Greg Nwokolo Sentil Suporter Timnas Indonesia

SKOR.id - Mantan pemain Timnas Indonesia, Greg Nwokolo, kembali menyoroti hubungan pemain dengan suporter.
Pemain kelahiran Nigeria yang kini aktif sebagai pundit sepak bola itu tidak setuju dengan kebiasaan pemain menghampiri tribun dan meminta maaf secara langsung kepada suporter setiap kali tim mengalami kekalahan atau hasil yang mengecewakan.
Menurut Greg, sepak bola merupakan pertandingan yang selalu memiliki dua kemungkinan hasil. Karena itu, dukungan suporter seharusnya tidak hanya diberikan ketika tim menang.
“Ini game. Pertandingan. Ada menang dan ada kalah. Tidak selamanya harus menang. Suporter harus fair dong,” ujar Greg dalam kanal YouTube-nya, Kamis (24/9)
Pernyataan Greg dikaitkan dengan kejadian setelah Timnas Indonesia ditahan Singapura 1-1 pada laga terakhir Grup A Piala AFF 2026, Agustus lalu.
Baca Juga: Daftar Roster Lengkap Semua Tim MPL Indonesia Season 18
Baca Juga: MPL Indonesia Season 18: Hasil, Jadwal, Klasemen Lengkap
Usai pertandingan, sejumlah suporter Indonesia yang hadir di stadion meluapkan kekecewaan kepada pemain dan pelatih. Situasi bahkan sempat memanas ketika pemain berada di sekitar tribun. Sejumlah pemain kemudian berupaya menghadapi dan menenangkan situasi tersebut.
Bagi Greg, suporter memang mempunyai hak untuk kecewa. Namun, tuntutan agar pemain selalu meminta maaf setelah gagal menang menurutnya perlu dipertanyakan.
“Jika benar-benar suporter setia, klub atau timnas, ia datang ke stadion untuk total kasih dukungan, dari sebelum main hingga selesai, mau menang atau kalah.”
Greg bahkan menyarankan suporter yang tidak siap menerima kekalahan untuk menyaksikan pertandingan dari rumah.
“Jika gak siap, lebih baik di rumah aja. Nonton dari televisi. Sehingga gak malah datang ke stadion, nuntut harus menang, dan lalu marah-marah serta meminta pemain minta maaf karena kalah. No!”
Pernyataan tersebut kembali menjadi perbincangan menjelang pertemuan Indonesia kontra Singapura dalam FIFA ASEAN Cup 2026.
Kedua negara akan kembali bertemu di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Jumat (25/9/2026) pukul 20.00 WIB. Pertandingan ini merupakan laga perdana Grup A bagi Indonesia dalam edisi pertama FIFA ASEAN Cup.
Menariknya, duel tersebut berlangsung hanya sekitar tujuh pekan setelah pertemuan terakhir kedua tim yang berakhir 1-1 dan membuat Indonesia gagal menembus semifinal Piala AFF.
Di media sosial, pandangan Greg mendapat respons beragam. Sejumlah netizen justru menyatakan setuju dengan pesan mantan pemain Timnas Indonesia tersebut.
Akun *@gian_qiu_qiu* menulis, “Mmg ada benarnya sih...klu pertandingan menang trus maana enak...masa iya smua klub menang semua biar gk minta maaf.”
Komentar senada datang dari *@nwb.noob*: “iya bjir namanya game ada menang ada kalah supporter indo maunya menang mulu.”
Sementara *@rifandikailhamakbar* menulis singkat, “Bang greg ada benarnya juga perkataanya.”
Ada pula *@jannespinem* yang menyoroti pemain Timnas Indonesia, “Aneh sih pemain sekaliber Jay Idzes harus minta maaf sama gerombolan suporter FOMO.”
Sedangkan *@laurens_edwin* menawarkan pandangan yang lebih moderat. Menurutnya, antusiasme penonton jangan sampai berubah menjadi tekanan berlebihan bagi pemain.
“Antusiasme penonton jangan malah menjadi beban utk kompetisi yg bersifat turnamen. Mgkin lebih cocok jika di pertandingan/match terakhir dalam group, kegiatan menyapa penonton bisa dilakukan - supaya jgn ada ekspektasi terlalu tinggi atau malah merendahkan jika timnas bermain di luar harapan penonton yg hadir,” tulisnya.
Kini, perhatian kembali tertuju ke GBK. Indonesia dan Singapura akan kembali berhadapan. Kali ini, tantangannya bukan sekadar hasil pertandingan, tetapi juga bagaimana pemain dan suporter membangun atmosfer dukungan yang tetap bergairah tanpa mengubah hasil pertandingan menjadi tuntutan untuk selalu menang.
