Home > Super League

Jelang Persija vs Persib di SUGBK, PSSI Sampaikan Pesan Damai

Sekjen PSSI, Yunus Nusi, mengajak seluruh suporter, baik Persib maupun Persija, untuk bersama-sama menjaga ketertiban, keamanan, dan kondusivitas.
Image
Muhamad Rais Adnan Editor : Muhamad Rais Adnan
Federasi Sepak Bola Indonesia atau PSSI. (Grafis: Skor.id)
Federasi Sepak Bola Indonesia atau PSSI. (Grafis: Skor.id)

SKOR.id - Atensi pencinta sepak bola Tanah Air dipastikan bakal tertuju penuh ke Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Sabtu (12/9/2026) mendatang. Pasalnya, bentrokan sengit dua klub raksasa nasional, Persija Jakarta melawan Persib Bandung, siap tersaji dalam lanjutan pekan kedua Super League 2026-2027.

Mengingat tingginya tensi duel klasik ini, PSSI memberikan perhatian khusus demi kelancaran laga. Melalui Sekjen Yunus Nusi, PSSI berharap partai super big match tersebut dapat berlangsung aman, tertib, dan tanpa kendala, terlebih panitia pelaksana telah mengantongi izin dari pihak keamanan.

Yunus Nusi mengungkapkan bahwa pihaknya sejatinya sempat menyimpan harapan agar momen ini dapat dihadiri oleh perwakilan pendukung tim tamu demi menggaungkan iklim positif di tribun.

"Kami awalnya berharap pertandingan ini dapat dihadiri perwakilan suporter Persib Bandung, meski hanya lima atau sepuluh orang. Ini demi kampanye persaudaraan, persahabatan, dan menyampaikan bahwa rivalitas itu hanya pada dua klub yang bertanding. Tetapi PSSI menyerahkan sepenuhnya kepada pihak keamanan, Persija dan The Jakmania bila hal ini belum memungkinkan. Ke depan PSSI akan pelan-pelan hal ini bisa terjadi yakni suporter Persib bisa ke laga home Persija atau sebaliknya, begitu juga seperti suporter Arema FC dengan Persebaya," kata Yunus Nusi, dalam rilis PSSI, Kamis (10/9/2026).

Baca Juga: Super League 2026-2027: Jadwal, Hasil dan Klasemen

Baca Juga: Sudah Pantau Permainan Persib, Shin Tae-yong Pastikan Kekuatan Persija Meningkat

Langkah bertahap ini dinilai penting untuk merajut kembali rajutan persaudaraan antar-kelompok suporter di Indonesia. Yunus meyakini bahwa niat baik dan komunikasi yang terbuka akan menjadi kunci utama terwujudnya tribun yang ramah bagi seluruh kalangan.

"Insya Allah, dengan komunikasi dan niat baik dari semua pihak, hal itu sangat mungkin terwujud. Karena sejatinya, sepak bola adalah pemersatu bangsa, bukan sesuatu yang memisahkan kita. Saya juga mengajak seluruh suporter, baik Persib maupun Persija, untuk bersama-sama menjaga ketertiban, keamanan, dan kondusivitas. Jangan mudah terprovokasi, jangan melakukan tindakan yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain, dan mari kita hormati aturan serta aparat keamanan yang bertugas," tambahnya.

Lebih jauh, Yunus menekankan bahwa tensi tinggi dan persaingan ketat seharusnya berhenti begitu peluit panjang tanda berakhirnya laga ditiup oleh wasit.

Yunus menjelaskan bahwa rivalitas cukup 90 menit di lapangan. Di luar itu, kita tetap satu bangsa, satu Indonesia.

Guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, PSSI juga mengimbau agar pendukung Persib menahan diri dan tidak memaksakan hadir langsung di area stadion.

"Setelah melihat situasi dan kondisi terkini dan komitmen bersama untuk sepak bola Indonesia, akan lebih baik suporter Persib melakukan nonton bareng saja di tempat atau daerah masing masing. Jangan memaksakan diri untuk datang ke Jakarta dan atau ke Stadion Gelora Bung Karno. Semoga iklim sepak bola Indonesia tetap damai dan tidak ada hal-hal yang negatif yang dapat merugikan tim yang bertanding," pungkas Yunus Nusi.

Sumber: PSSI

× Image