mengemudi lebih sporty, suspensi Panamera menurunkan dirinya sendiri hampir satu inci dari pengaturan normalnya.

Kemudian membungkuk untuk pengendalian yang optimal. Suspensi bisa naik 0,8 inci (1,7 dari Sport) untuk melewati rintangan seperti tanjakan, jalan masuk, dan gundukan parkir.

Kekurangan Kecil

Porsche Panamera 4 E-Hybrid edisi 2021 ini bukannya tanpa kekurangan. Port USB-C depan, pengisi daya nirkabel, dan satu-satunya stopkontak 12V tersembunyi dengan tidak nyaman dalam arm rest.

Jika Anda ingin mengisi daya ponsel, Anda harus mengeluarkan kabel pengisi daya dari konsol dan memasukkan ponsel ke dalam tempat cangkir (jika pas).

Atau menyimpan ponsel ke dalam konsol kecil agar dapat melakukannya secara nirkabel. Mungkin juga itu bukan solusi paling praktis.

Kedua cupholder di depan juga aneh. Masing-masing memiliki ukuran berbeda.

Terakhir, tuas penyetelan steering column terletak di bawah kolom kemudi agak jauh dari pengemudi, sehingga sulit dijangkau dan tidak nyaman untuk dioperasikan.

Sebagian besar pesaing Porsche menempatkan ini di sisi kiri steering column yang mudah dijangkau. Ini adalah desain yang buruk meski diselamatkan oleh kursi memori.

Kapasitas Bagasi

Ada banyak sedan mewah yang bertenaga di pasaran yang semuanya membanggakan ruang bagasi yang layak.

Volume kargo Porsche Panamera 4 E-Hybrid (400 liter) sedikit lebih lega daripada Mercedes-AMG GT 4-Door, yang menawarkan kapasitas 12,7 kaki kubik atau 360 liter.

Sedangkan pesaingnya BMW Seri 8 Gran Coupe mengungguli Porsche dengan kapasitas bagasi 15,5 kaki kubik atau 440 liter.

Tapi kami menilai tandingan terbesar dari sisi bagasi untuk Porsche Panamera 4 E-Hybrid adalah saudaranya sensiri, Porsche Taycan listrik.

Keduanya pada dasarnya memiliki ruang bagasi yang sama, keduanya sedan, dan menawarkan jangkauan yang mengesankan.

Tetapi Porsche Taycan mendapat manfaat dari "faktor keren" sebagai EV terbaru dan mutakhir dari Porsche.

Kesimpulan

Konsumen yang mencari Porsche untuk memuaskan dahaga mereka akan kecepatan, biasanya membeli Porsche 911.

Sedangkan mereka yang mencari Porsche untuk kepraktisan dan kecepatan akan membeli Porsche Cayenne (juga karena SUV).

Setiap orang memperhatikan model lain karena cepat, praktis, dan keren.

Tetapi pada hari-hari bersama Porsche Panamera 4 E-Hybrid, kami merasa mobil itu juga cepat, praktis, dan sangat keren dengan caranya sendiri.

Mengendarainya dalam hiruk pikuk kota membuat kami menghargai aspek yang berbeda dari Porsche ini.

Jika Anda ingin merasakan nuansa mobil balap, cukup aktifkan mode Sport Plus dan biarkan knalpot yang berbicara.

Jika Anda ingin pergi ke sekolah anak-anak Anda tanpa kebisingan mesin, selama rute kurang dari 50 km, Anda dapat meluncur tanpa menggunakan bahan bakar setetes pun.

Seperti Anda bisa lakukan juga pada Porsche Taycan, meski Taycan sebagai mobil listrik (EV) murni memiliki jarak tempuh lebih jauh hingga 320 kilometer per isi daya.

Namun demikian, banyak orang belum siap untuk langsung mengganti mobilnya dengan EV murni seperti Porsche Taycan.

Nah, di situlah mobil seperti Porsche Panamera 4 E-Hybrid ini menonjolkan kelebihannya.

Yakni dengan memadukan manfaat mengemudi jarak pendek dalam mode listrik saja dengan pikiran tenang.

Sebab, jika Anda menghabiskan baterainya, Anda selalu dapat mengisi bahan bakar di pom bensin.

Spesifikasi Singkat Porsche Panamera 4 E-Hybrid 2021

  • Harga dasar: Rp4,4 Miliar
  • Powertrain: 2.9 liter twin-turbo V6 | baterai 17,9 kWh | otomatis kopling ganda 8 kecepatan PDK| penggerak semua roda (AWD).
  • Tenaga: 330 PS (325 hp)
  • Torsi: 450 Nm
  • Akselerasi 0-100 km/jam: 4,4 detik
  • Kecepatan tertinggi: 280 km/jam
  • Kapasitas tempat duduk: 4
  • Volume kargo: 14,2 kaki kubik (43,8 dengan kursi belakang diturunkan)
  • Berat trotoar: 2.252 kg
  • Jangkauan listrik: hingga 50 km
  • Penghematan bahan bakar EPA: 51 mpge | gabungan 23 mpg (hanya bensin)
  • Kesimpulan singkat: Sedan ramping yang bisa sporty atau seefisien yang Anda inginkan.

Berita Otomotif Lainnya:

New Porsche 911 Dakar Meluncur: Mobil Sport Off-Road dengan DNA Juara

Porsche Indonesia Buka Lokasi Porsche Destination Charging pertama di Bandung

40 tahun Grup C, Para Pembalap Legendaris Porsche Reuni di Leipzig

RELATED STORIES

Peminat SUV Banyak, Mitsubishi XFC Concept Diyakini Bakal Sukses di Indonesia

Peminat SUV Banyak, Mitsubishi XFC Concept Diyakini Bakal Sukses di Indonesia

Mitsubishi XFC Concept juga mengekspresikan ketangguhan dan kelincahan sambil menampilkan gaya SUV sesungguhnya yang menonjol.

BMW 3.0 CSL Rilis: Batmobile Reborn dengan Mesin Paling Bertenaga

BMW 3.0 CSL Rilis: Batmobile Reborn dengan Mesin Paling Bertenaga

Puncak perayaan ulang tahun ke-50 BWW M adalah kebangkitan ikon mereka, BMW 3.0 CSL.

Simak Spek Honda Winner X Sports Terbaru, Adopsi Gaya CBR1000RR-R Fireblade SP

Simak Spek Honda Winner X Sports Terbaru, Adopsi Gaya CBR1000RR-R Fireblade SP

Untuk pasar Vietnam, Honda telah memperkenalkan versi terbaru dari Winner X Sports, sepeda motor bebek populer yang dikenal dengan gaya dan performa sporty.

Eksekutif BMW: Merawat Mobil Lama Lebih Baik daripada Beli Baru

Eksekutif BMW: Merawat Mobil Lama Lebih Baik daripada Beli Baru

BMW yang berkantor pusat di Munich ini justru menyarankan untuk tidak membeli mobil baru dengan harga berapa pun, karena tidak baik untuk lingkungan.

Royal Enfield Siap Luncurkan Super Meteor 650 pada Januari 2023

Royal Enfield Siap Luncurkan Super Meteor 650 pada Januari 2023

Menampilkan isyarat gaya dari saudara kandungnya yang lebih kecil, yakni Meteor 350, Royal Enfield Super Meteor 650 sepertinya akan mudah menuai sukses.

Memacu Adrenalin bersama Sport Car Terbaru Porsche 911 GT3 RS di Sirkuit Sentul

Porsche 911 GT3 RS bisa dibilang sebagai "mobil balap" yang beringas ketika tampil di trek namun juga legal di jalanan umum.

Skor co creators network
RIGHT_ARROW
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
RIGHT_ARROW

THE LATEST

Salah satu lukisan perenang legendaris AS, Michael Phelps, karya seniman Brian Fox (Rahmat Ari Hidayat/Skor.id).

Art

8 Lukisan Michael Phelps di Olimpiade 2008 Bertanda Tangan Dirinya Dijual

Seniman AS, Brian Fox, membuat delapan lukisan Phelps, masing-masing dijual Rp4 miliar.

Kunta Bayu Waskita | 20 Jul, 15:35

Alumni Liga TopSkor. (Jovi Arnanda/Skor.id)

Liga TopSkor

Alumni Liga TopSkor Kembali Tentukan Kemenangan Timnas U-19 Indonesia

Kadek Arel dan Iqbal Gwijangge adalah Alumni Liga TopSkor yang menjadi penentu kemenangan Timnas U-19 Indonesia melawan Kamboja U-19.

Nizar Galang | 20 Jul, 15:29

kamboja u-19 vs indonesia u-19

AQUA X TIMNAS INDONESIA

Skor Stats: Rating Pemain dan MotM Kamboja U-19 vs Indonesia U-19 di ASEAN U-19 Championship 2024

Timnas U-19 Indonesia mengalahkan Kamboja U-19 pada Grup A ASEAN U-19 Championship 2024, Sabtu (20/7/2024) malam.

Taufani Rahmanda | 20 Jul, 15:20

ASEAN U-19 Championship 2024. (Jovi Arnanda/Skor.id)

Timnas Indonesia

ASEAN U-19 Championship 2024: Jadwal, Hasil dan Klasemen Lengkap

Jadwal, hasil, dan klasemen ASEAN U-19 Championship 2024, yang terus diperbarui seiring berjalannya turnamen.

Taufani Rahmanda | 20 Jul, 14:43

Bagian belakang dan permukaan arloji mewah Seamaster Diver 300M "Paris 2024" Edisi Khusus (Rahmat Ari Hidayat/Skor.id).

Fashion

Mengenal Omega Seamaster dan Speedmaster, Timekeeper Olimpiade 2024

Masing-masing mewujudkan semangat keunggulan yang identik dengan Omega dan Olimpiade.

Kunta Bayu Waskita | 20 Jul, 13:34

Pro Futsal League 2023-2024. (Rahmat Ari Hidayat/Skor.id)

National

Pro Futsal League 2023-2024: Jadwal, Hasil, dan Klasemen Lengkap

Jadwal, hasil, dan klasemen Pro Futsal League 2023-2024 terus diperbaharui seiring berjalannya kompetisi.

Taufani Rahmanda | 20 Jul, 13:20

Kolaborasi PUBG Mobile X Lamborghini (PUBG Mobile)

Esports

PUBG Mobile Umumkan Kolaborasi dengan Lamborghini

Lamborghini merupakan perusahaan automobil kesekian yang berkolaborasi dengan PUBG Mobile.

Gangga Basudewa | 20 Jul, 13:19

Hasil Liga Futsal Profesional Indonesia atau Pro Futsal League.

National

Rekap Hasil Pro Futsal League 2023-2024: Derbi Jatim Imbang, Cosmo JNE Dihajar Kancil WHW

Empat laga pekan ke-14 hari pertama; Kinantan FC vs Sadakata, Giga FC vs Halus FC, Kancil WHW vs Cosmo JNE, dan Bintang Timur vs Unggul FC.

Sumargo Pangestu | 20 Jul, 12:51

Pelatih Real Madrid, Carlo Ancelotti, masih akan memegang kendali di musim 2024-2025. (Rahmat Ari Hidayat/Skor.id).

La Liga

7 Misi Besar Carlo Ancelotti di Real Madrid Musim Depan

Carlo Ancelotti punya misi besar yang harus diselesaikan di Real Madrid, salah satunya soal Kylian Mbappe.

Pradipta Indra Kumara | 20 Jul, 12:50

Cover TopSkor Indonesia.

Liga TopSkor

Dipimpin Indriyanto Nugroho, TopSkor Indonesia Akan Gelar Seleksi Pemain Jelang GIC 2024

TopSkor Indonesia (TSI) akan kembali berlaga pada turnamen internasional yakni Garuda International Cup 2024.

Nizar Galang | 20 Jul, 12:08

Load More Articles