Imbangi AS Roma, Bukti Chivu Merevolusi Mental Inter Milan

SKOR.id - Imbang lawan AS Roma jadi bukti bagaimana Cristian Chivu merevolusi mental Inter Milan.
Inter Milan main imbang 2-2 lawan AS Roma di Stadion Olimpico, Roma, pada laga giornata kelima Liga Italia, Sabtu (19/9/2026) malam WIB.
Laga ini terbagi menjadi dua, babak pertama milik AS Roma yang unggul 2-0, Inter Milan menguasai babak kedua dan membuat laga imbang 2-2.
Hasil ini membuat kedua tim sama-sama di puncak klasemen dengan 13 poin, belum terkalahkan musim ini (4 menang, 1 imbang).
Baca Juga: MPL Indonesia Season 18: Hasil, Jadwal, Klasemen Lengkap
Baca Juga: Moto3 2026: Hasil, Jadwal, Klasemen Lengkap
Usai laga, Cristian Chivu enggan mengatakan apa yang ia katakan kepada para pemain Inter Milan di jeda babak.
Meski begitu, apa yang Chivu katakan dan lakukan, terbukti sangat ampuh, dengan Inter mampu mengejar defisit dua gol.
"Saya mengatakan kepada para pemain apa yang saya pikirkan saat jeda babak, dan hal itu tetap menjadi rahasia di antara kami," ujar Chivu.
"Yang saya katakan adalah kebenaran mutlak, itu yang saya pikirkan, dan saya yakin mereka juga tahu itu."
Apapun yang Chivu lakukan, tampaknya berhasil merevolusi mental Inter Milan, tak hanya dalam laga ini tetapi juga laga-laga sebelumnya.
Ini kali keenam Inter Milan tak kalah usai tertinggal dua gol sejak ditangani Chivu.
Sebagai perbandingan, Inter Milan tak kalah dalam enam laga usai tertinggal dua gol terjadi dalam 10 musim sebelum kedatangan Chivu.
Di sisi lain, kapten tim Lautaro Martinez merasa lelah dan tak ingin Inter selalu jadi tim yang mengejar ketertinggalan.
"Penampilan babak pertama perlu dihapuskan, karena kami tak punya sikap yang benar. Saat babak kedua dimulai, mentalitas kami sudah berubah, dan dalam laga di level ini, menjadi sulit jika Anda memberikan lawan satu babak," ujar Lautaro.
"Kami tak mendapat tiga angka, tetapi mempertimbangkan betapa bagusnya AS Roma dan ini adalah awal musim, ini jadi satu poin yang bagus. Kami perlu melihat kembali bagaimana kami memulai laga, karena kami tak bisa menjadi yang selalu mengejar momentum laga."
Sumber: Opta, Football Italia, Google
