Home > Esports

PB ESI Perkuat Komitmen Ekosistem Esports Inklusif di Momentum Hari Kartini 2026

Ekosistem Esports kini telah bertransformasi menjadi ruang aktualisasi diri dan berkarya yang tidak lagi dibatasi oleh gender
Image
Gangga Basudewa Editor : Gangga Basudewa
Timnas MLBB Women menjadi juara di IESF WEC 2025. (PB ESI) Sumber:
Timnas MLBB Women menjadi juara di IESF WEC 2025. (PB ESI) Sumber:

SKOR.id - Memperingati momentum Hari Kartini, Pengurus Besar Esports Indonesia (PB ESI) menegaskan bahwa industri Esports nasional terus berkembang menjadi semakin inklusif dan terbuka bagi siapapun untuk berprestasi termasuk para wanita.

Ekosistem Esports kini telah bertransformasi menjadi ruang aktualisasi diri dan berkarya yang tidak lagi dibatasi oleh gender, melainkan ditentukan oleh skill, kompetensi, profesionalisme, serta kontribusi nyata.

Perkembangan positif ini membuka ruang yang luas bagi perempuan untuk berkiprah dan memimpin di berbagai sektor.

Kualitas talenta perempuan Indonesia di tingkat global terbukti melalui raihan medali emas pada SEA Games 2023 Kamboja dan medali perunggu pada SEA Games 2025 Thailand.

Dominasi Tim Nasional Esports Putri Indonesia semakin dipertegas dengan keberhasilan meraih gelar juara dunia pada IESF World Esports Championship (WEC) 2024 dan mempertahankan gelar tersebut pada IESF WEC 2025.

Pencapaian ini merupakan bukti konkret bahwa Atlet perempuan Indonesia memiliki daya saing tinggi pada panggung kompetisi internasional.

Tidak hanya Tim Nasional Esports Putri Indonesia saja, banyak sekali Atlet Esports Perempuan Indonesia yang berprestasi bahkan mendapat kontrak dari tim Esports papan atas.

Salah satunya adalah Odella “Enerii” Abraham. Saat ini, ia memperkuat Falcons Vega, tim Valorant asal Arab Saudi yang dalam dua tahun terakhir menjadi tim yang diperhitungkan di kompetisi Valorant perempuan.

“Ekosistem Esports memberikan kesempatan setara bagi setiap individu yang siap bekerja keras dan berdedikasi. Hari Kartini ini menjadi momentum penting untuk mempertegas bahwa perempuan memiliki tempat yang setara, strategis, dan esensial dalam mewujudkan visi besar menjadikan esports Indonesia mendunia,” ujar Glorya Famiela Ralahallo, Manajer Tim Nasional Esports Indonesia.

PB ESI juga menyadari bahwa di tengah perkembangan industri yang sangat dinamis, tantangan bagi perempuan masih tetap ada.

Namun demikian, fokus utama PB ESI adalah terus memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada semua individu tanpa melihat batasan gender dengan menjaring talenta atlet-atlet muda, melakukan pembinaan, dan membangun ekosistem Esports yang sehat dan berstandar profesionalisme.

Dengan demikian, talenta Atlet Esports Indonesia mampu membuktikan kualitas diri mereka melalui prestasi.

Kami yakin cara paling efektif untuk menghadapi keraguan atau bias gender adalah dengan menunjukkan hasil kerja, konsistensi, dan dedikasi.

Peran Perempuan di Industri Esports

Ada banyak peluang keterlibatan perempuan di industri Esports yang mencakup berbagai posisi strategis.

Selain tampil sebagai Atlet profesional di arena pertandingan, perempuan kini juga telah mengisi peran krusial di balik layar skena kompetitif.

Misalnya, mengisi posisi sebagai manajer tim, pengurus federasi olahraga, penyelenggara turnamen (organizer), praktisi komunikasi, hingga pengembang ekosistem.

Pengalaman PB ESI dalam mengelola Tim Nasional Esports Indonesia membuktikan bahwa Esports meliputi kompetisi teknis, penerapan disiplin ketat, kerja sama tim, perumusan strategi, ketahanan mental, serta kebanggaan membawa nama negara.

Dalam manajemen Tim Nasional, peran perempuan mencakup eksekusi teknis dan operasional manajerial.

Kehadiran pemimpin perempuan di dalam manajemen tim terbukti sangat krusial dalam menjaga fokus, kekompakan, dan kesiapan mental Atlet saat menghadapi tekanan tinggi di berbagai kejuaraan internasional.

× Image