Home > TIMNAS INDONESIA

Transformasi Jordi Amat Bisa Jadi Senjata Timnas Indonesia pada FIFA Series 2026

Jordi Amat berpeluang kembali dipanggil Timnas Indonesia pada FIFA Series 2026 dan ditempatkan sebagai pilihan utama di posisi gelandang.
Image
Muhamad Rais Adnan Editor : Muhamad Rais Adnan
Gelandang Persija Jakarta, Jordi Amat, berpeluang kembali dipanggil ke Timnas Indonesia. (Grafis: Yusuf/Skor.id)
Gelandang Persija Jakarta, Jordi Amat, berpeluang kembali dipanggil ke Timnas Indonesia. (Grafis: Yusuf/Skor.id)

SKOR.id - Penampilan impresif ditunjukkan Jordi Amat saat membawa Persija Jakarta menang dramatis 1-0 atas Bali United di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Minggu (15/2/2026) lalu.

Tak sekadar membantu tim meraih tiga poin penting, Jordi juga terpilih sebagai Man of the Match. Menariknya, penghargaan itu ia raih bukan saat bermain di posisi naturalnya sebagai bek tengah, melainkan ketika diplot sebagai gelandang bertahan.

Dalam laga tersebut, Jordi tampil sebagai sosok sentral di lini tengah. Ia menjaga keseimbangan tim, memutus alur serangan lawan, sekaligus menjadi motor awal pembangunan serangan Persija. Perannya begitu vital dalam menjaga soliditas pertahanan hingga akhirnya kemenangan tipis 1-0 bisa diamankan.

Transformasi peran ini tentu menarik perhatian. Di usia 33 tahun, Jordi menunjukkan fleksibilitas taktik yang jarang dimiliki pemain bertahan. Ia bukan hanya kuat dalam duel dan membaca permainan, tetapi juga tenang saat mengalirkan bola dari lini kedua.

Tak heran jika performanya memantik perbincangan soal kans kembali memperkuat Timnas Indonesia, kali ini dengan peran baru sebagai gelandang bertahan.

Performa Jordi sebagai gelandang bertahan bisa menjadi opsi menarik bagi Timnas Indonesia yang kerap membutuhkan sosok berpengalaman untuk menjaga keseimbangan lini tengah pada FIFA Series 2026, Maret nanti. Dengan kemampuan membaca permainan, distribusi bola yang rapi, serta pengalaman internasionalnya, ia berpotensi memberi dimensi berbeda jika dipercaya mengisi pos nomor enam.

Apalagi, sepak bola modern menuntut gelandang bertahan yang tak hanya kuat bertahan, tetapi juga mampu membangun serangan dari bawah—peran yang sukses dijalankan Jordi dalam laga kontra Bali United.

Dia bisa menjadi salah satu opsi untuk menjadi deep-lying playmaker. Apalagi, Thom Haye yang biasa menjadi pengatur serangan Timnas Indonesia harus absen lantaran sanksi tidak boleh bermain dalam empat pertandingan.

Sementara itu, Jordi Amat pun mengakui nyaman bermain di posisi barunya ini.

“Gila rasanya bisa memenangkan penghargaan Man of the Match bermain sebagai gelandang. Tapi mungkin saya harus ganti posisi. Jadi, sangat bahagia, sangat senang bisa membantu dan semoga masih banyak lagi yang akan datang,” ujar Jordi Amat, dikutip laman resmi Persija.

Menarik untuk menunggu bagaimana peran Jordi Amat nanti jika masuk dalam daftar panggil Timnas Indonesia pada FIFA Series 2026. Sebelumnya, pelatih anyar Timnas Indonesia, John Herdman, juga sudah berkeliling ke beberapa klub Super League plus berbincang dengan para pemain berpengalaman yang menjadi langganan dalam beberapa tahun terakhir di skuad Garuda. Termasuk salah satunya dia mengunjungi Persija dan berdiskusi dengan Jordi Amat maupun Rizky Ridho.

Selain itu, pelatih asal Inggris tersebut juga menyambangi langsung beberapa pemain Timnas Indonesia yang berkiprah di Eropa seperti Emil Audero Mulyadi dan Jay Idzes.



× Image