Home > Liga Inggris

Resmi Pamit Pasca Satu Dekade, Nama Pep Guardiola Diabadikan Manchester City

Sepuluh tahun perjalanan Pep Guardiola memimpin Manchester City dipastikan berakhir musim ini.
Image
Teguh Kurniawan Editor : Teguh Kurniawan
Pelatih Manchester City, Pep Guardiola. Sumber:(Grafis: Dede Sopatal Mauladi/Skor.id)
Pelatih Manchester City, Pep Guardiola. Sumber:(Grafis: Dede Sopatal Mauladi/Skor.id)

SKOR.id - Sepuluh tahun perjalanan Pep Guardiola memimpin Manchester City dipastikan berakhir musim ini.

Pelatih top asal Spanyol itu resmi mengumumkan bahwa dirinya akan meninggalkan The Cityzens setelah Liga Inggris 2025-2026 rampung.

Ya, laga melawan Aston Villa di Stadion Etihad, Minggu (24/5/2026), akan menjadi momen perpisahan sang juru taktik.

"Sungguh waktu yang luar biasa kita jalani bersama. Jangan tanya alasan saya pergi. Tidak ada, tapi dalam hati saya tahu ini waktunya," tulis Pep via media sosial, Jumat (22/5/2026).

"Tak ada yang abadi. Jika ada, saya akan tetap di sini. Hal yang abadi adalah perasaan, orang-orang, kenangan, dan cinta yang saya punya untuk Manchester City," tambahnya.

Pep Guardiola datang ke Manchester City pada Juli 2016. Sejak itu, dia mampu mengubah The Cityzens menjadi salah satu kekuatan menakutkan, tak hanya di Inggris tapi juga Eropa.

Selama satu dekade, dia sukses mempersembahkan enam titel Liga Inggris, tiga Piala FA, lima Piala Liga Inggris, tiga Community Shields, satu Liga Champions, satu Piala Super Eropa, dan satu Piala Dunia Antarklub.

Musim 2017-2018 menjadi salah satu yang paling diingat, ketika Manchester City mampu juara Liga Inggris dengan rekor 100 poin.

Tak cuma itu, pada musim tersebut, pasukan Pep juga mencatatkan rekor gol terbanyak (106), kemenangan terbanyak (32), poin tandang terbanyak (50), selisih gol tertinggi (+79), dan margin juara terbesar (19 poin) dalam sejarah Liga Primer.

Musim berikutnya, Manchester City asuhan Pep berhasil memenangi gelar liga, Piala FA, Piala Liga Inggris, dan Community Shield - menjadi tim Inggris pertama yang bisa menyapu semua gelar domestik dalam semusim.

Sejarah tak berhenti di sana. Musim 2022-2023, The Cityzens akhirnya sukses juara Liga Champions - lengkap dengan gelar Liga Inggris dan Piala FA.

Itu adalah treble winner perdana dalam sejarah klub, kedua di tanah Inggris setelah rival sekota Manchester United (1998-1999).

Tak lama, ada tambahan Piala Super Eropa dan Piala Dunia Antarklub, membuat Manchester City menjadi tim Inggris pertama yang bisa memenangi lima trofi elite dalam satu tahun kalender.

Pada 2023-2024, Pep mempersembahkan gelar Liga Inggris keempat beruntun buat City, sesuatu yang tak pernah dilakukan klub lain sebelumnya.

Bahkan pada musim terakhirnya, Pep masih bisa memberikan Piala FA dan Piala Liga Inggris sebagai kado perpisahan, meski gagal merebut titel Liga Inggris dari Arsenal.

Atas semua prestasi fenomenal tersebut, manajemen Manchester City berniat mengabadikan nama Pep Guardiola di Stadion Etihad.

Tribune utara alias North Stand, yang baru saja dirombak, akan diubah menjadi The Pep Guardiola Stand. Tak cuma itu, patung Pep juga akan didirikan di dekat tribune tersebut - sebuah penghormatan yang pantas buat pelatih tersukses dalam sejarah klub.

"Kami ingin memastikan warisan Pep akan selamanya terpatri di klub ini, Kota Manchester, dan sepak bola Inggris," kata Chairman Manchester City, Khaldoon Al Mubarak.

The Pep Guardiola Stand serta patung sang pelatih akan diresmikan saat laga melawan Aston Villa.

× Image