Home > National

Misi Besar Serena Francis untuk Garudayaksa Women

Serena Francis ditunjuk sebagai manajer Garudayaksa Women untuk mengarungi kompetisi IWL 2026-2027.
Image
Muhamad Rais Adnan Editor : Muhamad Rais Adnan
Serena Francis ditunjuk sebagai manajer Garudayaksa Women pada IWL 2026-2027. (Foto: Dok. Garudayaksa FC/Grafis: Skor.id) 
Serena Francis ditunjuk sebagai manajer Garudayaksa Women pada IWL 2026-2027. (Foto: Dok. Garudayaksa FC/Grafis: Skor.id)

SKOR.id - Serena Francis resmi dipercaya menjadi manajer tim Garudayaksa FC Women untuk mengarungi Indonesia Women’s League (IWL) 2026-2027. Keputusan tersebut diumumkan CEO Garudayaksa FC, Dusan Bogdanovic, pada 14 Oktober 2026. Manajemen berharap kehadiran Serena dapat memperkuat fondasi tim, terutama dalam menyelaraskan kebutuhan pemain, program pelatih, dan dukungan organisasi.

Bagi Dusan, tantangan Garudayaksa Women bukan hanya mengumpulkan pemain berbakat, tetapi juga menyatukan mereka menjadi sebuah tim yang memiliki daya saing. Karena itu, peran manajer dinilai penting untuk menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan permainan dan pencapaian prestasi.

“Kami ingin talenta yang ada tumbuh menjadi tim yang solid dan berani melampaui ekspektasi. Serena diharapkan memastikan dukungan manajemen berjalan baik agar pelatih dan pemain dapat fokus mengembangkan permainan serta memperjuangkan prestasi,” ujar Dusan, dalam rilis resmi tim.

Serena memiliki bekal pengalaman dalam pengelolaan sepak bola, khususnya di sektor pembinaan pemain. Sejak 2021, ia menjalankan peran sebagai CEO sekaligus manajer Bintang Timur Academy di Atambua. Ia juga pernah menjadi asisten manajer tim Indonesia U-16 ketika mengikuti Barcelona Football Festival di Spanyol pada 2023.

Baca Juga: Super League 2026-2027: Jadwal, Hasil dan Klasemen

Baca Juga: Jelang Lawan Isenmulang Kalteng FC, Persijap Jepara Pecat Mario Lemos

Pengalaman tersebut menjadi modal bagi Serena untuk menjalankan tanggung jawab barunya. Di Garudayaksa Women, ia akan bekerja bersama pelatih kepala Yopie Riwoe yang menyiapkan tim dengan pendekatan sebagai underdog. Posisi itu justru ingin dimanfaatkan untuk bermain lepas dan berusaha melampaui ekspektasi.

“Status underdog bukan batas ambisi. Coach Yopie meramu kekuatan di lapangan, kami memastikan dukungan di belakangnya. Merajut talenta berarti membangun kepercayaan, kekompakan, dan kesempatan agar setiap pemain berani menunjukkan kemampuan terbaiknya,” kata Serena.

Menurutnya, target menghadirkan kejutan harus disertai proses yang jelas. Kedisiplinan dalam persiapan dan kerja sama seluruh elemen tim menjadi bagian penting untuk menghadapi setiap pertandingan, sekaligus membantu pemain meningkatkan kemampuan mereka sepanjang kompetisi.

“Kami ingin tumbuh dalam setiap pertandingan. Dengan tim yang solid dan semangat pantang menyerah, kami siap memperjuangkan hasil terbaik sekaligus membuka ruang lebih luas bagi perempuan untuk berprestasi melalui sepak bola,” tambahnya.

Selain mengejar hasil di lapangan, Serena juga menaruh perhatian pada terbukanya kesempatan bagi perempuan untuk berkembang melalui sepak bola. Ia berharap perjalanan Garudayaksa Women dapat menjadi bagian dari upaya memperluas ruang bagi pemain perempuan untuk menunjukkan kemampuan dan meraih prestasi.

Ujian pertama Garudayaksa Women sudah menanti pada 18 Oktober 2026 di Stadion Madya, Jakarta. Mereka akan berhadapan dengan Persita Women dalam laga perdana IWL 2026-2027, pertandingan yang sekaligus menandai dimulainya perjalanan tim di kompetisi tersebut.

× Image