The Times Minta Maaf soal Gaji Kedua Gianni Infantino, FIFA Sebut Ada Pihak yang Berupaya Melemahkan

SKOR.id - FIFA memberikan tanggapan terkait pemberitaan The Times, yang membahas tentang "gaji kedua" milik Presiden FIFA, Gianni Infantino.
Pihak The Times sudah menarik pemberitaan tentang Gianni Infantino, terkait pembayaran tambahan di luar gaji dari FIFA.
The Times mengakui bahwa pembayaran yang dipermasalahkan adalah bentuk kompensasi atau gaji tambahan bagi Gianni Infantino, sesuai dengan aturan pelaporan pajak di negara asalnya, Swiss.
"FIFA dan Presiden FIFA menerima permintaan maaf dari The Times," bunyi pernyataan FIFA.
Baca Juga: FIFA Janjikan Dana Hibah Rp448 Miliar per Negara Hasil Keuntungan Piala Dunia 2026
Baca Juga: Puji Erick Thohir, Presiden FIFA Belum Bisa Lupakan Kemenangan Timnas Indonesia
"FIFA mencatat adanya permintaan maaf yang diterbitkan oleh The Times menyusul pemberitaan yang tidak akurat dan merugikan," bunyi pernyataan berikutnya.
The Times melaporkan pada 13 Okotober 2026 bahwa Gianni Infantino menerima gaji kedua, yang tidak diungkapkan FIFA.
Gianni Infantino disebut menerima bayaran sekitar Rp31,8 miliar, dari perusahaan pengelola Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat.
Laporan FIFA menyebutkan Infantino menerima Rp104,14 miliar termasuk gaji pokok dan bonusnya.
FIFA menyebut pemberitaan tersebut keliru, peraturan yang berlaku tak mengharuskan FIFA mencantumkan pengeluaran serta penggantian biaya yang diterima Infantino.
Hal tersebut tidak dikategorikan sebagai kompensasi menerut ketentuan pelaporan di Swiss.
FIFA juga mengungkapkan bahwa Infantino tak membeli properti di Miami dengan harga di bawah nilai pasar, seperti yang diberitakan sebelumnya.
Pihak Infantino dan keluarganya juga bukan pemilik dari Shadi LCC, dan tak memiliki kendali atas perusahaan tersebut.
FIFA menyambut positif permintaan maaf dari The Times atas kesalahan tersebut.
Namun, FIFA melihat adanya upaya terencana dan berkelanjutan dari pihak terntentu untuk melemahkan mereka dan sang presiden.
FIFA pun mendesak media untuk bertanggung jawab dan memverifikasi, setiap sumber informasi, untuk mencegah pemberitaan yang keliru dan bersifat mencemarkan nama baik.
Melalui pernyataannya, FIFA menyambut pengawasan yang sah, tetapi bukan menjadi pembenaran untuk memperbesar tuduhan yang tidak sah.
FIFA akan terus menentang secara langsung dan tegas, setiap pemberitaan tidak akurat dan menyesatkan.
Sumber: FIFA
