Home > Liga TopSkor

Direktur LTS Puas Lihat Perkembangan TSI di Singa Cup 2026, Bukan Sekadar Kejar Gelar Juara

Direktur Liga TopSkor, M Yusuf Kurniawan, mengaku puas dengan pencapaian sekaligus perkembangan yang ditunjukkan TSI U-16 pada Singa Cup 2026.
Image
nizar galang Editor : Nizar Galang
Cover tim TopSkor Indonesia. (Wiryanto/Skor.id) Sumber:
Cover tim TopSkor Indonesia. (Wiryanto/Skor.id) Sumber:

SKOR.id – Direktur Liga TopSkor, M Yusuf Kurniawan, mengaku puas dengan pencapaian sekaligus perkembangan yang ditunjukkan TopSkor Indonesia (TSI) U-16 pada Singa Cup 2026.

TSI U-16 memang harus mengakhiri turnamen sebagai runner-up setelah kalah 0-1 dari wakil Thailand, Khampaengphet, pada pertandingan final di Stadion Serangoon, Jumat (7/11/2026) siang.

Namun, kekalahan tersebut terjadi dalam situasi yang tidak biasa. Pertandingan final tidak dapat diselesaikan hingga peluit panjang setelah faktor cuaca atau force majeure membuat laga harus dihentikan ketika masih menyisakan sembilan menit waktu permainan.

Dengan kondisi tersebut, skuad asuhan Yunus Muchtar harus menerima hasil akhir 0-1 dan merelakan gelar juara Singa Cup 2026 kepada Khampaengphet.

Meski demikian, M Yusuf Kurniawan tetap memberikan apresiasi tinggi terhadap perjuangan para pemain TSI U-16 sepanjang turnamen.

"Alhamdulillah misi di Singa Cup 2026 ini tuntas, walaupun hasilnya tidak sesuai harapan. Kita ketahui bersama bahwa final kemarin sangat menarik, tapi kita tidak bisa menyelesaikan laga karena force merjeur dan anak-anak dinyatakan kalah 0-1 diwaktu yang tersisa sembilan menit," kata M Yusuf Kurniawan.

Menurut Bung Yuke pencapaian di Singa Cup 2026 bukan semata-mata diukur dari keberhasilan meraih gelar juara. Perkembangan individu, kekompakan, hingga karakter pemain menjadi hal yang lebih penting untuk diperhatikan.

"Secara keseluruhan saya sangat senang dan puas karena melihat perkembangan mereka makin terlihat sejak babak grup hingga ke pertandingan final itu sudah luar biasa, mereka sudah terlihat chemistry nya, secara individu juga sudah kelihatan peningkatan," jelasnya.

Tim TopSkor Indonesia U-16 menempati peringkat kedua di Singa Cup 2026. (Wiryanto/Skor.id)
Tim TopSkor Indonesia U-16 menempati peringkat kedua di Singa Cup 2026. (Wiryanto/Skor.id)

Ia menegaskan, keikutsertaan TSI dalam turnamen internasional merupakan bagian dari proses pembinaan untuk mencetak pemain berkualitas yang memiliki karakter kuat.

Menurutnya, pengalaman menghadapi kemenangan maupun kekalahan menjadi bagian penting dalam membangun mentalitas pemain sebelum melangkah ke jenjang sepak bola yang lebih tinggi.

"Ini lah yang sebenernya kita cari, TSI itu ikut turnamen internasional bukan cari menang-menangan, tapi kita mencari dan membina pemain-pemain juara yang mempunyai karateristik dalam pertandingan dan mempunyai mental yang kuat juga termasuk dalam menerima kekalahan ataupun kegagalan," ungkap Bung Yuke.

Bung Yuke berharap pengalaman di Singa Cup 2026 dapat menjadi salah satu tahapan penting bagi para pemain TSI U-16 untuk melanjutkan perjalanan menuju level profesional hingga memperkuat tim nasional Indonesia.

"Saya harap ini menjadi salah satu proses dari mereka untuk melaju ke jenjang profesional hingga ke tim nasional."

Ia juga mencontohkan sejumlah alumni Liga TopSkor dan TopSkor Indonesia yang berhasil menembus level tertinggi sepak bola nasional.

Nama-nama seperti Zanadin Fariz, Andre Oktaviansyah, Muhammad Ferrari, hingga Dony Tri Pamungkas menjadi sedikit gambaran pemain yang diharapkan lahir dari proses pembinaan Liga TopSkor.

"Sama halnya seperti alumni LTS dan TSI sebelumnya yang berhasil ke top level, ada Zanadin Fariz, Andre Oktaviansyah, Muhammad Ferrari, hingga Dony Tri Pamungkas itu lah yang kita cari pemain dengan karakter juara bukan tim juara," pungkasnya.

× Image