Home > National

FIFA ASEAN Cup 2026 Buat Sepak Bola Asia Tenggara Naik Level

Setiap tim bisa menurunkan pemain terbaik mereka membuat FIFA ASEAN Cup 2026 menghadirkan persaingan yang kompetitif.
Image
Muhamad Rais Adnan Editor : Muhamad Rais Adnan
Ilustrasi FIFA ASEAN Cup 2026. (Grafis: Kevin Bagus Prinusa/Skor.id)
Ilustrasi FIFA ASEAN Cup 2026. (Grafis: Kevin Bagus Prinusa/Skor.id)

SKOR.id — FIFA ASEAN Cup 2026 mulai menunjukkan wajah baru persaingan sepak bola Asia Tenggara. Sejak pertandingan pertama digelar, turnamen regional ini langsung menghadirkan duel kompetitif, kualitas pemain yang lebih tinggi, hingga keterlibatan sejumlah pemain naturalisasi anyar.

Kehadiran para pemain utama dari masing-masing negara membuat persaingan terasa semakin terbuka. Setiap pertandingan tidak hanya menjadi perebutan poin, tetapi juga memperlihatkan perkembangan kualitas sepak bola negara-negara ASEAN.

Gambaran tersebut terlihat di Grup B ketika Vietnam harus bekerja keras untuk mengamankan kemenangan 1-0 atas Filipina. Gol Nguyen Dinh Bac pada menit ke-25 menjadi pembeda dalam pertandingan tersebut.

Meski akhirnya menelan kekalahan, Filipina mampu memberikan perlawanan dan beberapa kali mengancam lini pertahanan Vietnam. Situasi itu menjadi gambaran bahwa tidak ada pertandingan yang mudah di FIFA ASEAN Cup 2026.

Baca Juga: 5 Pemain Malaysia yang Wajib Diwaspadai Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Baca Juga: FIFA ASEAN Cup 2026: Jadwal, Hasil, dan Klasemen Lengkap

Persaingan ketat juga mulai terasa di Grup A. Timnas Indonesia membuka kiprahnya dengan kemenangan 2-0 atas Singapura, sementara Malaysia mengawali turnamen dengan menundukkan Bangladesh 3-0.

Hasil tersebut semakin menarik karena Indonesia dan Malaysia akan bertemu pada pertandingan berikutnya di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (28/09/2026). Duel dua negara bertetangga itu menjadi salah satu pertandingan yang paling dinantikan dalam persaingan Grup A.

Ketua Umum PSSI Erick Thohir melihat keseriusan negara-negara ASEAN dalam menghadapi FIFA ASEAN Cup 2026. Menurutnya, peserta tidak sekadar mengikuti turnamen, tetapi juga menyiapkan komposisi terbaik untuk bersaing.

“Tim-tim ASEAN juga mengirimkan pemain-pemain terbaiknya, termasuk rekrutan-rekrutan naturalisasi yang baru,” jelas Erick Thohir di Jakarta, Minggu (28/9/2026).

Menurut Erick, kondisi tersebut menjadi indikator adanya peningkatan keseriusan negara-negara Asia Tenggara dalam membangun kekuatan tim nasional masing-masing.

“Karena saya melihat keseriusan dari negara-negara tetangga untuk FIFA Matchday ini terjadi banyak sekali percepatan juga naturalisasi,” tambahnya.

Pandangan serupa disampaikan Pelatih Thailand Anthony Hudson.

Kondisi tersebut, menurut Hudson, membuat persaingan turnamen menjadi lebih kompetitif dibandingkan edisi sebelumnya.

“Saya pikir level turnamen ini jelas lebih tinggi karena semua tim membawa pemain-pemain utama. Pada AFF lalu, kami tidak membawa pemain utama,” ungkapnya.

Peningkatan level kompetisi FIFA ASEAN Cup 2026 juga terlihat dari perhatian yang diberikan FIFA. Sekretaris Jenderal FIFA Mattias Grafström hadir dalam rangkaian upacara dan pertandingan pembukaan di Jakarta.

Dalam kesempatan tersebut, Grafström bersama Erick Thohir turut mempresentasikan trofi FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno.

Kehadiran jajaran petinggi FIFA menegaskan posisi turnamen ini sebagai bagian dari agenda sepak bola kawasan yang mendapat perhatian dari federasi sepak bola dunia.

Tidak berhenti di pembukaan, Presiden FIFA Gianni Infantino juga dijadwalkan hadir pada pertandingan final yang berlangsung di SUGBK pada 5 Oktober 2026.

Sebelum menyaksikan laga puncak, Infantino direncanakan bertemu Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto pada 4 Oktober. Setelah itu, ia akan menghadiri pertandingan final bersama sejumlah pemimpin federasi sepak bola dari Asia Tenggara dan kawasan Asia lainnya.

“Rencananya Presiden Gianni akan bertemu Bapak Presiden Prabowo Subianto tanggal 4 (Oktober). Dan tanggal 5-nya di sini, mengundang beberapa presiden dari Asia Tenggara dan juga Asia lainnya untuk menghadiri penutupan pertandingan final,” jelas Erick.

× Image