Lanjut atau Batal, Nasib Wimbledon Ditentukan Pekan Depan

26 Maret 2020, 12:40 WIB
Atmosfer pertandingan final tunggal putra Wimbledon 2019 antara Novak Djokovic melawan Roger Federer di All England Lawn Tennis Club, London, 14 Juli 2019. /Laurence Griffiths/AFP
Penulis: Muhamad Fadli Ramadan
Editor: Lily Indriyani

  • Grand Slam Wimbledon terancam ditunda bahkan dibatalkan akibat Covid-19 yang makin meluas di Inggris.
  • Pertemuan darurat bakal dilakukan, pekan depan, untuk melihat kemungkinan apakah Wimbledon bisa diselenggarakan. 
  • All England Club menyingkirkan opsi untuk menggelar turnamen tanpa penonton.

SKOR.id – Turnamen Grand Slam Wimbledon yang rencananya berlangsung di All England Lawn Tennis and Croquet Club (AELTC) mulai 29 Juni, terancam ditunda hingga batal.

Keputusan soal masa depan Wimbledon apakah digelar atau batal akan diumumkan AELTC, pekan depan, usai melakukan pertemuan dengan pihak-pihak terkait. 

Sebelumnya, AELTC yakin menggelar turnamen sesuai dengan jadwal. Tapi, meningkatnya kasus corona (Covid-19) di Inggris membuat mereka berpikir ulang.

Baca Juga: Kaitkan Cedera dengan Pandemi Corona, Joan Mir Ingatkan Pentingya Kesehatan

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Eksekutif All England Club Richard Lewis, Kamis (26/3/2020) seperti dikutip dari yahoosport.com.

"AELTC bakal melanjutkan evaluasi rinci dari semua skenario turnamen 2020, termasuk penundaan dan pembatalan karena dampak Covid-19."

"Pertemuan darurat Dewan Utama AELTC dijadwalkan pekan depan. Kami juga akan berkomunikasi dengan LTA, ATP, WTA, ITF dan grand slam lain."

Sikap ini diambil AELTC karena persiapan Wimbledon yang membutuhkan tak sebentar. Sementara itu, kasus corona di Inggris, meningkat setiap hari.

"Konstruksi untuk turnamen harus dimulai sejak April. Tapi, berdasarkan saran dari otoritas kesehatan masyarakat, kami hanya punya waktu singkat." 

"Kami juga tidak ingin menggelar turnamen (Wimbledon) tanpa dihadiri penonton (karena adanya pembatasan dari pemerintah)," Richard Lewis menambahkan. 

Baca Juga: Pacar Hamil, Bintang Muda Real Madrid Langgar Karantina dan Terancam Bui

Sekadar informasi, Rabu (25/3/2020) WIB, Pangeran Charles dinyatakan positif terjangkit corona. Satu hari setelah Inggris menerapkan pembatasan akses total (lockdown).

Keputusan ini diambil karena sikap geram Pemerintah Inggris terhadap banyaknya masyarakat yang tidak mengindahkan imbauan social distancing.  

Padahal, jumlah korban meninggal akibat virus corona di Inggris sudah mencapai 335 orang. Adapun untuk total kasus positiv Covid-19 menembus 6.650.

"Covid-19 memberikan tantangan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Bahkan, terus memengaruhi terus hidup kita dengan cara yang sulit dibayangkan," ujar Lewis.

Baca Juga: Peduli Covid-19, Conor McGregor Sumbang Rp17,8 Miliar untuk APD

Soal opsi membatalkan Wimbledon, diakui Lewis, muncul. Namun, dengan catatan kondisi di Inggris benar-benar tak bisa diantisipasi lagi.  

"Pertimbangan terpenting adalah kesehatan fan dan kami bertanggung jawab atas keputusan yang kami buat. Kami akan bekerja keras untuk mewujudkan event tahun ini." 

Indian Wells menjadi turnamen pertama yang terkena dampak Covid-19. Namun, penyelenggara dan ATP menjadwal ulang pada 7 Juni 2020. 

Tag

Berita Terkait

Latest