Home > National

Daftar Sanksi Komdis PSSI Terbaru, Persita Kena Denda Terbesar

Komdis PSSI kembali merilis hasil putusan sidang yang mereka lakukan pada 5-12 Februari 2026.
Image
Muhamad Rais Adnan Editor : Muhamad Rais Adnan
Ilustrasi klub Persita Tangerang. (Grafis: Dede Sopatal Mauladi/Skor.id) 
Ilustrasi klub Persita Tangerang. (Grafis: Dede Sopatal Mauladi/Skor.id)

SKOR.id - Komite Disiplin (Komdis) PSSI kembali menjatuhkan sejumlah sanksi kepada klub, ofisial, hingga pemain setelah menggelar sidang pada 5-12 Februari 2026. Beragam pelanggaran terjadi di berbagai level kompetisi.

Mulai dari penyalaan flare, kehadiran suporter tim tamu, hingga tindakan indisipliner di dalam maupun luar lapangan.

Persita Tangerang menjadi tim yang mendapatkan sanksi denda terbesar dalam daftar kali ini. Berdasarkan keputusan Komdis PSSI, Persita harus menerima sanksi denda hingga Rp100 juta.

Itu lantaran mereka terlambat memasuki lapangan pada babak kedua saat menghadapi Semen Padang dalam lanjutan Super League 2025-2026 di Stadion Haji Agus Salim, Padang, 8 Februari 2026. Karena keterlambatan itu kick-off babak kedua mundur selama 124 detik.

Pemain Persita, Mario Jardel, juga mendapat teguran keras dan diwajibkan mengganti kerusakan fasilitas stadion setelah menendang pintu masuk.

Semen Padang juga tidak luput dari sanksi. Mereka didenda Rp30 juta setelah suporter melempar botol air minum ke arah bangku cadangan Persita pada masa injury time.

Selain itu, panitia pelaksana pertandingan PSIM Yogyakarta dikenai denda Rp40 juta. Sanksi ini dijatuhkan setelah sekelompok orang menyalakan kembang api dalam radius 150 meter dari hotel tempat tim Persis Solo menginap sebelum pertandingan pada 6 Februari 2026.

Malut United FC juga didenda Rp50 juta karena tiga pemain dan dua ofisial menerima kartu kuning saat menghadapi Persib Bandung. Sanksi serupa juga dijatuhkan kepada PSM Makassar yang mendapat lima kartu kuning saat melawan PSBS Biak, dengan nilai denda yang sama.

Suporter Tamu Kembali Jadi Sorotan

Persebaya Surabaya didenda Rp25 juta karena suporter mereka hadir sebagai pendukung tim tamu saat melawan Bali United. Kasus serupa juga menimpa Arema FC, yang harus membayar denda Rp25 juta akibat kehadiran suporter tamu dalam laga kontra Persija Jakarta.

Selain denda akibat kehadiran suporter tamu, Arema FC juga harus membayar Rp50 juta karena empat pemain dan satu ofisial menerima kartu kuning dalam laga melawan Persija Jakarta.

Bali United FC juga mendapat hukuman denda Rp60 juta setelah penonton menyalakan dua flare di Tribun Utara dan Timur usai pertandingan melawan Persebaya Surabaya di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, 7 Februari lalu.

Komdis PSSI juga menghukum asisten manajer Malut United FC, Asghar Saleh. Ia dilarang beraktivitas dalam sepak bola Indonesia selama tiga bulan dan didenda Rp30 juta setelah membuat pernyataan di media sosial yang dianggap mendiskreditkan perangkat pertandingan serta sepak bola nasional.

Dari Liga Nusantara, manajer tim RANS Nusantara FC, Haruna Soemitro, dijatuhi sanksi tambahan larangan mendampingi tim selama empat pertandingan serta denda Rp12,5 juta. Ia terbukti melakukan protes berlebihan dan mendorong wasit cadangan hingga menerima kartu merah langsung saat laga melawan Dejan FC, 8 Februari 2026.

Untuk melihat daftar lengkap keputusan Komdis PSSI terbaru bisa mengeklik link ini.

Sumber: pssi.org

× Image