Kasus Penyerangan Bus Persib EPA, Ketum The Jakmania Minta Maaf dan Kawal hingga Siap Cabut KTA

SKOR.id - Kelompok suporter Persija Jakarta, The Jakmania, memastikan akan terus mengawal kasus penyerangan rombongan bus tim Elite Pro Academy (EPA) Persib Bandung.
Bus Persib U-18 diserang sejumlah oknum The Jakmania di Rest Area KM 360 Batang, Jawa Tengah, pada 11 Oktober 2026, yang menimbulkan kerusakan, kehilangan, hingga luka.
Atas kejadian tersebut, Ketua Umum (Ketum) The Jakmania, Muhammad Aditya Putra, menyampaikan permohonan maaf dan memastikan akan terus mengawal penyelesaian kasus.
Ia pun menegaskan, Kamis (15/10/2026) malam, pihaknya selaku organisasi resmi pendukung Persija berkomitmen untuk menghormati penyelesaian yang dilakukan pihak berwenang.
Baca Juga: Super League 2026-2027: Jadwal, Hasil dan Klasemen
Baca Juga: Championship 2026-2027: Jadwal, Hasil dan Klasemen
"Saya ingin mengucapkan permohonan maaf yang sebesar-besarnya untuk siapapun yang istilahnya terganggu atau marah dan sebagainya karena ulah dari teman-teman. Dan juga sekali lagi permohonan maaf untuk semua," kata Aditya.
"Untuk saat ini kami masih mengikuti pengembangan dari perkara ini. Karena setahu saya, informasi yang saya dapat, ini masih dalam tahap penyelidikan. Dan saya rasa pengembangan ini masih sangat kami ikuti," ia menguraikan.
Sebenarnya, pihak kepolisian telah menangkap salah satu pelaku buntut penyerangan tersebut. Salah satu pelaku tersebut berinisial BPA yang merupakan warga Kota Bambu, Palmerah, Jakarta Barat.
"Saya belum tahu nih nanti untuk ke depannya apakah akan bertambah lagi yang tersangka dan sebagainya. Jadi saya masih sangat menunggu, masih terus menunggu proses-prosesnya," Aditya menambahkan.
Sehubungan dengan itu, ia pun menegaskan pihaknya akan memberlakukan sanksi jika pelaku terbukti merupakan anggota resmi The Jakmania, termasuk pencabutan Kartu Tanda Anggota (KTA).
"Kalau untuk anggota, ya pasti kami lakukan pencabutan KTA. Kalau untuk organisasi wilayahnya, kami bisa macam-macam sebenernya. Dari pembekuan, atau misalkan skorsing dan sebagainya," ujar Aditya.
"Tapi kami masih dalam penggodokan, karena kami masih menunggu dari pengembangan penyelidikan maupun penyidikan yang dilakukan oleh kepolisian,” ia memungkasi di Sekretariat The Jakmania, Jakarta.
