Home > Basketball

Perbasi Pastikan Polemik pada Campus League 2026 Basketball Regional Jakarta Sudah Beres

Pertemuan para pemangku kebijakan digelar dalam menindaklanjuti polemik yang terjadi di Campus League 2026 Regional Jakarta, Senin (1/6/2026).
Image
Taufani Rahmanda Editor : Taufani Rahmanda
Campus League 2026 atau Season 1 Basketball Regional Jakarta. (Istimewa)
Campus League 2026 atau Season 1 Basketball Regional Jakarta. (Istimewa)

SKOR.id - Pertemuan para pemangku kebijakan digelar dalam menindaklanjuti polemik yang terjadi di Campus League 2026 Regional Jakarta, Senin (1/6/2026).

Penyelenggaraan Campus League 2026 Regional Jakarta sempat menjadi sorotan di media sosial perihal insiden yang terjadi pada duel semifinal kategori putra.

Tepatnya saat Institut Perbanas melawan Universitas Bina Nusantara (Binus) di Basketball Court Universitas Pelita Harapan (UPH), Tangerang, pada Sabtu (30/5/2026).

Dalam pertandingan tersebut ada benturan yang membuat pemain Binus cedera hingga membutuhkan perawatan lebih lanjut. Isu liar pun muncul soal lapangan dan izin.

Baca Juga: Bracket dan Jadwal Playoff IBL 2026, 8 Tim Berebut Gelar Juara

Baca Juga: Regional Jakarta Rampung, Slot Seri Nasional Campus League 2026 Basketball Komplet

Namun Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) memastikan polemik pada penyelenggaraan Campus League 2026 Regional Jakarta sudah beres.

Kepastian itu didapat setelah ada pertemuan langsung di venue yang dipimpin Wakil Ketua Umum Zona Jawa DPP (Dewan Pengurus Pusat) Perbasi, Grace Evi Ekawati.

Hadir pula perwakilan dari DPD (Dewan Pengurus Daerah) Perbasi Banten, DPD Perbasi Jakarta, pihak kampus UPH, dan CEO Campus League, Ryan Gozali.

“Hari ini kami belajar banyak, termasuk saya juga belajar banyak. Mami Evi selaku Waketum minta maaf kalau ada kejadian ini,” kata Grace Evi, Senin (1/6/2026).

“Karena di tempat ini pun sudah banyak mencetak prestasi dan juga enggak pernah ada kejadian. Baru kali ini kita ada sesuatu yang bersifat sedih, seluruh Indonesia sedih.”

“Tapi bukan berarti ini salah siapa. Kami hari ini datang tidak untuk menyalahkan siapa-siapa, karena semuanya harus tahu bahwa kalau ngomong salah, ya saya juga salah.”

“Kalau kita ngomong benar, semuanya benar. Karena kami semuanya punya tujuan yang baik untuk membangun basket Indonesia menjadi baik,” ia memaparkan.

Lebih lanjut wanita yang akrab disapa Mami Evi itu mewakili Perbasi mengungkapkan permintaan maaf dan turut sedih atas cedera yang dialami pemain tim putra Binus.

Wakil Ketua Umum Zona Jawa DPP Perbasi, Grace Evi Ekawati (tas hitam), bersama CEO Campus League, Ryan Gozali (baju hijau), saat dengar pendapat di Basketball Court UPH, Tangerang, pada 1 Juni 2026. (Foto: Taufani Rahmanda/Skor.id)
Wakil Ketua Umum Zona Jawa DPP Perbasi, Grace Evi Ekawati (tas hitam), bersama CEO Campus League, Ryan Gozali (baju hijau), saat dengar pendapat di Basketball Court UPH, Tangerang, pada 1 Juni 2026. (Foto: Taufani Rahmanda/Skor.id)

“Kita semua tidak tahu-tahu terlahir pintar, tetapi selalu belajar dari kesalahan. Hari ini basket kita belajar satu hal lagi. Jadi saya imbau kepada semuanya, masalah ini udah clear,” ucapnya lagi.

“Nanti habis ini kami juga ada acara kunjungan untuk menjenguk, kita doakan baik-baik saja. Yang jelas dari pihak Campus League, Perbasi, semua bertanggung jawab.”

“Makanya mohon kesediaannya semua untuk stop membangun sebuah opini yang salah, karena semuanya sudah berjalan dengan bagus, dengan marwah yang bagus.”

“Dan kalau hari ini terjadi sesuatu yang kita tidak inginkan, ya kita hanya bisa berdoa dan belajar dari kesalahan yang ada,” Mami Evi memungkasi, setelah pertemuan.

Sementara itu dari pihak Campus League, Ryan Gozali mengiyakan adanya pertemuan tersebut memberikan evaluasi untuk penyelenggaraan yang lebih baik ke depannya.

“Iya. Yang pasti memang, kita kan semuanya punya satu misi, ingin membangun basket di Indonesia. Jadi semua instansi harus bergerak secara bersamaan, komunikasi harus ditingkatkan,” katanya.

“Juga memang sebagai federasi kan ini bisa membantu kami untuk memverifikasi hal-hal yang memang layak untuk digunakan dalam sebuah kompetisi.”

“Jadi sudah pasti dari sisi Campus League kami akan selalu meningkatkan hal tersebut, ke depannya akan lebih baik lagi, Campus League semakin berkembang, semakin bisa menjangkau lebih banyak talenta-talenta baru.”

“Dengan harapan nanti ujung-ujungnya bisa membantu menyuplai talenta ini nanti untuk membela Indonesia di kancah internasional,” Ryan Gozali memaparkan.

× Image