Tiga Babak Tersisa, Indonesia Bidik 20 Besar Olimpiade Catur 2026

SKOR.id - Perjuangan kontingen Indonesia pada Olimpiade Catur 2026 di Samarkand, Uzbekistan, masih berlanjut pada Jumat (25/9/2026).
Hingga babak kedelapan, Tim Catur Indonesia Putri mampu menjaga posisi di papan atas. Tim Putra juga masih memiliki peluang untuk memperbaiki peringkat pada tiga babak terakhir.
Pada babak ketujuh, Tim Catur Indonesia Putra harus mengakui keunggulan Ukraina yang berstatus unggulan ke-12 turnamen. Merah Putih kalah dengan skor 0,5-3,5.
Namun, hasil positif berhasil dicatatkan IM Gilbert Elro Tarigan (2416) yang tampil di papan kedua. Ia mampu menahan remis pecatur legendaris Ukraina, GM Vasyl Ivanchuk (2630), yang jadi tambahan poin rating baginya.
Baca Juga: Super League 2026-2027: Jadwal, Hasil dan Klasemen
Baca Juga: Championship 2026-2027: Jadwal, Hasil dan Klasemen
Sementara itu, hasil positif diraih Tim Catur Indonesia Putri dengan sukses mengalahkan Singapura skor 3-1. Meski demikian, WIM Diajeng Theresa Singgih (2280) harus mengakui keunggulan WGM Qianyun Gong (2182) di papan pertama.
Kekalahan tersebut membuat tabungan rating Diajeng yang sebelumnya sudah terkumpul mengalami pengurangan.
Memasuki babak kedelapan, persaingan semakin ketat. Kontingen Indonesia masih memiliki peluang untuk memperbaiki posisi pada tiga babak terakhir.
Sekretaris Jenderal PB Percasi, Nanang Pujalaksana, menyampaikan perkembangan terbaru posisi Tim Indonesia sekaligus memberikan suntikan motivasi kepada para pecatur Tanah Air.
Nanang menyebut Tim Putri Indonesia saat ini berada di peringkat ke-14 dari 189 negara. Sementara itu, Tim Putra menempati posisi ke-48 dari 206 negara.
"Saat ini sampai dengan babak 8 tim putri berada pada rangking 14 dari 189 negara dan tim putra rangking 48 dari 206 negara. Saat ini menyisakan 3 babak terakhir dan masih besar harapan untuk meningkatkan posisi peringkat," ujar Nanang Pujalaksana.
Dengan tiga babak tersisa, Nanang menegaskan perjuangan Indonesia belum berakhir. Peluang untuk memperbaiki posisi, termasuk bersaing di kategori Seed B, masih terbuka.
"Perjuangan tim Indonesia belum berakhir, masih ada babak terakhir yang tentunya Indonesia masih berpotensi untuk memperbaiki peringkat, bahkan memungkinkan bisa juara di kategori atau Seed B. Untuk secara keseluruhan, kita masih berpotensi memperbaiki peringkat."
" Mudah-mudahan kita bisa meraih hasil maksimal pada peringkat 20 besar, itu harapan kita," kata Nanang.
Dukungan juga datang dari Ketua PB Percasi yang juga Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran.
Meski tidak dapat mendampingi langsung kontingen Indonesia di Samarkand, Agustiar mengaku terus memantau perjuangan para atlet dan berharap mereka mampu mencatatkan sejarah baru.
"Ini waktunya tim catur Indonesia bisa menorehkan sejarah baru, meski saya tidak bisa mendampingi namun saya terus memantau dan mendoakan yang terbaik untuk tim," ujar Agustiar.
Catatan Sejarah Indonesia di Olimpiade Catur
Keikutsertaan Indonesia di Samarkand 2026 sekaligus memperpanjang sejarah panjang Merah Putih di ajang Olimpiade Catur.
Sejak pertama kali tampil pada Olimpiade Catur 1960 di Leipzig, Jerman Timur, setelah resmi bergabung dengan FIDE, edisi 2026 menjadi partisipasi ke-28 bagi Tim Putra Indonesia.
Sepanjang sejarah, Tim Putra Indonesia hanya empat kali absen. Masing-masing pada 1964 dan 1976 yang berkaitan dengan isu politik lokasi penyelenggaraan di Israel, serta 1968 dan 1998 akibat dinamika politik dalam negeri.
Kemudian bagi Tim Putri Indonesia, Olimpiade Catur 2026 menjadi keikutsertaan ke-20 sejak debut pada 1982 di Lucerne, Swiss.
Indonesia juga memiliki sejumlah catatan prestasi membanggakan di Olimpiade Catur. Untuk kategori beregu, pencapaian terbaik Tim Putra terjadi pada Olimpiade 1986 di Dubai. Ketika itu, Indonesia finis di peringkat ke-19 dari 108 negara.
Tim Putri mencatat hasil terbaik pada Olimpiade 1996 di Yerevan, Armenia, dengan menempati peringkat ke-11 dari 74 negara. Di nomor individu, sejumlah pecatur Indonesia juga berhasil menyumbangkan medali dan gelar bergengsi.
GM Utut Adianto meraih medali perak Papan 2 pada Olimpiade Dubai 1986, sebelum kembali meraih medali emas Papan 1 pada Olimpiade Istanbul 2000.
Berikutnya, GM Cerdas Barus berhasil merebut medali emas Papan 3 pada Olimpiade Bled 2002. Lalu pada Olimpiade 2004 di Mallorca, Spanyol, Susanto Megaranto sukses menyegel gelar Grandmaster. Pada ajang yang sama, WGM Irene Kharisma Sukandar meraih medali perak Papan 3.
Kini, dengan tiga babak tersisa di Samarkand, kontingen Indonesia masih memiliki kesempatan untuk menambah catatan positif dalam sejarah keikutsertaannya di Olimpiade Catur.
