Hitung-hitungan Sengit ke Final Four Proliga 2026, Bandung bjb Tandamata Butuh Keajaiban di Sentul

SKOR.id - Harapan itu belum padam. Di tengah situasi yang tidak mudah, Bandung bjb Tandamata tetap memelihara peluang lolos ke final four Proliga 2026. Seri terakhir babak reguler yang akan digelar di Sentul, Bogor, Jawa Barat dalam dua pekan ke depan menjadi panggung penentuan. Selain membenahi performa, tim ini juga menanti sedikit keajaiban agar jalan menuju empat besar tetap terbuka.
Namun lebih dari sekadar hitung-hitungan klasemen, Sentul adalah momen pembuktian. Para penggawa Bandung bjb Tandamata ingin menunjukkan bahwa mereka masih layak diperhitungkan dalam peta persaingan Proliga 2026.
Secara materi pemain, tim ini sejatinya tidak kekurangan amunisi. Di sektor pertahanan maupun serangan, nama-nama seperti Maradanti Namira Tegariana, Shintia Alliva Mauludina, dan Wikantyasning Larasati konsisten menjadi tumpuan. Dalam dua laga di Bojonegoro, Maradanti—yang akrab disapa Rara—mengoleksi 22 poin dari 15 spike, 6 block, dan 1 serve. Catatan tersebut menjadi bukti kualitas middle blocker muda lokal yang terus berkembang.
Dari lini ofensif, kontribusi dua legiun Italia, Anastasia Guerra dan Giulia Angelina, memperkaya daya gedor tim. Dalam dua pertandingan debutnya di Bojonegoro, Angelina membukukan 41 poin yang terdiri dari 36 spike, 3 block, dan 2 serve. Sementara Anastasia—yang disapa Ana—menyumbang 32 poin lewat 31 spike dan 1 serve. Kombinasi ini semakin lengkap dengan kehadiran pemain muda potensial seperti Calista Maya Ersandita, Cindy Tiara Berliyan, dan Waode Ardiana.
Usai seri Bojonegoro, Ana harus kembali ke negaranya dan posisinya digantikan oleh pemain asal Republik Dominika, Madeline Jazmín Guillén Paredes. Sosok berusia 24 tahun ini bukan wajah baru karena pernah memperkuat Bandung bjb Tandamata pada Proliga 2025. Dengan tinggi 189 cm, jangkauan spike 321 cm dan block 309 cm, Madeline diharapkan membuat permainan tim semakin komplet, baik dalam menyerang maupun bertahan di dua laga tersisa babak reguler.
Perannya juga penting dalam receive untuk mengalirkan bola matang yang bisa dikonversi menjadi spike tajam, sekaligus memperkuat block dalam mengantisipasi pemain asing lawan. Sebab di lapangan, pertandingan tidak sekadar soal angka di atas kertas. Ada banyak faktor yang memengaruhi, mulai dari suhu udara, kelelahan, hingga tingkat kebugaran pemain.
Manajer tim, Drs. Asep Sukmana, M.Si, memastikan kesiapan fisik dan mental para pemain terus diasah menjelang laga krusial. “Dalam hal kebugaran, kami mempunyai pelatih fisik yang tentunya telah mempersiapkan kebugaran pemain untuk menghadapi pertandingan krusial pada hari Kamis (19/02/2026) mendatang. Tidak hanya kebugaran, kami juga terus membenahi mental bertanding, soliditas dan strategi bermain yang sudah dipersiapkan oleh tim pelatih,” jelas Asep.
Semangat serupa juga ditunjukkan Calista Maya Ersandita. Camay—sapaan akrabnya—menegaskan cedera yang sempat mengganggunya tak lagi menjadi penghalang untuk tampil maksimal. “Apa pun yang terjadi nanti, saya tetap ingin membuktikan kalau saya sebagai pemain muda, juga bisa berkontribusi besar untuk tim. Kalau cedera, saya justru lebih termotivasi untuk sembuh sesegera mungkin dan kembali lebih kuat dari sebelumnya,” ungkap Camay.
Di Seri Sentul, Bandung bjb Tandamata akan menghadapi Jakarta Popsivo Polwan pada Kamis (19/02/26) pukul 20.30 WIB, lalu bertemu Jakarta Livin’ Mandiri pada Minggu (22/02/26) pukul 20.30 WIB. Secara matematis, peluang mereka memang lebih kecil dibanding JPP dan JLM yang sudah memainkan 10 laga. Saat ini Bandung bjb Tandamata berada di posisi keenam dengan 12 poin, sementara JLM menempati peringkat keempat dengan 16 poin dan JPP di posisi kelima dengan 14 poin.
Artinya, selain wajib menyapu bersih dua kemenangan, Cindy dan kawan-kawan juga harus berharap hasil laga lain berpihak pada mereka. Apalagi dalam tiga pertemuan terakhir, mereka selalu kalah dari JPP, termasuk kekalahan 1-3 pada pertemuan sebelumnya.
Meski demikian, pelatih Risco tetap optimistis. Ia percaya perubahan komposisi dua pemain asing bisa menjadi pembeda di Sentul. “Di Pontianak dukungan suporter Popsivo luar biasa. Tapi di Sentul ini dengan perubahan dua pemain asing baru, kita yakin bisa membalas kekalahan itu. Kami juga akan tetap maksimalkan pemain muda. Kalau receive kita bagus dan block akan kita maksimalkan untuk menutup pemain asing mereka,” beber Risco.
Risco juga memastikan persoalan komunikasi antara setter dan spiker yang sempat terjadi sudah dibenahi. “Memang putaran satu kami lebih padu karena sudah latihan selama satu bulan bersama. Begitu ada rotasi pemain asing, mau gak mau kami menyesuaikan lagi dengan pemain asing baru. Tapi sebagian besar pemain sudah mengenal Madeline sehingga tidak butuh waktu lama untuk adaptasi,” ungkapnya.
Di sisi lain, JPP masih harus menghadapi Medan Falcons, sementara JLM akan bertemu Jakarta Electric PLN Mobile. Jika Bandung bjb Tandamata mampu mengalahkan JPP dan JLM, mereka tentu berharap kedua pesaing itu terpeleset di laga lainnya. Risco pun menolak menyerah sebelum semuanya benar-benar tertutup. “Tidak ada yang tidak mungkin karena apa pun masih bisa terjadi,” tandasnya.
Sejauh ini, dua tim sudah memastikan tiket final four, yakni Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia dan Jakarta Pertamina Enduro. Keduanya tak lagi terkejar di empat besar, namun tetap memburu status juara putaran kedua.
Dari sektor putra, situasi berbeda terjadi. Empat dari lima tim sudah memastikan tempat di final four setelah tersingkirnya Medan Falcons Tirta Bhagasasi. Bahkan gelar juara putaran kedua sudah menjadi milik Jakarta LavAni Livin’ Transmedia yang tak terkalahkan sepanjang dua putaran reguler di bawah asuhan David Lee.
