Skorpedia: Sejarah Olahraga Kriket di Dunia dan Indonesia

6 Mei 2021, 20:55 WIB
Penulis: Nizar Galang
Editor: Doddy Wiratama
Ilustrasi permainan kriket.
Ilustrasi permainan kriket. /(pixabay.com)

SKOR.id - Kriket pertama kali dimainkan di Hamspire, Inggris pada abad ke-16. Namun, ada banyak pendapat yang bermunculan tentang asal muasal olahraga ini.

Ada yang menyebut kriket berasal dari sebuah permainan bernama creag. Permainan ini dulunya dimainkan oleh Pangeran Edward.

Selain itu, ada yang menyebutkan bahwa kriket berasal dari sebuah olahraga bernama creckett yang diketahui dimainkan pada 1598.

Dua abad setelah kemunculan awalnya, kriket baru mendapat perhatian dan dikembangkan oleh lembaga resmi di Inggris dan menjadi salah satu olahraga nasional.

Kriket akhirnya mulai diperkenalkan ke dunia oleh para tentara yang tinggal di pangkalan militer, terutama di negara persemakmuran.

Oleh sebab itu, kriket makin populer di negara-negara bekas persemakmuran Inggris, seperti Malaysia, Singapura, Pakistan, Sri Lanka, hingga India.

Olahraga ini mencapai masa keemasannya pada dua dekade sebelum perang dunia pertama terjadi.

Masa keemasan tersebut telah melahirkan pemain-pemain kriket terbaik yang diingat hingga kini, seperti William Gilbert Grace dan Sir Donald George Bradman.

Pada tahun 1909, barulah dibentuk dewan kriket internasional atau International Cricket Council (ICC).

 

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by ICC (@icc)

Saat ini, ICC bermarkas di Dubai, Uni Emirat Arab dengan anggota sebanyak 106 negara.

Sepuluh negara menjadi anggota penuh ICC, yakni Inggris, Australia, India, Bangladesh, Pakistan, Sri Lanka, Zimbabwe, Afrika Selatan, New Zealand, dan Hindia Barat (West Indies).

Sementara 96 negara lainnya terdaftar sebagai anggota tidak penuh. ICC inilah yang mengatur ajang kejuaraan kriket internasional atau Cricket World Cup.

Lahirnya Kriket di Indonesia

Jika disamakan, olahraga kriket ini mirip dengan permainan kasti yang sudah sering dimainkan masyarakat Indonesia.

Permainan ini dimainkan oleh dua tim dengan anggota tim berjumlah 11 orang dan melibatkan bola serta alat pemukul.

Kemunculan kriket di Indonesia baru terjadi pada tahun 1880-an. Saat itu, permainan ini dimainkan di Jakarta, tepatnya di daerah Monumen Nasional.

Barulah pada tahun 1992 permainan kriket makin populer hingga membentuk sebuah asosiasi yang bernama Jakarta Cricket Association (JCA).

Tidak hanya itu, bersamaan dengan asosiasi tersebut muncul pula kompetisi liga kriket di Indonesia.

Mengenal Olahraga Kriket

Lapangan kriket berbentuk bulat atau oval dengan permukaan yang tertutup rumput. Pada umumnya, lapangan kriket memiliki ukuran sekitar 137–150 meter.

Pada permainan kriket, masing-masing tim terdiri dari kapten tim (menentukan strategi dan pemain), batsman (pemukul bola), bowler (pelempar bola), dan fielders (penangkap bola).

Selain itu, ada juga wicket keeper (penangkap bola dibelakang batsman), mid on dan mid off (penjaga area kanan dan kiri batsman), gully, slips, serta long on dan long off.

Untuk peralatan yang dibutuhkan dalam pertandingan kriket, ada bat, bola, gawang atau wicket, helm, pelindung lutut, sarung tangan, dan sepatu.

Ilustrasi permainan kriket.
Ilustrasi permainan kriket. (pixabay.com)

Pertama, bat atau tongkat pemukul merupakan peralatan khusus yang digunakan oleh batsman dalam olahraga kriket untuk memukul bola.

Biasanya, alat ini terdiri dari pegangan tongkat yang melekat pada bilah kayu yang dipotong datar. Panjang bat mungkin tidak lebih dari 38 inci dan lebarnya tidak lebih dari 4,25 inci.

Kedua, bola kriket biasanya punya dua jenis dengan ukuran yang sama. Bola putih biasa digunakan di laga over terbatas, terutama pada malam saat menggunakan lampu.

Sedangkan bola merah biasa digunakan dalam tes kriket, kriket kelas satu, dan beberapa format lainnya.

Bola kriket ini punya berat sekitar 159-163 gram sedangkan pada lingkaran bola berukuran antara 224-229 mm.

Ketiga, gawang pada permainan kriket tidak menggunakan jaring melainkan terdiri dari tiga buah tonggak atau tiang yang berdiri berjajar dan ditancapkan ke tanah.

Masing-masing tonggak untuk kriket ini memiliki tinggi 71 cm dan diletakkan di ujung-ujung area yang digunakan untuk melempar dan memukul bola kriket.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by ICC (@icc)

Keempat, helm biasanya digunakan oleh pemain yang bertugas untuk batsman dan fielders.

Helm ini menutup bagian atas kepala dan dilengkapi dengan besi-besi di bagian depan yang berfungsi sebagai pelindung wajah.

Kelima, pelindung lutut pada olahraga kriket ini biasanya digunakan oleh batsman, fielders, dan juga penjaga gawang.

Pelapis kaki ini cukup tebal dan berfungsi melindungi bagian bawah kaki dari hantaman bola kriket yang keras.

Keenam, sarung tangan yang tebal dan cukup besar dibutuhkan oleh batsman supaya tongkat pemukul dapat digenggam dengan erat dan melindungi tangan dari hantaman bola.

Selain batsman, pemain yang bertugas sebagai fielders juga menggunakan sarung tangan untuk menangkap bola kriket.

Ketujuh, para pemain kriket profesional umumnya akan menggunakan sepatu khusus untuk bermain kriket yang memiliki perbedaan pada alas sepatunya.

Ikuti juga InstagramFacebook, dan Twitter dari Skor Indonesia.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Skor.id (@skorindonesia)

Berita Olahraga Lainnya:

Skorpedia: Sejarah Panahan, dari Alat Berburu dan Perang hingga Olahraga

Skorpedia: Sejarah Formula 1, Kompetisi Balap Mobil Paling Bergengsi di Dunia

  • Sumber: Kompas, icc-cricket.com
  • Tag

    Video

    Komentar

    Berita Terkait

    Olahraga Lain

    Kamis, 1 April 2021

    Skorpedia: Mengenal Swiss System, Format Turnamen Catur yang Akan Diadopsi Liga Champions

    Swiss System pertama kali digunakan pada kejuaraan catur di Zurich 1895 silam. Praktisnya sistem ini membuat sepak bola ingin mengadopsinya

    Badminton

    Kamis, 8 April 2021

    Skorpedia: Transformasi Sistem Poin Pertandingan Bulu Tangkis

    Dalam sejarah permainan bulu tangkis, setidaknya sudah ada tiga sistem penghitungan poin yang pernah diterapkan.

    Olahraga Lain

    Kamis, 15 April 2021

    Skorpedia: Golf, dari Skotlandia Merambah Dunia

    Golf memiliki sejarah panjang dari yang awalnya merupakan permainan rakyat menjadi olahraga kelas atas.

    Terbaru

    Olahraga Lain

    Selasa, 22 Juni 2021

    Kemenpora Jajaki Kerja Sama dengan Bosnia-Herzegovina dalam Bidang Olahraga dan Kepemudaan

    Menpora Zainudin Amali menerima kunjungan Duta Besar Indonesia untuk Bosnia dan Herzegovina, Roem Kono.

    Berita

    Selasa, 22 Juni 2021

    Usain Bolt Umumkan Kelahiran Anak Kembarnya di Hari Ayah Internasional

    Usain Bolt mengumumkan kelahiran dua putra kembarnya di Hari Ayah Internasional, Minggu (20/6/2021).

    Olahraga Lain

    Selasa, 22 Juni 2021

    Jadwal Siaran Langsung Olahraga di TV Hari Selasa (22/6/2021)

    Berikut ini adalah jadwal siaran langsung olahraga di TV untuk hari Selasa (22/6/2021) hingga Rabu dini hari WIB.

    Olahraga Lain

    Selasa, 22 Juni 2021

    WHO Akan Dukung dan Pastikan Penyelenggaraan Olimpiade Tokyo Aman untuk Dihadiri Penonton

    Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) akan melakukan pembahasan dengan Komite Olimpiade Internasional (IOC) terkait penanggulangan Covid-19 di Jepang.

    Olahraga Lain

    Senin, 21 Juni 2021

    Jelang Olimpiade 2021, Tim Atletik Indonesia Dibantu Pelatih Terbaik Dunia 2016

    PB PASI mendatangkan Harry Marra untuk memberikan pelatihan ke pelatih-pelatih Indonesia

    Olahraga Lain

    Senin, 21 Juni 2021

    Utus Lifter Transgender ke Olimpiade Tokyo, Begini Pembelaan Selandia Baru

    Inklusivitas jadi pertimbangan Selandia Baru mendukung Laurel Hobbard maju ke Olimpiade Tokyo.

    Berita

    Senin, 21 Juni 2021

    Bertemu Portugal di Piala Dunia Futsal, Pivot Timnas Thailand Merasa Beruntung

    Suphawut Thuanklang tak gentar meski timnas futsal Thailand satu grup dengan Portugal di Piala Dunia Futsal 2021.

    Olahraga Lain

    Minggu, 20 Juni 2021

    2 Perenang Indonesia Tembus Olimpiade Tokyo via Jalur Wild Card

    Aflah Fadlan Prawira dan Azzahra Permatahani lolos Olimpiade Tokyo usai meraih poin tertinggi di IOT, 19-20 Juni.

    Olahraga Lain

    Minggu, 20 Juni 2021

    Demi Tambah Wakil di Olimpiade Tokyo, Voli Pantai Indonesia Harus Menang di Thailand

    Tim bola voli pantai Indonesia akan berebut tiket ke Olimpiade Tokyo di Babak Kualifikasi, 25-27 Juni 2021.

    Olahraga Lain

    Minggu, 20 Juni 2021

    Panitia Tokyo Pamerkan Interior Olympic Village untuk Atlet dan Ofisial Staf

    Peraturan ketat diberlakukan untuk para penghuni Kampung Olimpiade selama event tersebut berlangsung.
    X