Home > Balap

Moto3 Qatar: 3 Sejarah Veda Ega Pratama di Sirkuit Lusail

Ada beberapa memori Veda Ega Pratama di Sirkuit Lusail jelang gelaran Moto3 Qatar akhir pekan ini.
Image
Thoriq Az Zuhri Yunus Editor : Thoriq Az Zuhri Yunus
Ada beberapa memori Veda Ega Pratama di Sirkuit Lusail jelang gelaran Moto3 Qatar akhir pekan ini. (Grafis: Yudhy Kurniawan/Skor.id)
Ada beberapa memori Veda Ega Pratama di Sirkuit Lusail jelang gelaran Moto3 Qatar akhir pekan ini. (Grafis: Yudhy Kurniawan/Skor.id)

SKOR.id - Jelang Moto3 Qatar akhir pekan ini, ada beberapa memori Veda Ega Pratama di Sirkuit Lusail.

Moto3 Qatar harusnya dihelat pada 12 April lalu, tetapi diundur hingga pekan ini karena situasi perang di Timur Tengah.

Kini kembali ke Sirkuit Lusail, ada beberapa memori Veda Ega Pratama di sini.

Pertama, Lusail jadi saksi internasional pertama Veda.

Baca Juga: Kimi Antonelli dan 5 Juara Dunia F1 Termuda Sepanjang Masa

Baca Juga: Moto3 2026: Hasil, Jadwal, Klasemen Lengkap

Lusail adalah sirkuit tempat Veda mencicipi atmosfer kompetisi internasional untuk pertama kalinya pada musim 2022.

Ia berstatus sebagai pembalap termuda di ajang IATC 2022, yakni baru menginjak usia 13 tahun.

Pada musim debutnya di sirkuit ini, Veda sempat mencuri perhatian para pengamat setelah melakukan aksi penyelamatan gemilang menggunakan lututnya saat ia nyaris mengalami kecelakaan dalam kecepatan tinggi.

Kedua, Veda juga punya catatan mengesankan di sirkuit ini.

Secara keseluruhan, dari 4 kali kesempatan balapan di Lusail pada ajang Asia Talent Cup, Veda sukses mencatatkan 3 kali naik podium, termasuk 2 kemenangan pada tahun 2023.

Musim 2022, ia gagal finis di Race 1 lalu naik podium dengan finis ketiga di Race 2.

Di musim 2023, Veda tampil sebagai juara dua kali di dua Race yang dihelat di sini.

Ketiga, Lusail jadi saksi pemecahan rekor yang bersejarah.

Pada seri penutup IATC tanggal 18–19 November 2023 di Lusail, dua kemenangan yang diraih Veda bukan sekadar kemenangan biasa.

Balapan di Lusail tersebut resmi memecahkan rekor poin tertinggi sepanjang sejarah Asia Talent Cup sejak ajang ini pertama kali digelar pada 2015.

Veda menutup musim dengan total 256 poin, melampaui rekor legendaris milik pembalap Jepang Ayumu Sasaki yang sempat bertahan lama (203 poin).

Sumber: Google, Wikipedia

× Image