Jepang Selalu Bobrok di Fase Gugur, Asia Hancur di Piala Dunia 2026

SKOR.id - Timnas Jepang kembali bobrok di fase gugur Piala Dunia, dengan tim-tim Asia kini hancur di Piala Dunia 2026.
Timnas Jepang kalah 1-2 dari Brasil pada laga 32 besar Piala Dunia 2026, Selasa (30/6/2026) dini hari WIB.
Kekalahan ini semakin menambah panjang rekor buruk Jepang di fase gugur Piala Dunia.
Jepang selalu kalah dalam lima kali mereka bermain di fase gugur Piala Dunia.
Baca Juga: Keyakinan Ancelotti dan Umpan Silang yang Bawa Brasil Menang Lawan Jepang
Baca Juga: Piala Dunia 2026: Jadwal, Hasil dan Klasemen Lengkap
Dalam empat kesempatan sebelumnya, Jepang selalu kalah di Babak 16 besar, dan kini tersingkir di babak 32 besar.
Catatan Jepang di Fase Gugur Piala Dunia:
2002 - Babak 16 Besar - ???????? Turki - 0–1
2010 - Babak 16 Besar - ???????? Paraguay - 0–0 (kalah 3-5 adu penalti)
2018 - Babak 16 Besar - ???????? Belgia - 2–3
2022 - Babak 16 Besar - ???????? Kroasia - 1–1 (kalah 1-3 adu penalti)
2026 - Babak 32 Besar - ???????? Brasil - 1–2
Tim Asia Hancur
Tersingkirnya Jepang membuat tim-tim Asia semakin hancur di Piala Dunia 2026.
Sebelumnya, dari sembilan negara Asia di Piala Dunia 2026, hanya dua yang lolos ke fase gugur, tujuh negara lain tersingkir di babak grup.
Hanya Jepang dan Australia yang lolos, sedangkan lainnya tersingkir: Iran, Irak, Yordania, Qatar, Arab Saudi, Korea Selatan, dan Uzbekistan.
Bandingkan dengan Afrika, dari 10 tim, sembilan di antaranya lolos ke fase gugur, hanya Tunisia yang gagal.
Dari 27 laga, wakil Asia hanya menang tiga kali, dengan rataan 0,67 poin per laga.
Tim Afrika bermain 30 kali, menang 10 kali.
Asia jadi yang terburuk kedua setelah Oseania dengan 0,33 poin per laga, di bawah Amerika Utara dengan 1,11 poin per laga.
Di laga pamungkas babak grup, ada lima laga tim Afrika vs Asia yang jadi penentu ke babak gugur, tak ada tim Asia yang menang, empat di antaranya kalah.
“Selain Jepang, Australia, dan mungkin Iran, semua tim perlu berkembang,” ujar pelatih Uzbekistan, Fabio Cannavaro.
Presiden Korea Selatan, Lee Jae Myung, bahkan memerintahkan untuk melakukan investigasi terhadap Timnas Korsel untuk mencari tahu apa yang terjadi.
Pelatih Hong Myung-bo langsung undur diri setelah dua tahun menjabat beberapa jam setelahnya.
“Para pemain Afrika bermain di liga besar Eropa. Hal terpenting untuk sepak bola Yordania jika ingin mendapat hasil yang lebih baik adalah memiliki pemain yang berkompetisi di liga yang lebih kuat dan kompetititf,” ujar pelatih Yordania, Jamal Sellami.
Maroko contohnya, 20 dari 26 pemain mereka memang bermain di Eropa, 15 di antaranya main di lima liga top Eropa.
Sedangkan Yordania, hanya Musa Al-Taamari yang main di Eropa bersama Rennes di Liga Prancis.
Irak dan Uzbekistan hanya punya tiga pemain di Eropa, Iran punya empat.
Hal ini berbeda dengan tim Asia yang hampir selalu tampil apik di babak grup Piala Dunia: Jepang punya 23 pemain di Eropa, Australia 16, dan Korea Selatan 15.
Sumber: BBC, Wikipedia, Google, Opta
