Terdampak Covid-19, Nasib Malaysia Open 2020 di Ujung Tanduk

30 Juni 2020, 22:15 WIB
Cover artikel bulu tangkis. /Grafis Dede S. Mauladi / Skor.id
Penulis: Any Hidayati
Editor: Doddy Wiratama

 

  • BAM mulai ragu untuk melanjutkan Malaysia Open 2020 yang dijadwalkan bergulir 17-22 November.
  • Biaya operasional yang tinggi dan nihil pemasukan dari tiket menjadi pertimbangan utama BAM.
  • Nasib Malaysia Open 2020, tetap digelar atau dibatalkan, bakal segera ditentukan.

SKOR.id - Tidak hanya penyelenggara Indonesia Open 2020 yang mengalami dilema di tengah situasi pandemi Covid-19, nasib sama juga dirasakan Malaysia Open 2020.

Sebelumnya, Malaysia Open 2020 yang seharusnya berlangsung di Axiata Arena, Kuala Lumpur Malaysia pada akhir Maret lalu diundur ke 24-29 November.

Meski sudah mendapat tanggal pengganti, tetapi pihak penyelenggara Malaysia Open 2020 justru mulai merahi dengan nasib turnamen tersebut.

Asosiasi Bulu Tangkis Malaysia (BAM) awalnya optimistis turnamen BWF World Tour Super 750 tersebut akan berlangsung tanpa kendala di tengah situasi pandemi Covid-19.

Namun, melihat pandemi Covid-19 yang tak kunjung menunjukkan pertanda mereda, membuat BAM dilanda dilema dan bahkan berniat untuk membatalkan turnamen.

Bagi Presiden BAM, Datuk Seri Mohamad Norza Zakaria, penyelenggaraan Malaysia Open 2020 hanya akan menimbulkan lebih banyak kerugian.

Anggapan itu muncul karena kemungkinan besar turnamen bakal berlangsung tertutup tanpa penonton. Otomatis, pihak penyelenggara akan nihil pemasukan dari penjualan tiket.

Padahal, beban yang ditanggung untuk menggulirkan turnamen terhitung cukup besar secara finansial. 

Panitia Malaysia Open 2020 pun harus menyiapkan uang hadiah total bernilai 750.000 dolar Amerika Serikat atau setara dengan Rp10,7 miliar.

Keinginan untuk mundur makin kuat lantaran Malaysia Open 2020 tak lagi memperebutkan poin kualifikasi Olimpiade 2020. Alhasil, tingkat kompetitif ajang ini jelas sedikit menurun.

"Malaysia Open 2020 juga tidak akan masuk dalam turnamen penyumbang poin untuk Olimpiade Tokyo 2020," kata Mohamad Norza Zakaria dilansir dari malaymail.com.

"Kami juga harus mempertimbangkan kondisi federasi yang sedang berjibaku dengan pandemi Covid-19."

Asosiasi Bulu Tangkis Malaysia (BAM) dalam pertimbangan untuk membatalkan gelaran Malaysia Open 2020.

Mohamad Norza Zakaria pun menambahkan, peluang pemain elite dunia mampir ke negaranya juga diprediksi bakal menurun.

Hal ini dikarenakan pemerintah Malaysia masih menerapkan larangan berkunjung untuk pelancong luar negeri selama masa pandemi.

Zakaria menegaskan, nasib Malaysia Open 2020 akan segera ditentukan dalam waktu dekat karena tur BWF akan dibuka kembali mulai September mendatang.

Chinese Taipei Open 2020 pada 1-6 September akan menjadi penanda dibukanya kembali turnamen bulu tangkis dunia yang telah dibekukan sejak 16 Maret silam.

Ikuti juga InstagramFacebookYouTube, dan Twitter dari Skor Indonesia.

Berita Bulu Tangkis Lainnya: 

BAM Menjamin Hadiah Uang Malaysia Open 2020 Tak Berkurang

Incar Medali Emas Olimpiade 2020, Tunggal Putri Cina Andalkan Chen Yu Fei 

Tag

Berita Terkait

Latest