Home > Other Sports

Target Asian Para Games 2026 Lampaui Target, Fokus Kontingen Indonesia Fokus 2 Agenda Besar

Kontingen Indonesia lampaui target di Asian Para Games 2026, kini fokus ke ASEAN Para Games 2027 dan Paralimpiade 2028.
Image
Pradipta Indra Kumara Editor : Pradipta Indra Kumara
Asian Para Games 2026 Aichi-Nagoya. (Grafis: Kevin Bagus Prinusa/Skor.id)
Asian Para Games 2026 Aichi-Nagoya. (Grafis: Kevin Bagus Prinusa/Skor.id)

SKOR.id- Kontingen Indonesia melampaui target pencapaian di Asian Para Games 2026. Kini fokus diarahkan ke dua agenda besar lain, ASEAN Para Games 2027 di Kuala Lumpur, Malaysia, dan Paralimpiade 2028 di Los Angeles, Amerika Serikat.

Pada Asian Para Games 2026, kontingen Indonesia berangkat ke Jepang pada 13 Oktober 2026, membawa 103 atlet yang bertarung di 12 cabang olahraga, targetnya 7 medali emas, 8 perak, dan 12 perunggu.

Target tersebut telah dikalkulasi terkait performa para atlet dalam masa persiapan menuju Nagoya, dalam kalkulasi ini juga telah diperhitungkan hilangnya cabor para catur yang tak dipertandingkan, padahal ini merupakan lumbung medali emas di edisi 2022.

Ternyata situasi yang berjalan melebihi ekspektasi, hingga Jumat (23/10/2026) malam, Indonesia telah mengumpulkan 14 medali emas, 20 perak, dan 37 perunggu, dua kali lipat dari target.

Baca Juga: Leani Ratri Oktila, Cetak Sejarah Empat Emas Beruntun Asian Para Games

Baca Juga: PB Percasi Resmi Gelar Kejurnas Catur Ke-51, Misi Mempopulerkan dan Mencetak Generasi Penerus

Chef de Mission (CdM) Kontingen Indonesia, Reda Manthovani, memberi apresiasi kepada perjuangan para atlet, pelatih dan ofisial.

"Ini kebanggaan bagi kami dan ini total kami dari hari pertama hingga hari kelima ini mendapatkan 14 emas, 20 perak, 37 perunggu. Artinya sudah melebihi target 100 persen lebih, karena target kami hanya tujuh emas, delapan perak, dan 17 perunggu," kata Reda Manthovani.

"Terima kasih atas segala dukungan dari warga masyarakat Indonesia, baik yang ada di Indonesia maupun yang ada di Jepang ini, atas doa, restunya, dan segalanya yang telah disupport kepada kami," ujarnya menambahkan.

Kontingen Indonesia tak hanya sukses dari ukuran pencapaian medali, selain itu ada beberapa atlet muda atau debutan yang ikut mencatatkan prestasi.

Termasuk atlet asal Bali, I Kadek Dwi Purwana Yasa, yang meraih medali emas lempar cakram F57, dengan lemparan terjauh di dunia, sekaligus mempertajam catatan di kelas tersebut dengan jarak 49,75 meter, di usianya yang baru 18 tahun.

Selain itu ada atlet renang asal Kabupaten Kampar, Abdil Majid Rahman, yang meraih emas di usia 17 tahun, ditambah lagi masih ada atlet muda lain yang meraih perak dan perunggu.

Reda menilai para atlet muda termasuk para peraih medali perlu mendapat wadah dalam proyek pemusatan latihan nasional (pelatnas) jangka panjang.

Fungsinya untuk mengontrol konsistensi dalam berproges menuju ASEAN Para Games 2027 dan Paralimpiade 2028.

Leani Ratri Oktavia/Hikmat Ramdani meraih medali emas ganda campuran para bulu tangkis SL3-SU5 Asian Para Games 2026. (Foto: Dok. Kemenpora/Grafis: Skor.id)  
Leani Ratri Oktavia/Hikmat Ramdani meraih medali emas ganda campuran para bulu tangkis SL3-SU5 Asian Para Games 2026. (Foto: Dok. Kemenpora/Grafis: Skor.id)

"Makanya kami ingin mendorong nih pemerintah khususnya Kemenpora lebih memperpanjang Pelatnas. Makanya, itu menjadi salah satu cara agar si atlet-atlet ini bisa tetap konsisten," kata Reda.

"Saya melihat, kenapa banyak atlet yang enggak dapet medali ataupun medalinya perunggu (di Nagoya), karena rata-rata tuh permasalahan fisik. Untuk Asian Para Games ini aja, pemerintah melalui Kemenpora hanya memberikan jatah Pelatnas tiga bulan. Itu sebenarnya kurang cukup. Makanya diperlukan ya paling minimal tuh enam bulan. Terlebih kenapa? terlebih di tahun depan ada yang namanya ASEAN Para Games di Malaysia dan tahun 2028 itu ada Paralimpiade di Los Angeles," lanjut Reda.

Apresiasi juga diberikan atlet para renang senior, Jendi Pangabean, ketika dirinya harus puas dengan medali perak, di saat tiga emas dipersembahkan para atlet muda.

"Ini membuktikan adanya regenerasi di para renang. Saya harap kedepannya makin banyak atlet-atlet muda, karena saya juga menyadari sudah senior atau sudah berumur. Jadi, saya sangat senang dengan atlet-atlet baru, seperti Majid, Cantik, dan Rifky juga luar biasa, serta yang lain-lainnya," kata Jendi.

Jendi berharap agar para atlet menjaga disiplin dalam latihan dan tidak cepat berpuas diri.

"Dengan prestasi yang sudah diraih hari ini, ada level yang lebih tinggi lagi tentunya (untuk dikejar). Saya berharap mereka tetap bisa menjaga kondisi, konsisten. Kita juga bareng di Pelatnas, jadi kita bisa saling mengingatkan," ujar Jendi menambahkan.

Asian Para Games 2026 akan ditutup Sabtu (24/10/2026), tetapi Indonesia masih berpeluang menambah medali lewat cabor boccia, para panahan, dan para angkat berat.

Sumber: Kemenpora

× Image