Home > Badminton

Usai Juara di Jepang, Fajar/Fikri Diminta Lanjutkan Tren Positif di China Open 2026

Pelatih ganda putra pelatnas PBSI, Antonius Budi Ariantho, berharap Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, mampu mempertahankan momentum juara di China Open 2026.
Image
Teguh Kurniawan Editor : Teguh Kurniawan
Turnamen BWF World Tour Super 1000, China Open 2026, berlangsung di Changzhou, Cina, pada 21-26 Juli 2026. Sumber:(Grafis: Yudhy Kurniawan/Skor.id)
Turnamen BWF World Tour Super 1000, China Open 2026, berlangsung di Changzhou, Cina, pada 21-26 Juli 2026. Sumber:(Grafis: Yudhy Kurniawan/Skor.id)

SKOR.id - Pelatih ganda putra pelatnas PBSI, Antonius Budi Ariantho, berharap Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, mampu mempertahankan momentum juara di China Open 2026.

Seperti diketahui, pasangan Indonesia tersebut akhirnya berhasil memutus rangkaian negatif dengan memenangi Japan Open 2026, pekan lalu.

Sebelumnya, Fajar/Fikri tampil dalam empat final BWF World Tour tanpa sekali pun bisa merebut gelar juara.

Ketidakberuntungan itu berlangsung dalam rentang setahun, tepatnya sejak mereka pertama kali juara di China Open 2025 sebagai pasangan anyar.

Korea Open 2025, Denmark Open 2025, French Open 2025, hingga Singapore Open 2026, semua berakhir dengan medali perak.

Pantang menyerah, Fajar/Fikri terus berjuang memberikan yang terbaik sampai akhirnya kembali ke podium tertinggi di Tokyo.

Tak tanggung-tanggung, lawan yang mereka kalahkan di final adalah Kim Won-ho/Seo Seung-jae, ganda putra nomor satu dunia.

Duo Korea Selatan itu sebelumnya menjadi sandungan Fajar/Fikri dalam dua partai puncak BWF World Tour, tahun lalu.

Pelatih ganda putra Indonesia, Antonius Budi Ariantho (tengah), berharap Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri kembali juara di China Open 2026. (Dok. PBSI)
Pelatih ganda putra Indonesia, Antonius Budi Ariantho (tengah), berharap Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri kembali juara di China Open 2026. (Dok. PBSI)

"Cukup puas dan senang sekali Fajar/Fikri bisa juara di Japan Open 2026. Istilahnya, tidak gampang, apalagi lawan di final unggulan pertama dan pasangan nomor satu dunia," kata Antonius.

"Fajar/Fikri bermain dengan sangat bagus, minim melakukan kesalahan sendiri. Saya berpesan untuk adu di permainan depan dan tidak banyak melakukan unforced error, ini bisa mereka jalankan dengan baik. Fajar/Fikri bergantian menguasai permainan depan dan tidak membiarkan lawan mengambil alih kendali," tambahnya.

Sang pelatih berharap, sukses ini menjadi menjadi modal dan mendongkrak kepercayaan diri Fajar/Fikri dalam mengarungi tantangan selanjutnya di China Open 2026.

Ini momen istimewa buat mereka karena di Changzhou lah duo andalan Indonesia itu pertama kali menggebrak lewat gelar juara.

"Masih ada China Open, jadi saya berharap mereka tetap fokus, tidak hilang fokusnya karena walaupun lawannya tidak jauh berbeda, tapi level turnamennya lebih tinggi, Super 1000. Semoga gelar ini membuat mereka semakin percaya diri," Antonius memungkasi.

Fajar/Fikri akan membuka China Open 2026 dengan menghadapi wakil tuan rumah, Huang Di/Liu Yang, pada babak 32 besar, Rabu (22/7/2026).

× Image