Home > World

Brian Madjo Menanti 8 Bulan untuk Pecahkan Rekor Patrick Kluivert

Brian Madjo, menanti selama delapan bulan hingga akhirnya memecahkan rekor Patrick Kluivert di Piala Super Eropa.
Image
Pradipta Indra Kumara Editor : Pradipta Indra Kumara
Bintang muda Aston Villa, Brian Madjo. (Grafis: Kevin Bagus Prinusa/Skor.id).
Bintang muda Aston Villa, Brian Madjo. (Grafis: Kevin Bagus Prinusa/Skor.id).

SKOR.id - Brian Madjo menjadi salah satu pemain yang mencuri perhatian di laga Piala Super Eropa 2026.

Piala Super Eropa 2026 mempertemukan antara juara Liga Champions, Paris Saint-Germain (PSG), dengan juara Liga Europa, Aston Villa.

PSG keluar sebagai juara, setelah meraih kemenangan tipis 2-1 atas Aston Villa, mempertahankan pencapaian mereka musim lalu.

Pada pertandingan ini, PSG berhasil membuka keunggulan lebih dulu melalui Khvicha Kvaratskhelia, setelah menerima umpan Desire Doue di menit ke-20.

Baca Juga: Sabet Gelar Piala Super Eropa Beruntun, PSG Samai Rekor 3 Klub Lain

Baca Juga: Xavi Hernandez Resmi Tangani Belanda, Pelatih Asing Pertama dalam 48 Tahun

Gol penyama kedudukan Aston Villa dicetak oleh Brian Madjo, pada menit ke-45, berkat kerja sama dengan John McGinn.

Namun, PSG akhirnya mengunci kemenangan di babak kedua, setelah Desire Doue mengubah skor di menit ke-61 menjadi 2-1.

PSG pun berhak meraih gelar Piala Super Eropa secara beruntun, melanjutkan pencapaian tahun lalu.

Les Parisiens juga menjadi tim keempat yang sukses meraih trofi Piala Super Eropa secara beruntun, setelah Ajax Amsterdam (1973 dan 1974), AC Milan (1989 dan 1990), dan Real Madrid (2016 dan 2017).

Meski timnya kalah pada pertandingan ini, nama Brian Madjo menjadi sorotan berkat pencapaiannya.

Brian Madjo yang berusia 17 tahun dan 212 hari, menjadi pemain termuda yang menjadi starter di final Piala Super Eropa, sejak 2006.

Selain itu, Brian Madjo juga menjadi pemain termuda yang mencetak gol di Piala Super Eropa, mengalahkan rekor Patrick Kluivert pada 1996 (19 tahun, 220 hari).

Namun, pencapaian ini tak datang begitu saja bagi Brian Madjo, ia menanti setidaknya delapan bulan.

Pemain kelahiran dengan tinggi 193 sentimeter itu bergabung dengan Aston Villa dari tim Prancis, Metz, pada Januari 2026.

Aston Villa tak dibolehkan mendaftarkan Brian Madjo oleh FIFA, hingga akhirnya memenangkan banding melalui Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS), di awal bulan ini.

Transfernya sempat terganggu karena pemain U-18 tak dapat menyelesaikan transfer internasional.

Meski begitu, karena Madjo lahir di Inggris, Aston Villa menilai kasus perpindahan Madjo menjadi pengecualian.

Penantian selama delapan bulan pun berbuah catatan pribadi, setelah memecahkan rekor Patrick Kluivert, meski gagal merengkuh gelar juara.

Madjo yang sempat membela Luksemburg di laga persahabatan, telah mendapat panggilan ke Timnas U-17 Inggris pada akhir tahun lalu.

Jika perkembangannya lancar, ia dapat menjadi opsi bagi lini depan Timnas Inggris di masa depan.

Sumber: Opta, BBC

× Image