APPI Bongkar Tunggakan Gaji di Liga Indonesia, 114 Pemain Belum Terima Hak

SKOR.id - Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) mengungkap persoalan serius terkait pemenuhan hak pemain menjelang bergulirnya kompetisi Liga Nusantara 2026/2027 atau Liga 3 pada 13 November 2026.
Berdasarkan data dan laporan yang dihimpun hingga November 2026, terdapat tujuh klub yang masih memiliki tunggakan gaji maupun kompensasi kontrak terhadap 114 pemain. Total kewajiban yang belum diselesaikan tersebut mencapai hampir Rp5 miliar.
Temuan ini menjadi sorotan APPI karena persoalan tunggakan gaji masih menghantui sepak bola Indonesia, termasuk kompetisi kasta bawah.
Padahal, keterlambatan pembayaran hak pemain bukan sekadar masalah administrasi, melainkan menyangkut keberlangsungan hidup para pesepakbola profesional.
Baca Juga: MPL Indonesia Season 18: Hasil, Jadwal, Klasemen Lengkap
Baca Juga: Liga Champions 2026-2027: Jadwal, Hasil, dan Klasemen Lengkap
APPI menilai kondisi tersebut dapat menimbulkan tekanan psikologis sekaligus menghilangkan kepastian finansial bagi pemain. Situasi semakin rentan bagi mereka yang berkompetisi di Liga Nusantara maupun kompetisi daerah karena sepak bola menjadi sumber penghasilan utama dengan keterbatasan alternatif pendapatan lainnya.
Salah satu kasus yang menjadi perhatian adalah Sriwijaya FC. Para pemain klub berjuluk Laskar Wong Kito tersebut hingga kini belum mendapatkan penyelesaian atas hak-haknya, meskipun komunikasi dengan pihak klub telah beberapa kali dilakukan.
Persoalan Sriwijaya FC bahkan berlangsung lintas musim kompetisi, yakni 2022/2023, 2023/2024, 2024/2025, hingga 2025/2026. Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa pemenuhan kewajiban terhadap pemain masih menjadi pekerjaan rumah serius yang belum terselesaikan.
Selain itu, APPI juga menyoroti sejumlah klub yang memiliki tunggakan tetapi tidak lagi mempunyai status operasional yang jelas maupun mengikuti kompetisi. Beberapa di antaranya adalah Persiwa Wamena, Kalteng Putra, Persewar Waropen, dan Persikabo 1973.
Menurut APPI, berhentinya operasional klub atau hilangnya status keikutsertaan dalam kompetisi tidak serta-merta menghapus kewajiban untuk membayar hak pemain. Pemain tetap berhak mendapatkan kompensasi atas kontrak dan pekerjaan yang telah mereka jalankan.
Karena itu, APPI mendesak agar tata kelola kompetisi sepak bola Indonesia diperbaiki melalui mekanisme verifikasi dan pengawasan yang lebih ketat. Rekam jejak klub dalam memenuhi kewajiban kepada pemain juga harus menjadi salah satu pertimbangan utama dalam persyaratan keikutsertaan kompetisi.
APPI turut mengingatkan para pemain untuk tetap menjaga profesionalitas dan memperkuat solidaritas. Organisasi tersebut menegaskan kesiapannya memberikan pendampingan serta memperjuangkan hak-hak pemain melalui mekanisme yang berlaku.
APPI menegaskan bahwa tunggakan gaji tidak boleh dianggap sebagai sesuatu yang lumrah atau risiko yang harus diterima seorang pesepakbola. Sebab, hak pemain merupakan kewajiban klub yang harus dihormati dan dipenuhi.
