Home > World

Rasakan Dampak Positif Program FIFA, AFF Dukung Penuh Gianni Infantino

AFF menegaskan dukungan mereka untuk Gianni Infantino kembali menjadi Presiden FIFA.
Image
Muhamad Rais Adnan Editor : Muhamad Rais Adnan
Presiden FIFA, Gianni Infantino. (Grafis: Deni Sulaeman/Skor.id) 
Presiden FIFA, Gianni Infantino. (Grafis: Deni Sulaeman/Skor.id)

SKOR.id - Gelombang dukungan untuk Gianni Infantino agar kembali memimpin FIFA datang beruntun dari Asia Tenggara. Federasi Sepak Bola ASEAN (AFF) secara resmi menyatakan sikap bulat untuk pasang badan di belakang pria asal Swiss tersebut.

Langkah ini diperkuat oleh komitmen terbuka dua anggota utamanya, Indonesia (PSSI) dan Filipina (PFF). Praktis, di kawasan ASEAN, hanya Australia yang memilih mengambil rute berbeda.

Presiden AFF, Khiev Sameth, menegaskan bahwa suara dari kawasan Asia Tenggara sejauh ini sangat solid. Sebagai sub-konfederasi di bawah AFC yang menaungi asosiasi sepak bola di kawasan—termasuk Australia yang absen di kejuaraan regional—AFF menilai kepemimpinan Infantino masih menjadi opsi terbaik.

“Kami mendukung Presiden Gianni Infantino untuk masa jabatan selanjutnya,” tegas Khiev Sameth.

Baca Juga: Dukungan CONCACAF Masih Kuat, Gianni Infantino Disambut Hangat di Republik Dominika

Baca Juga: Cedera, Jay Idzes Pastikan Absen Bela Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Di tingkat nasional, PSSI terang-terangan menyebut kontribusi FIFA di era Infantino bukan sebatas formalitas organisasi, melainkan dorongan nyata bagi kemajuan sepak bola Tanah Air.

Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menyoroti suntikan dana FIFA Forward senilai 5,4 juta dolar AS(sekitar Rp80-an miliar) untuk tahap awal pembangunan National Training Centre (NTC) PSSI di Ibu Kota Nusantara (IKN). Pusat latihan di atas lahan seluas 34,52 hektare tersebut menjadi tonggak sejarah fasilitas terpadu bagi Timnas Indonesia.

“Bagi Indonesia, FIFA di bawah kepemimpinan Gianni Infantino bukan sekadar badan pengatur global, melainkan mitra strategis yang hadir secara riil dalam pembangunan sepak bola kita,” ujar Erick Thohir.

Erick meyakini percepatan infrastruktur seperti yang ada di IKN mustahil terjadi tanpa asistensi penuh dari FIFA.

“Tanpa dukungan FIFA, lompatan kemajuan yang kita capai hari ini akan sulit terwujud,” tambahnya.

Sikap PSSI ini sejalan dengan pernyataan resmi FIFA mengenai penguatan asosiasi anggota, memajukan pembinaan, serta menjaga persatuan komunitas sepak bola dunia.

Setali tiga uang, Philippine Football Federation (PFF) menyuarakan hal senada. Menurut PFF, negara-negara berkembang sangat membutuhkan sokongan dana dan bantuan teknis yang konsisten dari induk organisasi tertinggi dunia tersebut.

“Kami mendukung kepemimpinan Presiden Gianni Infantino dan percaya bahwa dialog berkelanjutan di antara semua konfederasi dan asosiasi anggota akan menjaga agar sepak bola global terus bergerak maju bersama,” demikian bunyi rilis PFF.

PFF bahkan tidak ragu menyatakan dukungannya terhadap semangat di balik proposal FIFA Forward Enterprise (FFE)—meski wacana program tersebut dibatalkan. Bagi federasi yang pasarnya masih berkembang seperti Filipina, skema komersial dan bantuan finansial ke 211 anggota FIFA adalah napas penting.

Keakraban FIFA di ASEAN juga tecermin saat laga final Piala AFF 2026 di Vietnam bulan lalu. Infantino menyempatkan hadir langsung dan melakukan pertemuan khusus dengan Presiden Vietnam, To Lam, guna membahas proyek-proyek strategis serta membuka jalan bagi mimpi anak-anak muda di sana.

Di tengah riuhnya dukungan dari para tetangganya, Football Australia memilih berdiri di jalur yang berseberangan—meski disampaikan dengan sangat hati-hati tanpa memicu konfrontasi terbuka.

Federasi asal Negeri Kanguru tersebut menegaskan tetap merapat pada sikap AFC yang menuntut “tindakan yang jelas dan kredibel” terkait penguatan tata kelola, transparansi, serta akuntabilitas di tubuh FIFA.

× Image