Cina dan India Mundur, FIFA ASEAN Cup Tak Menarik?

SKOR.id - Usai Cina dan India mundur, apakah memang FIFA ASEAN Cup tak menarik untuk negara-negara di luar Asia Tenggara?
FIFA ASEAN Cup edisi perdana akan dihelat di Indonesia dan Hong Kong pada 24 September mendatang.
Selain negara-negara Asia Tenggara, akan ada beberapa negara undangan di turnamen resmi FIFA ini.
Awalnya, Cina, India, dan Hong Kong diundang untuk turnamen ini.
Baca Juga: Lebih Pilih Lawan Brasil, India Mundur dari FIFA Asean Cup 2026
Baca Juga: I.League Pastikan Laga Persija Lawan Persib Digelar di Jakarta dengan Kehadiran Penonton
Akan tetapi, Cina kemudian mengundurkan diri, beralasan bahwa mereka fokus persiapan diri untuk Piala Asia 2027 mendatang.
Cina kemudian digantikan oleh Pakistan yag bersama India masuk Divisi Utama, sedangkan Hong Kong masuk divisi dua.
Kini, India ikut mundur dari gelaran FIFA ASEAN Cup 2026.
Alasannya berbeda, India lebih memilih untuk mundur karena komitmen mereka menggelar laga lawan Timnas Brasil.
Mengingat mereka kerap melawan Malaysia dan Singapura, dan jarang melawan Brasil, India lebih memilih melawan Tim Samba dan mundur dari FIFA ASEAN Cup.
Padahal, ada uang hadiah yang begitu besar yang akan diperebutkan dalam turnamen nanti.
Total hadiah mencapai empat juta dolar AS alias setara 71,1 miliar rupiah.
Sang pemenang divisi utama akan mendapat hadiah satu juta dolar AS atau 17,7 miliar rupiah.
Kini belum jelas apakah posisi India akan diganti atau tidak.
Australia jadi satu-satunya negara AFF yang tak ikut serta dalam gelaran ini.
Selain itu, ada beberapa negara di Asia Timur ataupun Asia Selatan yang bisa jadi tim undangan.
Dari Asia Selatan ada Maladewa, Nepal, Bangladesh, Sri Lanka, hingga Bhutan.
Sedangkan dari Asia Timur ada Korea Utara, Taiwan, Mongolia, Macau, hingga Guam, selain dua raksasa Jepang dan Korea Selatan.
Undangan untuk India, Cina, dan Pakistan mengisyaratkan FIFA mengundang negara dengan populasi besar agar mengangkat pamor FIFA ASEAN Cup.
Andai benar demikian, Bangladesh bisa jadi calon pengganti dengan mereka adalah negara dengan populasi terbanyak kedelapan di dunia, memiliki 169 juta jiwa alias 2,1 persen dari penduduk dunia.
Saat ini Bangladesh ada di posisi 181 dunia Ranking FIFA.
Sumber: Wikipedia
