Home > Liga Inggris

3 Tim yang Terdegradasi dari EFL Championship, Pemiliknya dari Asia Tenggara

Sebanyak 3 tim yang terdegradasi dari EFL Championship, dimiliki oleh pengusaha dari Asia Tenggara.
Image
Pradipta Indra Kumara Editor : Pradipta Indra Kumara
Leicester City terdegradasi ke divisi 3 Liga Inggris. (Grafis: Deni Sulaeman/Skor.id)
Leicester City terdegradasi ke divisi 3 Liga Inggris. (Grafis: Deni Sulaeman/Skor.id)

SKOR.id - Persaingan di EFL Championship, atau kasta kedua Liga Inggris telah mencapai puncaknya, Coventry City berhak promosi langsung ke Premier League ditemani oleh Ipswich Town.

Satu tiket tersisa untuk promosi ke Premier League akan diperebutkan Milwall, Southampton, Middlesbrough, dan Hull City melalui playoff.

Jika tim-tim promosi masih menanti laga playoff, tiga tim sudah dipastikan terdegradasi ke League One, atau kasta ketiga Liga Inggris.

Ketiga tim tersebut adalah Oxford United, Leicester City, dan Sheffield United yang menempati peringkat tiga terbawah.

Baca Juga: Liga Inggris 2025-2026: Jadwal, Hasil dan Klasemen Lengkap

Baca Juga: Liga Italia 2025-2026: Jadwal, Hasil dan Klasemen Lengkap

Oxford United mengumpulkan 47 poin, Leicester City 46 poin (mendapat pengurangan enam poin), dan Sheffield United 0 poin (mendapat pengurangan 18 poin.

Ketiga tim ini memiliki kesamaan, sama-sama dimiliki orang Asia Tenggara. Hasil 2025-2026 menjadi catatan buruk bagi mereka.

Leicester City yang sempat meraih gelar di kasta teratas Liga Inggris, Premier League, kini harus turun ke kasta ketiga karena berbagai masalah yang menerpa.

Masalah keuangan menjadi penyebab mereka mendapatkan pengurangan poin, yang berpengaruh besar dalam perjalanan tim hingga akhirnya terdegradasi.

Sama seperti dua tim lainnya, Leicester City dimiliki oleh keluarga Srivaddhanaprabha, yang mulai masuk pada tahun 2010 lalu.

Berikut ini pembahasan singkat mengenai kepemilikan ketiga tim tersebut.

1. Leicester City

Masa keemasan mereka berada di era Vichai Srivaddhanaprabha, ketika secara mengejutkan menjadi yang terbaik di level Premier League pada musim 2015-2016.

Vichai Srivaddhanaprabha merupakan miliarder dari Thailand, pendiri sekaligus pemilik dari King Power.

Ia membeli Leicester City pada Agustus 2010 dari Milan Mandaric, melalui Asian Football Investment, konsorsium yang ia pimpin bersama putranya, Aiyawatt.

Vichai meninggal dunia pada 27 Oktober 2018 akibat kecelakaan helikopter, posisinya diambil alih oleh Aiyawatt atau Top hingga saat ini.

2. Sheffield Wednesday

Sama seperti Leicester City, pemilik Sheffield Wednesday hingga musim 2025-2026 adalah pengusaha Thailand.

Dejphon Chansiri tercatat menjadi pemilik Sheffield Wednesday dari tahun 2015 lalu.

Mereka mengendalikan Thai Union Group, salah satu produsen tuna kaleng terbesar di dunia.

Namun kepemimpinan mereka belum menghasilkan prestasi, dan menyisakan masalah keuangan.

Menurut laporan BBC, Arise Capital Partners, sebuah konsorsium dari Amerika Serikat telah mengambil alih kepemilikan Sheffield Wednesday.

3. Oxford United

Pada November 2025 lalu, pengusaha sekaligus Ketua Umum PSSI dan Menpora Indonesia, Erick Thohir, resmi mengambil alih 100 persen saham Oxford United.

"Oxford United mengonfirmasi bahwa Erick Thohir menambah sahamnya di klub usai mengakuisisi semua saham OXford Investment Holdings Pte. Ltd yang sebelumnya dipegang oleh Oxford United Investors Pte.Ltd.," tulis pernyataan resmi klub.

Sebelumnya pada tahun 2022 lalu, Erick Thohir dan Anindya Bakrie mengambil alih mayoritas saham dari pengusaha Thailand Sumrith "Tiger" Thanakarnjanasuth menjadi sebesar 51 persen.

Pada musim 2023-2024 Oxford United mendapat tiket promosi dari League One ke EFL Championship, dan berlaga di Divisi 2 Liga Inggris tersebut untuk musim 2024-2025 dan 2025-2026.

Sumber: BBC, Transfermarkt

× Image