Inspirasi Generasi Muda Lewat Perjuangan Timnas Indonesia, The Longest Wait Hadirkan Coaching Clinic

SKOR.id – Kegiatan coaching clinic digelar dalam rangkaian aktivasi film dokumenter mengenai Timnas Indonesia, The Longest Wait, pada Selasa (2/6/2026).
Film dokumenter produksi Fremantle Indonesia dan Beach House Pictures menghadirkan kegiatan yang mempertemukan generasi muda dengan sosok-sosok inspiratif dari dunia sepak bola Indonesia.
Bertempat di ASIOP Stadium, Jakarta, coaching clinic ini diikuti oleh 45 pesepak bola muda kategori U-15. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian aktivasi The Longest Wait yang dipersembahkan oleh Aqua.
Melalui kegiatan ini, semangat yang diusung The Longest Wait diperluas ke luar layar, mengajak masyarakat memahami bahwa di balik setiap pencapaian besar selalu ada mimpi, proses, dan pengorbanan yang tidak terlihat dari apa yang kita saksikan di lapangan.
Baca Juga: Piala AFF U-19 2026: Jadwal, Hasil dan Klasemen Lengkap
Baca Juga: 23 Pemain Timnas Indonesia buat FIFA Matchday Juni 2026, Mathew Baker Berpeluang Debut Senior
Sebagai bagian dari rangkaian coaching clinic, para peserta juga mengikuti sesi talkshow bertema “No Dream Is Too Far. No Wait Is Too Long.” yang menghadirkan berbagai tokoh.
Yakni pemain Timnas Indonesia Egy Maulana Vikri, mantan penggawa Garuda Oktovianus Maniani, dan Managing Director Fremantle Indonesia Sakti Parantean.
Melalui diskusi interaktif tersebut, para peserta diajak memahami bahwa sepak bola tidak hanya tentang apa yang terjadi di atas lapangan, tetapi juga tentang mimpi, proses, pengorbanan, dan persatuan yang menjadi inti dari perjalanan yang diangkat dalam The Longest Wait.
“Acara ini digelar karena film ini juga ditujukan untuk generasi muda. Untuk penerus-penerus bangsa nantinya, khususnya di bidang olahraga, lebih khususnya lagi sepak bola,” kata Sakti Parantean.
“Karena kita melihat bahwa perjuangan dari pemain-pemain Timnas Indonesia yang masuk ke dalam jajaran saat Kualifikasi Piala Dunia kemarin itu, perjuangan dimulai dari sewaktu mereka sangat muda,” ia menjelaskan.
Dalam sesi talkshow, Egy Maulana Vikri dan Oktovianus Maniani berbagi pengalaman mengenai perjalanan mereka sebagai bagian dari sepak bola Indonesia, sementara Sakti Parantean mengulas bagaimana kisah-kisah tersebut diangkat menjadi sebuah dokumenter.
Bersama-sama, para narasumber membahas mimpi, pengorbanan, persatuan, dan makna mengenakan lambang Garuda di dada, nilai-nilai yang menjadi inti dari The Longest Wait.
Salah satu topik yang menjadi sorotan adalah bagaimana para pemain Timnas Indonesia yang berasal dari latar belakang, daerah, dan perjalanan hidup yang berbeda dapat dipersatukan oleh satu tujuan yang sama.
Nilai persatuan inilah yang juga menjadi salah satu tema utama yang diangkat dalam The Longest Wait. Sesi ini juga memperkenalkan film sebagai dokumenter yang mengajak penonton melihat sisi kehidupan para pemain Timnas Indonesia yang jarang tersorot publik.
“Saya sangat senang sebagai pemain karena film ini diluncurkan juga buat membuat orang tahu bahwa sepak bola bukan tentang hanya menang dan kalah dan juga bukan yang hanya dilihat di TV,” ucap Egy.
“Tapi ada hal-hal lain di belakang itu yang ditampilkan di film, yang membuat semua orang tahu bagaimana proses dijalani. Saya rasa itu hal yang luar biasa, sebagai pemain juga sangat bangga bisa berada di film ini.”
“Semoga anak-anak dan juga khalayak sekalian nanti akan melihat film ini dan mendapatkan hal-hal yang penting di hidup mereka supaya mereka bisa belajar ke depannya lebih baik lagi,” ia menguraikan.
Melalui pendekatan dokumenter yang intim dan personal, film ini menghadirkan kisah tentang mimpi, tekanan, keraguan, dan pengorbanan yang membentuk perjalanan para pemain hingga mampu membawa lambang Garuda di dada.
Lebih dari sekadar dokumentasi perjalanan Timnas Indonesia, The Longest Wait mengingatkan bahwa di balik setiap pertandingan, pencapaian, dan momen bersejarah selalu ada proses panjang yang jarang terlihat oleh publik.
Nilai-nilai inilah yang juga ingin dihadirkan melalui kegiatan coaching clinic, sebagai ruang bagi generasi muda untuk belajar langsung dari pengalaman para pemain dan memahami bahwa kesuksesan tidak hanya dibangun di atas lapangan, tetapi juga melalui kerja keras, disiplin, dan ketekunan dalam menjalani proses.
Karena pada akhirnya, tidak ada mimpi yang terlalu jauh, dan tidak ada penantian yang terlalu panjang. No Dream Is Too Far. No Wait Is Too Long, The Longest Wait segera hadir di bioskop pada 2026.
“Ini penting untuk usia dini karena kita punya target tujuan, harapan besar untuk Indonesia ya lewat regenerasi. Mudah-mudahan dengan adanya film ini, banyak memotivasi anak-anak untuk bisa punya mimpi yang besar,” ujar Okto Maniani.
