Tiwi/Fadia Juara Hylo Open 2026, Ada Jejak Trauma Masa Lalu

SKOR.id - Ganda putri Indonesia, Amallia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti, mengukir prestasi membanggakan dengan menjuarai Hylo Open 2026.
Mereka mengalahkan unggulan pertama asal Taiwan, Hsu Yin-hui/Lin Jhih-yun, 21-18, 21-19, pada partai final di Saarlandhalle, Saarbrucken, Jerman, Minggu (1/11/2026).
Keberhasilan tersebut ternyata memiliki makna lebih dari sekadar tambahan gelar.
Terutama buat Fadia, momen ini menghapus kenangan pahit yang pernah dialaminya di turnamen yang sama tiga tahun lalu.
Ya, saat masih berpasangan dengan Apriyani Rahayu, Fadia juga pernah mencapai final Hylo Open 2023.
Namun, kala itu harapannya untuk menjadi juara terpaksa kandas setelah Apriyani mengalami cedera di gim kedua.
Kejadian tersebut begitu membekas sehingga Fadia sempat merasa sedikit down jelang menghadapi Hsu/Lin.
Baca Juga: Hylo Open 2026: Tiwi/Fadia Persembahkan Gelar Juara, Jojo Hanya Runner-up
Baca Juga: Leani Ratri Oktila, Cetak Sejarah Empat Emas Beruntun Asian Para Games
"Tahun 2023 saya mencapai babak final Hylo Open bersama Apriyani Rahayu. Sempat ada trauma karena di game pertama sudah menang, namun di game kedua kak Apriyani saat itu cedera," kata Fadia.
"Sebelum pertandingan (lawan Hsu/Lin) agak kebayang-bayang juga, dan sedihnya ada juga. Tapi saya berusaha fokus lagi pas udah di lapangan, lebih tenang dan lebih atur nafasnya lagi," tambahnya.
Untungnya, kali ini Fadia mampu melewati situasi tersebut dengan hasil berbeda. Bersama Tiwi, dia berhasil menjaga fokus dan ketenangan hingga pertandingan berakhir.
Mereka beberapa kali tertinggal dari pasangan Taiwan, tapi secara luar biasa sanggup membalikkan keadaan untuk membawa pulang gelar.
"Alhamdulillah sangat senang dan bahagia karena kami bisa mengambil gelar di Super 500 kali ini," ujarnya.
"Secara permainan sebenarnya tidak ada yang berubah dari lawan, kami menerapkan strategi yang sama di game pertama dan game kedua. Namun, di game kedua kami terlalu banyak melakukan kesalahan sendiri dan lawan jadi lebih berani buat menyerang kami," dia melanjutkan.
Sementara, Tiwi mengaku sangat bersyukur bisa meningkatkan pencapaian bersama Fadia.
Setelah menjuarai BWF World Tour Super 300 di Thailand Masters 2026, Februari lalu, sekarang mereka naik level dengan merengkuh titel Hylo Open 2026 yang berstatus Super 500.
Tiwi mengakui pertandingan final berlangsung ketat sejak awal hingga memasuki poin-poin krusial.
Namun, arahan pelatih Karel Mainaky menjadi salah satu faktor penting yang membantu mereka melewati tekanan.
"Permainan tadi cukup ketat, dari awal sampai game poin, tapi kami mencoba untuk tetap tenang, fokus, dan tidak terburu-buru," ujar Tiwi.
"Coach Karel banyak mengingatkan untuk lebih berani, saling menutup satu sama lain, nekat, dan memaksa karena ini match terakhir," lanjutnya.
Gelar Hylo Open 2026 menjadi modal berharga bagi Tiwi/Fadia untuk menatap persaingan di level yang lebih tinggi ke depannya.
Sisa tahun ini mungkin sudah tak ada lagi tur level Super 750 atau Super 1000, tapi BWF World Tour Finals 2026 sudah menanti.
Tiwi/Fadia termasuk salah satu pasangan yang punya peluang besar berlaga di turnamen tutup musim tersebut.
"Gelar ini sangat berarti bagi saya untuk modal kami melaju lebih jauh lagi," kata Tiwi.
"Gelar ini dipersembahkan untuk Coach Karel, Coach Nitya, Coach Kelana, tim ganda putri Indonesia, keluarga dan pasangan saya yang selalu mendukung saya bagaimanapun keadaan saya, tidak lupa seluruh rakyat Indonesia yang selalu percaya dan mendukung kami," dia memungkasi.
Sumber: PBSI
