Mengapa Harry Kane Pantas Mendapat Gelar Ballon d'Or 2026

SKOR.id - Ada alasan mengapa Harry Kane pantas mendapat gelar Ballon d'Or 2026.
Penyerang Timnas Inggris dan Bayern Munchen ini jadi pemain asal Inggris pertama yang menang dalam 25 tahun.
Ia mengikuti jejak Michael Owen yang jadi pemenang pada tahun 2001 lalu.
Memang, penampilan Kane musim lalu sangatlah fantastis.
Baca Juga: Erick Thohir Minta Kepolisian Usut Tuntas Kasus Tewasnya Suporter Persib
Baca Juga: Alasan Bukayo Saka Mendapat Gelar Socrates Award di Ballon d'Or 2026
Musim lalu ia mencetak 61 gol dalam 51 laga bersama FC Bayern, terbanyak dalam sejarah klub.
Catatan ini lebih banyak 19 gol dibanding pemain lain di lima liga top Eropa.
Ia jadi yang pertama mencetak 61 gol sejak Cristiano Ronaldo melakukannya untuk Real Madrid 11 tahun lalu.
Jika ditambah dengan penampilan di timnas, Kane mencetak 73 gol dan delapan assist dalam 65 laga.
Sepanjang sejarah, hanya ada satu pemain di lima liga top Eropa yang punya catatan gol lebih banyak dalam semusim.
Ia adalah Lionel Messi yang mencetak 82 gol untuk Barcelona dan Timnas Argentina pada musim 2011-2012.
Meski begitu, Kane memang tak mendapat trofi besar musim lalu.
FC Bayern tersingkir di semifinal Liga Champions, sedangkan Timnas Inggris kalah di semifinal Piala Dunia 2026.
Ia menjadi juara di Liga Jerman dan DFB-Pokal.
Pria 33 tahun ini jadi pemain Inggris kelima yang meraih Ballon d'Or setelah Stanley Matthews (1956), Bobby Charlton (1966), Kevin Keegan (1978 dan 1979), dan Owen (2001).
Ia juga jadi pemain FC Bayern pertama yang menang sejak Karl-Heinz Rummenigge pada 1981.
Kata-kata Kane usai jadi pemenang:
"Saya hampir kehabisan kata-kata. Berada di sini, di London, membuat hal ini terasa jauh lebih istimewa. Hal ini menjadi pertanda baik bagi saya malam ini. Terima kasih kepada semua pihak yang telah memilih saya. Saya bisa bayangkan persaingan tahun ini sangatlah ketat."
"Ada begitu banyak pemain kelas dunia di ruangan ini malam ini. Selamat kepada seluruh pemenang dan nomine, pencapaian kalian menunjukkan betapa tekad yang kuat dan kerja keras benar-benar membuahkan hasil."
"Tanpa kalian (rekan-rekan setim di Bayern Munchen) dan seluruh anggota tim lainnya, semua ini tidak akan mungkin terjadi. Bagaimana kalian terus mendorong saya, serta bagaimana kita saling bersaing. Jadi, terima kasih banyak. Untuk Vincent Kompany saya tahu saat ini dia sedang di rumah atau mungkin masih di rumah sakit, semoga lekas pulih. Saya harap ini bisa memberi anda sedikit tambahan semangat. Kepada seluruh staf pelatih, cara kalian melatih dan mendorong kami sungguh patut diacungi jempol.
"Sejak bergabung dengan kalian, saya telah berkembang sebagai pemain, sebagai pribadi, dan sebagai seorang pemimpin. Terima kasih atas kepemimpinan kalian. Merupakan suatu kehormatan bisa bermain untuk Bayern Mucnhen. Mewakili klub ini adalah sebuah privilese yang luar biasa. Saya senang bisa membawa trofi ini kembali ke Bayern Munchen."
"Kepada rekan-rekan setim saya di Inggris, sekali lagi, hal yang sama juga saya rasakan untuk kalian. Kita menjalani tahun yang istimewa. Memang bukan tahun yang sempurna, tetapi kita memiliki banyak momen luar biasa. Kita membangun ikatan yang kuat bersama-sama, kebersamaan saat berada di hotel selama Piala Dunia, misalnya. Merupakan suatu kehormatan bagi saya untuk menjadi kapten dan memimpin kalian. Hal ini membuat saya sangat bangga. Pencapaian ini jelas milik kita semua. Kepada Thomas Tuchel dan seluruh staf tim Inggris, kepemimpinan kalian, cara kalian mengarahkan kami, serta cara kalian terus meningkatkan standar, semua itu sungguh patut dikagumi."
"Terima kasih juga kepada Tottenham Hotspur. Saya tidak akan berada di posisi saya saat ini tanpa Tottenham. Berkat segala bimbingan dan semua pelatih di sana, kalian telah memampukan saya untuk mewujudkan impian saya. Segala momen yang telah dilalui, baik suka maupun duka, telah membawa saya hingga ke titik ini hari ini. Kepada seluruh penggemar, baik pendukung Bayern, tim nasional Inggris, Spurs, maupun penggemar saya di seluruh dunia, saya sangat menghargai dukungan yang kalian berikan. Belum lama berselang, saya pun hanyalah seorang penggemar yang memahami betapa berartinya bermain sepak bola, itu adalah impian saya. Setiap kali saya bisa memberikan sesuatu kembali kepada kalian, itu merupakan sebuah kehormatan dan keistimewaan bagi saya."
"Semua pelatih yang pernah melatih saya, semua berperan besar dalam perkembangan saya di berbagai tahapan hidup saya. Tanpa kalian semua, saya tidak akan berdiri di sini hari ini. Saya belajar banyak."
"Ketika Anda mengelilingi diri dengan orang-orang terbaik, hal itu akan membuat Anda menjadi pribadi yang lebih baik sekaligus pemain yang lebih hebat."
"Untuk keluarga saya, terima kasih banyak. Saya tahu betapa besar dukungan yang kalian berikan kepada saya. Kita semua merasakan emosi ini bersama-sama. Saya tahu betapa berartinya bantuan di luar lapangan, hal itu memungkinkan saya untuk tampil dan memberikan yang terbaik di dalam lapangan."
"Saudaraku, Charlie, rasanya belum lama kita bermain bola di halaman rumah. Kita benar-benar tergila-gila pada sepak bola. Kamu bilang kemampuan sepak bola ini berasal darimu, jadi terima kasih untuk itu. Ibu dan Ayah, momen yang luar biasa. Selama bertahun-tahun, pengorbanan dan dukungan yang kalian berikan, mengantar saya latihan, datang menonton saya bertanding, di mana pun itu, bahkan sampai hari ini kalian tetap hadir. Semua sifat yang kalian wariskan kepada saya telah membantu saya meraih kesuksesan dan berada di sini malam ini."
"Anak-anakku di rumah yang sedang menonton, ini sudah lewat jam tidur kalian! Kalianlah alasan saya melakukan semua ini. Penghargaan ini sungguh istimewa. Saya tidak sabar untuk segera bertemu dan merayakannya bersama kalian. Ayah sangat menyayangi kalian."
"Istriku, Kate, sahabat terbaikku. Kamu adalah pendukung terbesarku. Kita berhasil melakukannya! Kamu selalu menginginkan yang terbaik untuk saya. Kamu rela berkorban demi membantu saya mencapai impian-impian saya. Semua ini tidak mungkin terwujud tanpamu."
Sumber: UEFA, BBC
