Skor 5: Jajaran Rookie Terbaik MotoGP pada Era Sebelum 1980-an

6 Agustus 2022, 20:15 WIB
Editor: Aditya Fahmi Nurwahid
Rookie terbaik MotoGP sebelum era 1980an.
Rookie terbaik MotoGP sebelum era 1980an. /(Dok.Skor/Wibi/Magang)

  • Musim rookie menjadi musim yang krusial bagi setiap rider MotoGP.
  • Beberapa rookie bahkan sudah mencuri perhatian di kelas tertinggi, seperti Marc Marquez dan Jorge Martin.
  • Namun, persaingan rookie di MotoGP sudah tampak bahkan sebelum musim 1980-an.

SKOR.id - Rookie menjadi salah satu sorotan pada kompetisi balap MotoGP. Para pembalap baru ini kerap kali menawarkan persaingan ketat sejak musim debutnya.

Musim ini misalnya, sosok Marco Bezzecchi (Mooney VR46 Academy) mencuri perhatian dengan mencuri podium kedua pada MotoGP Belanda.

Atau, sosok Marc Marquez serta Jorge Martin, dua "Rookie of the Year" terbaik pada dekade terakhir.

Namun, persaingan antar rookie ini tampak sejak "jaman baheula." Kelas tertinggi balapan sudah menjadi panggung para pembalap debutan bahkan sebelum tahun 1980-an.

Skor Indonesia merangkum beberapa pembalap rookie legendaris yang bersinar di kelas tertinggi balap motor.

1. Geoff Duke, 1950

Pembalap dengan penyandang gelar Juara Dunia enam kali ini merupakan pembalap legenda asal Inggris dengan julukannya "The Duke."

The Duke memenangkan balapan dan gelar bersama dengan tim Norton dan Gilera. Ia juga dikenal sebagai pembalap termasyhur para eranya dan menjadi salah satu tokoh olahraga paling terkenal.

Kembali ke masa keemasan, Duke memenangkan kejuaraan dunia dari kedua kategori yakni 350cc dan 500cc pada tahun 1951 bersama Norton.

Pada tahun sebelumnya Duke berhasil memenangakan balapan di Isle of Man TT. yang membuat dirinya mampu menonjol di ajang GP 500cc. Duke juga pernah kehilangan gelar setelah kalah hanya selisih satu poin saja dari rivalnya ketika itu.

2. John Surtees, 1956

Pada usianya 22 tahun kala itu Surtees berhasil memenangkan gelar juara dunia bersama MV Agusta pada tahun pertamanya ketika di kelas premier.

Surtees memenangkan tiga balapan pada musim 1956, dan sekaligus menyandang gelar juara dunia pada musim tersebut, dan itu adalah gelar pertama dari 7 gelar juara dunia yang ia raih.

Setelah menyandang juara dunia pada tahun 1960 di kelas GP500cc dan GP350cc, Surtees kemudian berlabuh ke Formula 1 dan berhasil memenangkan kejuaran dunia pada tahun 1964 bersama dengan Ferrari.

Hingga saat ini, hanya Surtees yang berhasil menggandeng gelar juara dunia roda dua dan roda empat.

3. Jarno Saarinen, 1973

Jarno menjadi satu-satunya pembalap Finlandia yang mendapatkan gelar juara dunia hingga pada eranya.

Debutannya di kelas premier dimulai pada tahun 1973 setelah berhasil menyandang gelar juara dunia pada tahun sebelumnya di kelas 250cc.

Dengan ciri khas gaya menikungnya yakni Knee down. Saarinen benar-benar membuat dunia balap motor berguncang.

Saarinen mampu memenangkan dua seri pembuka pada tahun 1973, Namun Sayang, setelah dua seri pembuka Saarine harus kehilangan nyawanya di Sikuit Monza pada bulan Mei tahun 1973.

Hidupnya secara tragis terputus setelah dirinya ngalami kecelakaan yang parah di Italia, dan dampak Saarinen di tingkat kejuaraan dunia diakui dan dicatatkan dalam sejarah dengan tersematnya nama sang legenda ke Hall of Fame MotoGP lima tahun lalu.

4. Kenny Roberts, 1978

Pada 1978 sang Raja Kenny Roberts muncul di ajang Grand Prix MotoGP sebagai Rookie.

Pembalap asal Amerika itu memulai debutannya pada tahun 1978 dan menyandang gelar Juara dunia di musim pertamanya, sekaligus mencatatkan namanya dalam sejarah sebagai pembalap Amerika yang dapat menjuarai gelar Juara Dunia di ajang Motor Grand Prix.

Selama berkarir di kancah premier, Kenny Roberts berhasil menyandang gelar juara dunia sebanyak tiga kali.

Lalu, Robert memutuskan untuk menjadi manajer tim dan berhasil memenangkan kejuaraan, plus menyaksikan putra kecilnya Kenny Jr yang memenangkan kejuaraan pada tahun 2000.

5. Giacomo Agostini, 1965

Giacomo Agostini melakoni musim perdananya di kelas 500cc pada tahun 1965. Bersama MV Agusta, Agostini langsung menduduki peringkat kedua klasemen akhir dengan catatan sekali menjadi pemenang.

Kemenangan Giacomo Agostini didapatkan pada GP Finlandia. Ia mengasapi Paddy Driver dan Fred Stevens, duo rider tim Matchless GP.

Skor 5 Lainnya: 

Skor 5: Momen Paling Ikonik dalam Sejarah Liga Inggris

Skor 5: Gelandang Serang Terbaik asal Belgia, Charles De Ketelaere Bisa Ikuti Jejak Mereka

 

 

  • Sumber: gpone.com, The Race, GPblog
  • Tag

    Video

    Berita Terkait

    Liga Spanyol

    Sabtu, 6 Agustus 2022

    VIDEO: Mengintip Hari Pertama Jules Kounde di Barcelona

    Cuplikan video hari pertama Jules Kounde di Barcelona.

    Liga Spanyol

    Sabtu, 6 Agustus 2022

    Agenda Awal Robert Lewandowski di Barcelona: Presentasi di Depan 57 Ribu Penggemar, Kunjungi Museum dan Barca Store

    Setelah disambut oleh banyak orang pada presentasinya pada hari Jumat, striker Robert Lewandowski melanjutkan hari besarnya dengan mengenal rumah barunya, Spotify Camp Nou, dengan lebih baik lagi.

    Liga Spanyol

    Sabtu, 6 Agustus 2022

    Sudah Pamitan kepada Chelsea, Marcos Alonso Kian Dekat dengan Barcelona

    Rumor Marcos Alonso ke Barcelona menguat setelah sang pemain dikabarkan sudah berpamitan kepada Chelsea.

    Terbaru

    Bola Nasional

    Minggu, 2 Oktober 2022

    Presiden UEFA Sampaikan Duka Cita Mendalam untuk Korban Tragedi Kanjuruhan

    Presiden UEFA, Aleksander Ceferin, mengaku sangat terkejut dan berduka atas Tragedi Kanjuruhan.

    Timnas Indonesia

    Minggu, 2 Oktober 2022

    Hasil Piala Asia Futsal 2022: Indonesia Menang dan Cetak Sejarah, Lolos ke Perempat Final

    Timnas futsal Indonesia memastikan diri lolos ke babak 8 besar Piala Asia Futsal 2022 usai mengalahkan Cina Taipei.

    Nusantara

    Minggu, 2 Oktober 2022

    Piala Dunia Amputasi 2022: Indonesia Dikalahkan Inggris, Langsung Menatap AS

    Indonesia kalah dari Inggris dalam laga kedua mereka di Piala Dunia Amputasi 2022.

    Liga 1

    Minggu, 2 Oktober 2022

    Skormeter: Rating Pemain dan MoTM Laga Liga 1 pada 1 Oktober 2022

    Inilah rating pemain dan man of the match (MoTM) dari dua laga Liga 1 2022-2023 pada hari pertama Oktober tahun ini.

    Liga 1

    Minggu, 2 Oktober 2022

    Kesaksian Abel Camara soal Kisah Pilu di Ruang Ganti Pemain Arema FC dalam Tragedi Kanjuruhan

    Striker asing Arema FC, Abel Camara, menjadi saksi dalam tragedi kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/10/2022).

    Timnas Indonesia

    Minggu, 2 Oktober 2022

    Prediksi dan Link Live Streaming Guam vs Indonesia di Kualifikasi Piala Asia U-17 2023

    Berikut prediksi dan link live streaming Guam vs Indonesia di Kualifikasi Piala Asia U-17 2023, Senin (3/10/2022).

    Liga 1

    Minggu, 2 Oktober 2022

    Kapolri Ungkap 125 Korban Jiwa Tragedi Kanjuruhan, Lima Korban Masih Kritis di RSUD

    Kapolri bersama Menpora, Ketua Umum PSSI, serta Gubernur Jawa Timur mengunjungi Stadion Kanjuruhan.

    Liga Top Skor

    Minggu, 2 Oktober 2022

    Hasil Liga TopSkor U-15 2022-2023: Diklat ISA Berbagi Poin dengan Fifa Farmel

    Pelatih Diklat ISA, Kinan Putra mengaku kurang puas dengan hasil yang di dapat timnya pada lanjutan laga grup Skor Olahbola Ellevate Liga TopSkor U-15 2022-2023.

    Liga Top Skor

    Minggu, 2 Oktober 2022

    Hasil Liga TopSkor U-15 2022-2023: Pelatih Cipta Gemilang Beberkan Faktor Kekalahan Timnya dari Erlangga

    Dibawah hujan lebat, Cipta Gemilang gagal merebut kemenangan dari Erlangga pada lanjutan laga Olahbola Ellevate Liga TopSkor U-15 2022-2023.

    Liga Top Skor

    Minggu, 2 Oktober 2022

    Hasil Liga TopSkor U-15 2022-2023: Bawa Pulang Satu Poin, Pelatih Telesandi Ungkap Permainan Timnya Sudah Maksimal

    Telesandi harus puas berbagi angka setelah bermain imbang dengan MMJ Tangguh pada lanjutan laga Olahbola Ellevate Liga TopSkor U-15 2022-2023.
    X