Home > Super League

Java United dan Isenmulang Kalteng FC Disanksi Minus Dua Poin, Ferry Paulus Buka Suara

Ferry Paulus buka suara usai Java United dan Isenmulang Kalteng FC memulai musim Super League 2026-2027 dengan minus dua poin akibat sanksi.
Image
Nizar Galang Editor : Thoriq Az Zuhri Yunus
Ferry Paulus buka suara usai Java United dan Isenmulang Kalteng FC memulai musim Super League 2026-2027 dengan minus dua poin akibat sanksi. (Grafis: Deni Sulaeman/Skor.id)
Ferry Paulus buka suara usai Java United dan Isenmulang Kalteng FC memulai musim Super League 2026-2027 dengan minus dua poin akibat sanksi. (Grafis: Deni Sulaeman/Skor.id)

SKOR.id - Dua klub peserta Super League 2026-2027, Java United dan Isenmulang Kalteng FC, harus mengawali kompetisi musim ini dengan kerugian.

Kedua tim tersebut langsung mendapat sanksi pengurangan dua poin yang berkaitan dengan aspek Club Licensing.

Pengurangan poin diberikan karena adanya perpindahan tempat atau stadion kandang yang dinilai melanggar regulasi.

Direktur Utama I League, Ferry Paulus, memastikan keputusan tersebut bukan sesuatu yang muncul secara tiba-tiba.

Baca Juga: Hitung-Hitungan Peluang Indonesia Lolos Piala Asia U-20 2027

Baca Juga: MPL Indonesia Season 18: Hasil, Jadwal, Klasemen Lengkap

Menurutnya, regulasi mengenai sanksi pengurangan poin sudah disampaikan sebelumnya sebagai konsekuensi atas pelanggaran dalam aspek lisensi klub.

“Jadi, sebenarnya ini bukan berita yang bombastis. Artinya, pengurangan poin ini sudah beberapa kali kita sampaikan kaitannya dengan pelanggaran-pelanggaran regulasi,” ujar Ferry Paulus usai laga pembuka Super League 2026-2027 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Jumat (4/9/2026) malam.

Kasus pertama, Isenmulang Kalteng FC sebelumnya dikenal sebagai Adhyaksa FC dan bermarkas di Banten. Namun, memasuki musim 2026-2027, klub tersebut berpindah ke Kalimantan Tengah dan tampil dengan identitas baru sebagai Isenmulang Kalteng FC.

Perubahan lokasi tersebut kemudian menjadi bagian dari persoalan Club Licensing yang berujung pada sanksi pengurangan dua poin.

“Bahwa pengurangan poin ini adalah satu bentuk pelanggaran yang ada kaitannya dengan Club Licensing. Club Licensing yang sudah disupport sama AFC dan pengurangan itu memang disahkan,” tegas Ferry Paulus.

“Sehingga, karena awalnya berada di Banten seperti Isenmulang, kemudian berpindah ke Kalimantan, minus dua,” tuturnya.

Nasib serupa juga dialami Java United. Klub tersebut sebelumnya merupakan Malut United yang bermarkas di Ternate.

Setelah berganti nama dan berpindah lokasi ke Semarang, klub tersebut kemudian tampil sebagai Java United pada Super League 2026-2027.

Perubahan identitas serta perpindahan markas tersebut juga membuat Java United harus menerima konsekuensi berupa pengurangan dua poin.

“Begitu juga satu lagi, Java United. Dari Malut, bergantian nama, dan pindah tempat juga,” ungkap Ferry.

Ferry Paulus menegaskan, penerapan sanksi tersebut merupakan bagian dari upaya I League menjaga regulasi kompetisi agar tetap dijalankan secara teratur oleh seluruh klub peserta.

“Jadi, artinya saya pikir ini juga kita harus tetap legal dengan segala apa yang sudah kita regulasikan,” tambahnya.

Ia juga memastikan keputusan mengenai pengurangan poin terhadap kedua klub tersebut telah diumumkan secara resmi.

Dokumen terkait sanksi telah dirilis, termasuk penerapan pengurangan poin dalam klasemen Super League 2026-2027.

× Image