Home > Liga Italia

Gagal ke Final Coppa Italia 2025-2026, Atalanta Ungkit Luka Lama dan Keputusan Kontroversial Wasit

Atalanta gagal ke final Coppa Italia 2025-2026, usai kalah lewat adu penalti pada leg kedua semifinal.
Image
Muhamad Rais Adnan Editor : Muhamad Rais Adnan
Ilustrasi klub Italia, Atalanta. (Grafis: Skor.id)
Ilustrasi klub Italia, Atalanta. (Grafis: Skor.id)

SKOR.id - Atalanta harus menelan kenyataan pahit gagal melaju ke final Coppa Italia 2025-2026. Mereka tersingkir dari ajang tersebut, usai ditaklukkan Lazio lewat adu penalti pada leg kedua semifinal di Stadion Atleti Azzuri d’Italia, Bergamo, Kamis (23/4/2026) dini hari WIB.

Kekalahan dramatis Atalanta dari Lazio di semifinal Coppa Italia menyisakan kontroversi besar. La Dea tak hanya harus menerima kenyataan tersingkir lewat adu penalti, tetapi juga meluapkan kekecewaan terhadap keputusan wasit yang dianggap merugikan.

Laga yang berlangsung ketat ini sejatinya menunjukkan daya juang tinggi Atalanta. Setelah bermain imbang 2-2 pada leg pertama di Stadion Olimpico, kedua tim kembali berimbang hingga perpanjangan waktu. Namun, adu penalti menjadi penentu, di mana kiper Lazio tampil heroik dengan menggagalkan empat eksekusi beruntun dan memastikan tiket final menghadapi Inter Milan pada 13 Mei 2026.

Meski begitu, sorotan utama justru tertuju pada sejumlah keputusan kontroversial sepanjang pertandingan. Dua gol Atalanta dianulir melalui VAR—yang pertama karena dugaan pelanggaran Nikola Krstovic terhadap kiper lawan, dan yang kedua akibat posisi offside Davide Zappacosta.

Baca Juga: Lazio Tantang Inter Milan, Jadi Perjumpaan Kedua di Final Coppa Italia

Baca Juga: Comeback Gemilang Inter Milan Taklukkan Como, Dekati Rekor AS Roma di Coppa Italia

Direktur klub, Luca Percassi, tampil mewakili tim dalam menyampaikan protes, menggantikan pelatih Raffaele Palladino yang absen dari konferensi pers usai pertandingan.

“Ketika tim tampil sangat baik, ada kesalahan yang jelas pada gol Ederson yang dianulir,” ujar Percassi kepada Sport Mediaset seperti dikutip Football Italia.

Ia menilai keputusan tersebut sangat merugikan timnya.

“Ada lebih dari satu kesalahan dari wasit, dan itu sangat disayangkan, karena kelolosan yang sepenuhnya pantas justru hilang akibat satu insiden krusial yang jelas berdampak besar pada pertandingan.”

Momen yang dimaksud terjadi saat bola mengenai tangan Mario Gila setelah terlebih dahulu terkena bagian tubuh lain, sebelum akhirnya Nikola Krstovic merebut bola dari kiper yang gagal mengamankannya. Bola kemudian diselesaikan oleh Ederson menjadi gol—yang akhirnya dianulir.

Ungkit Luka Lama

Percassi menegaskan bahwa insiden tersebut bukan satu-satunya sumber kekecewaan. Ia bahkan menyinggung luka lama saat kalah dari Lazio di final 2019.

“Ini bukan pertama kalinya terjadi kepada kami saat melawan Lazio. Kami masih menyimpan luka saat kalah di final 2019 dari mereka, dan ketika menghadapi laga sangat penting, kami kembali dirugikan dengan cara yang sulit dipercaya,” ujarnya.

Menurutnya, kesalahan seperti ini seharusnya bisa dihindari, mengingat teknologi VAR sudah tersedia.

“Kesalahan seperti ini tidak bisa dibenarkan ketika taruhannya begitu besar, apalagi wasit memiliki banyak alat bantu. Ini meninggalkan rasa pahit.”

Saat ditanya apakah protes lebih menitikberatkan pada dugaan handball atau pelanggaran terhadap kiper, Percassi menegaskan keduanya bermasalah.

“Saya rasa keduanya. Orang-orang membicarakan bola yang mengenai tangan, tapi jika tidak mengenai lututnya, bola tetap akan mengenai lengannya. Soal Krstovic, tayangan sangat jelas bahwa dia lebih dulu menyentuh bola sebelum kiper, dan benar-benar sulit dipahami bagaimana wasit bisa membuat kesalahan seperti itu,” jelasnya.

“Saya belum berbicara dengan wasit, tapi akan sulit baginya menjelaskan dua kesalahan yang begitu jelas dalam satu rangkaian kejadian.”

Kontroversi tidak berhenti di situ. Lazio juga sempat mengajukan klaim penalti atas dugaan handball Giorgio Scalvini dalam situasi yang mirip, namun keputusan wasit tetap konsisten untuk tidak menganggapnya sebagai pelanggaran.

Hasil ini memastikan Lazio melangkah ke final Coppa Italia, sementara Atalanta harus kembali menelan kekecewaan—bukan hanya karena hasil akhir, tetapi juga karena keputusan yang masih menjadi perdebatan.

Sebelumnya, Atalanta sudah pernah mencicipi enam kali partai final pada 1963, 1987, 1996, 2019, 2021, dan 2024. Namun dari enam kali tampil di partai puncak, mereka hanya bisa memenangkan satu gelar Coppa Italia pada 1963.

Sumber: Football Italia

× Image