Home > Liga TopSkor

Fakhri Husaini: Liga TopSkor Punya Kontribusi Besar Terhadap Sepak Bola Indonesia

Fakhri Husaini memberikan apresiasi khusus kepada M. Yusuf Kurniawan dan Liga TopSkor yang telah berkontribusi besar terhadap perkembangan sepak bola usia muda di Indonesia.
Image
nizar galang Editor : Nizar Galang
Mantan pelatih Timnas U-16 Indonesia, Fakhri Husaini. (Zulhar Eko Kurniawan/Skor.id) Sumber:
Mantan pelatih Timnas U-16 Indonesia, Fakhri Husaini. (Zulhar Eko Kurniawan/Skor.id) Sumber:

SKOR.id - Pelatih senior Indonesia, Fakhri Husaini, menegaskan pembinaan usia muda merupakan fondasi utama kemajuan sepak bola nasional.

Menurutnya, tanpa sistem pembinaan pemain muda yang baik dan kompetisi yang berkelanjutan, Indonesia tidak akan pernah menghasilkan pemain berkualitas untuk level senior.

Fakhri menilai pembinaan grassroot harus menjadi perhatian utama seluruh pemangku kepentingan sepak bola Indonesia. Ia menekankan bahwa yang dibutuhkan bukan sekadar turnamen sesaat, melainkan kompetisi usia muda yang terintegrasi, berkualitas, dan berlangsung secara berkesinambungan.

“Kalau bicara pentingnya pembinaan usia muda, kata penting itu harus ditulis dengan huruf besar semua. Tanpa ‘youth development’, tanpa pembinaan pemain muda, tanpa kompetisi usia muda yang berkualitas, terintegrasi, dan berkelanjutan, kita tidak akan pernah mendapatkan pemain-pemain berkualitas di level senior,” ujar Fakhri.

Menurut mantan pelatih Timnas U-16 Indonesia tersebut, kualitas sepak bola senior sangat bergantung pada proses pembinaan yang dilakukan sejak usia dini.

“Basisnya ada di anak-anak ini. Fondasi sepak bola itu dibangun dari usia muda,” kata Coach Fakhri saat menghadiri final Liga TopSkor Greater Jakarta U-10, U-11, dan U-12, Minggu (31/5/2026).

Dalam kesempatan itu, Fakhri memberikan apresiasi khusus kepada Liga TopSkor yang dinilainya telah berkontribusi besar terhadap perkembangan sepak bola usia muda di Indonesia.

Ia mengaku memiliki kedekatan tersendiri dengan kompetisi tersebut karena menjadi salah satu tempat pertama yang dikunjunginya saat melakukan seleksi pemain untuk Timnas U-16 beberapa tahun lalu.

“Saya secara pribadi mengucapkan terima kasih kepada Liga TopSkor. Ini bukan kali pertama saya hadir di sini. Saat pertama kali menyeleksi pemain Timnas U-16, Liga TopSkor adalah kompetisi pertama yang saya kunjungi,” ungkapnya.

Fakhri bahkan menilai sosok pendiri Liga TopSkor, M. Yusuf Kurniawan, layak mendapatkan penghargaan atas kontribusinya terhadap pembinaan sepak bola usia muda nasional.

Menurut dia, keberanian memulai kompetisi usia muda dan menjaga konsistensinya selama bertahun-tahun merupakan kontribusi yang sangat besar bagi sepak bola Indonesia.

“Kalau ada satu orang yang layak mendapat penghargaan atas kontribusinya terhadap ‘youth development’ sepak bola Indonesia, menurut saya tidak ada nama lain selain Yusuf Kurniawan,” ujar Fakhri.

Ia menilai konsistensi Liga TopSkor dalam menyelenggarakan kompetisi usia muda menjadi salah satu faktor yang membuat kompetisi tersebut mampu bertahan dan terus melahirkan talenta-talenta baru.

Tak hanya memberikan pujian terhadap peran pembinaan, Fakhri juga menilai tata kelola Liga TopSkor berjalan sangat baik. Saat diminta memberikan penilaian dalam skala 1 hingga 10, ia memberikan nilai hampir sempurna.

“Kalau saya kasih 10, terlalu sempurna. Jadi saya kasih 9,9,” katanya sambil tersenyum.

Menurut Fakhri, kualitas pengelolaan kompetisi, regulasi yang jelas, serta disiplin dalam pelaksanaan jadwal pertandingan menjadi nilai lebih yang dimiliki Liga TopSkor dibanding banyak kompetisi usia muda lainnya.

“Tata kelolanya berkualitas, regulasinya bagus, jadwalnya juga berjalan baik. Selama saya datang menonton pertandingan, semuanya berjalan tepat waktu. Itu nilai plus yang luar biasa,” ujarnya.

Fakhri berharap pembinaan usia muda yang telah berjalan melalui kompetisi seperti Liga TopSkor terus mendapat dukungan, baik dari federasi maupun pemerintah, demi menciptakan masa depan sepak bola Indonesia yang lebih kuat dan berdaya saing.

× Image