Padukan Euforia Piala Dunia 2026 dan Strategi Investasi, Kompetisi Berhadiah Ratusan Juta Digelar

SKOR.id - Piala Dunia 2026 telah memasuki babak 16 besar, pertarungan memperebutkan status tim terbaik sejagat mendekati klimaksnya.
Sederet momen mencuri perhatian penggemar pada fase ini, mulai dari keberhasilan Norwegia menyingkirkan juara lima kali Brasil hingga megabintang Cristiano Ronaldo yang kembali gagal mewujudkan mimpi dalam enam kali percobaan bersama Portugal.
Gelaran Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, terus menjadi perbincangan. Publik selalu menanti kejutan apalagi yang akan muncul berikutnya.
Euforia pesta bola memang melanda seluruh dunia, tak terkecuali di Indonesia. Memanfaatkan momentum tersebut, PT Pintu Kemana Saja (PINTU) mengadakan trading competition berhadiah fantastis.
Ya, bertajuk Trade for Glory 2026, kompetisi besutan platform investasi aset crypto yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) ini menawarkan total hadiah senilai Rp150 juta.
Bukan uang tunai, melainkan dalam bentuk tokenized Exchange-Traded Fund (ETF) S&P 500, SPYX, yang dapat diperdagangkan langsung di aplikasi PINTU.
"Trade for Glory 2026 adalah cara kami menghadirkan pengalaman trading yang lebih dari sekadar transaksi biasa," kata Presiden Direktur PINTU, Andy Putra.
"Dengan memadukan semangat kompetisi Piala Dunia 2026, kami ingin menggabungkan euforia Piala Dunia 2026 dengan kemampuan mengasah strategi dan disiplin trading aset crypto secara terukur," tambahnya.
Pendaftaran Trade for Glory 2026 dibuka sejak 16 Juni 2026, dengan periode perhitungan poin berlaku surut sejak 11 Juni hingga 20 Juli mendatang.
Peserta dapat mengumpulkan poin dari volume trading pada Token Kompetisi yang terbagi dalam empat grup, masing-masing merepresentasikan negara peserta Piala Dunia 2026.
Setiap Rp100 ribu volume trading di Pintu atau Pintu Pro, menghasilkan satu poin. Sementara, di Pintu Futures, setiap 10 US dolar volume trading setara satu poin.
Kategori Spot dan Futures dihitung secara terpisah sehingga satu peserta berpeluang memenangkan hadiah dari kedua kategori sekaligus
Keunikan kompetisi ini terletak pada mekanisme Final Multiplier. Apabila salah satu negara dari group token pilihan peserta berhasil melaju ke final Piala Dunia 2026, maka seluruh poin yang telah dikumpulkan dari token-token dalam group tersebut sejak hari pertama periode kompetisi secara otomatis mendapat pengali 3,5 kali.
Pengumuman Final Multiplier sendiri akan mengikuti jadwal resmi pertandingan Piala Dunia 2026, yang diperkirakan pada 16 Juli 2026.
Adapun total hadiah sebesar Rp150 juta dibagi ke dalam dua pool terpisah: Rp100 juta untuk kategori Spot (Pintu/Pintu Pro) dan Rp50 juta untuk kategori Pintu Futures.
Seluruh hadiah diberikan dalam bentuk SPYX, tokenized ETF yang merepresentasikan S&P 500, sehingga pemenang langsung mendapatkan eksposur ke indeks saham AS melalui aset yang bisa diperdagangkan di platform PINTU.
Hadiah akan didistribusikan langsung ke akun pemenang dalam bentuk token SPYX, paling lambat 14 hari kerja setelah pengumuman.
Pemenang terbagi dalam empat tier, Diamond, Gold, Silver, dan Bronze, yang didasari total poin akhir tertinggi.
Sebagaimana aset keuangan digital lainnya, nilai SPYX dapat berfluktuasi mengikuti kondisi pasar.
"Seperti halnya pertandingan sepak bola, trading crypto juga membutuhkan persiapan yang komprehensif dalam mengatur strategi, melakukan riset, dan menentukan timing yang tepat," ujar Andy.
"Untuk itu, kami mendorong seluruh peserta bisa memahami karakteristik setiap aset dan risiko sebelum bertransaksi sehingga kompetisi trading Trade for Glory 2026 bisa menjadi ruang untuk mengasah kemampuan trading sekaligus merayakan momen olahraga terbesar di dunia," dia memungkasi.
Sebagai informasi, perdagangan aset keuangan digital termasuk aset crypto merupakan aktivitas berisiko tinggi.
Harga aset dapat berfluktuasi secara signifikan dan seluruh keputusan transaksi merupakan keputusan independen pengguna.
Kinerja historis tidak mencerminkan indikasi kinerja di masa mendatang. Jadi, pahami karakteristik dan risiko setiap aset serta produk, termasuk perbedaan risiko antara transaksi Spot dan Futures.
