Catatan Pertahanan Terburuk, Burnley Jadi Tim Kedua yang Terdegradasi dari Premier League

SKOR.id - Nasib pahit harus diterima Burnley setelah resmi terdegradasi dari Premier League musim ini. Kekalahan 0-1 dari Manchester City di Stadion Turf Moor, Kamis (23/4/2026) dini hari WIB, memastikan tim asuhan Scott Parker tak mampu lagi keluar dari zona merah, meski kompetisi masih menyisakan empat pertandingan.
Burnley memang menjalani musim yang berat sejak kembali ke kasta tertinggi. Dari 34 laga yang telah dijalani, mereka hanya mampu meraih empat kemenangan dan mengumpulkan 20 poin. Jarak 13 poin dari West Ham United yang berada di batas aman menjadi mustahil dikejar, mengingat hanya tersisa 12 poin untuk diperebutkan.
Hasil ini membuat Burnley menyusul Wolverhampton Wanderers yang lebih dulu dipastikan turun kasta. Kedua tim tersebut akan kembali berlaga di Championship musim depan.
Penurunan performa Burnley musim ini cukup mencolok, terutama di lini pertahanan. Mereka diprediksi mengakhiri musim dengan catatan kebobolan terburuk di liga. Sementara ini, mereka menjadi tim yang terbanyak kebobolan dengan 68 kali kemasukkan dan hanya bisa mencetak 34 gol dari 34 laga yang telah dijalani.
Berbanding terbalik dengan musim lalu saat tampil dominan di Championship. Ketika itu, Burnley hanya kebobolan 16 gol dari 46 pertandingan—sebuah rekor impresif dalam sejarah sepak bola Inggris.
Kehilangan sejumlah pemain kunci seperti kiper James Trafford dan CJ Egan-Riley pada bursa transfer musim panas lalu menjadi salah satu faktor utama merosotnya performa tim. Upaya memperkuat skuad, termasuk dengan mendatangkan pemain berpengalaman seperti Kyle Walker, belum mampu menyelamatkan Burnley dari degradasi.
Krisis performa juga terlihat dari catatan tanpa kemenangan sejak 11 Februari, saat mereka terakhir kali menang 3-2 atas Crystal Palace. Bahkan, Burnley juga tersingkir di Piala FA setelah kalah dari klub kasta ketiga, Mansfield Town.
Meski demikian, Scott Parker tetap memberikan pembelaan terhadap para pemainnya. Ia menilai timnya telah memberikan segalanya sepanjang musim, meskipun hasil akhirnya tidak sesuai harapan.
“Kami sudah memahami bahwa hal yang tak terelakkan semakin dekat. Kini semuanya sudah terjadi, kami gagal dan sedikit kurang beruntung hari ini,” ujar Parker, dikutip dari Daily Mail.
“Saya tidak bisa mengkritik tim ini. Mereka memberikan segalanya setiap hari. Mungkin kami kurang kualitas di beberapa momen, dan kami memang tidak mendapatkan cukup poin di liga ini.”
“Saya pikir penampilan malam ini sedikit mencerminkan siapa kami. Saya sangat bangga dengan tim ini. Mungkin saya akan diejek karena mengatakan itu, tapi saya jujur.”
Lebih lanjut, Scott Parker menuturkan para pemain Burnley menghadapi tantangan yang sangat besar dan mengalami kegagalan untuk bisa melewati hal tersebut.
“Mereka memberikan segalanya kepada saya, itu sangat berarti. Para pemain muda akan belajar dari pengalaman ini. Satu hal yang saya pelajari dalam hidup adalah Anda harus bisa bangkit kembali, berani menghadapi tantangan. Tim ini terus berjuang dan saya bangga pada mereka. Kami harus belajar dari kesalahan sebagai klub musim ini dan melangkah ke depan,” jelasnya.
Burnley kini masih memiliki satu target tersisa, yakni menghindari posisi juru kunci yang saat ini ditempati Wolves. Menariknya, kedua tim akan saling berhadapan pada laga terakhir musim ini, yang bisa menjadi penutup simbolis perjalanan mereka di Premier League musim ini.
Sumber: Daily Mail
