Home > National

Erick Thohir Pastikan Kesiapan Stadion Si Jalak Harupat untuk FIFA ASEAN Cup 2026

Erick Thohir mengecek langsung kesiapan Stadion Si Jalak Harupat dan venue latihan di Bandung, Kamis (24/9/2026).
Image
Muhamad Rais Adnan Editor : Muhamad Rais Adnan
Ketum PSSI, Erick Thohir. (Grafis: Skor.id)
Ketum PSSI, Erick Thohir. (Grafis: Skor.id)

SKOR.id — Persiapan Indonesia sebagai tuan rumah FIFA ASEAN Cup 2026 terus dimatangkan menjelang pertandingan perdana. Ketua Umum PSSI Erick Thohir turun langsung mengecek kesiapan sejumlah fasilitas yang akan digunakan dalam turnamen resmi FIFA tersebut, Kamis (24/9/2026).

Salah satu lokasi yang menjadi perhatian adalah Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung. Stadion tersebut menjadi venue pertandingan Grup B Divisi 1 yang mempertemukan Thailand, Vietnam, Filipina, dan Pakistan.

Dalam peninjauannya, Erick memastikan kondisi stadion, termasuk lapangan pertandingan dan pemasangan branding turnamen, telah berada dalam tahap akhir persiapan.

“Saya ingin memastikan persiapan di Jalak Harupat berjalan seperti biasa. Seperti biasa artinya sudah baik. Makanya kita coba cek tadi branding-nya seperti apa. Alhamdulillah sudah mulai terpasang hampir 80 persen di lapangan,” ucap Erick Thohir, dalam rilis resmi Kemenpora.

Baca Juga: FIFA ASEAN Cup 2026: Jadwal, Hasil, dan Klasemen Lengkap

Baca Juga: Pemain Keturunan dan Naturalisasi di FIFA ASEAN Cup 2026, Terbanyak Bukan di Timnas Indonesia

Pria yang juga Menpora RI itu pun menyebut kualitas lapangan Si Jalak Harupat berada dalam kondisi baik dan siap digunakan untuk pertandingan dengan standar FIFA.

Dukungan FIFA juga terasa dalam aspek operasional penyelenggaraan. Menurut Erick, badan sepak bola dunia tersebut turut menangani kebutuhan logistik dan transportasi tim peserta, termasuk melakukan pemesanan hotel dalam jumlah besar di wilayah Bandung.

Ketum PSSI, Erick Thohir (tengah), saat meninjau kesiapan Stadion Si Jalak Harupat, Kamis (24/9/2026). (Foto: Dok. Kemenpora)
Ketum PSSI, Erick Thohir (tengah), saat meninjau kesiapan Stadion Si Jalak Harupat, Kamis (24/9/2026). (Foto: Dok. Kemenpora)

“Karena itu saya ucapkan terima kasih kepada FIFA yang sudah memberikan dukungan yang luar biasa kepada Indonesia,” tuturnya.

FIFA ASEAN Cup 2026 memiliki karakteristik berbeda karena berlangsung dalam kalender FIFA. Kondisi tersebut memungkinkan para pemain yang dipanggil memperkuat negara masing-masing untuk bergabung tanpa terkendala agenda klub.

Erick menilai situasi tersebut akan berdampak terhadap kualitas pertandingan yang tersaji sepanjang turnamen.

“Nah ini yang membedakan FIFA ASEAN Cup, pertandingan-pertandingannya sangat layak untuk disaksikan,” terang Erick didampingi Bupati Bandung Dadang Supriatna dan Kapolda Jawa Barat Inspektur Jenderal Polisi Pipit Rismanto.

Erick juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Bandung, Polda Jawa Barat, serta berbagai pihak yang terlibat dalam persiapan turnamen.

Ia berharap masyarakat Bandung dan daerah sekitarnya ikut memenuhi stadion untuk menyaksikan pertandingan sekaligus menjadikan turnamen tersebut sebagai momentum memperkenalkan sepak bola berkualitas kepada masyarakat.

“Jadi terima kasih kalau Pak Bupati dan Pak Kapolda bisa mengundang masyarakat yang memang suka bola, supaya kita belajar bagaimana juga meningkatkan sepak bola di daerah-daerah atau di grassroot, dengan pertandingan-pertandingan berkelas supaya bisa menginspirasi,” urainya.

Selain kesiapan stadion, sejumlah dukungan untuk mobilitas penonton dan pengelolaan lingkungan juga disiapkan. Salah satunya melalui penyediaan shuttle bus di beberapa titik.

Erick menegaskan FIFA ASEAN Cup bukan sekadar agenda pertandingan sepak bola, tetapi juga bagian dari upaya Indonesia menghadirkan event olahraga internasional berskala besar.

“Karena ini bukan hanya sekadar pertandingan sepak bola, tetapi bagaimana Pemerintah, Bapak Presiden ingin Indonesia punya event-event besar internasional. Salah satunya ini yang beliau dukung penuh, ada government guarantee, beliau tanda tangan langsung sehingga kita terpilih menjadi tuan rumah FIFA ASEAN Cup,” jelasnya.

Menurut Erick, penyelenggaraan turnamen juga berpotensi memberikan dampak ekonomi sekaligus menjadi kesempatan bagi Indonesia menunjukkan kesiapan infrastruktur dan kapasitas sebagai tuan rumah event internasional.

“Maka seperti tadi saya sampaikan kepada Pak Bupati, menjadi showcase, ajang ini menunjukkan bahwa Indonesia adalah negara yang besar, juga menunjukkan pembangunan infrastruktur,” tegasnya.

Cek Tiga Venue Latihan di Kota Bandung

Selain Si Jalak Harupat, Erick pada Kamis siang juga mengecek tiga fasilitas latihan di Kota Bandung, yakni Lapangan ITB, Stadion Sidolig, dan Stadion Arcamanik.

Dalam agenda tersebut, Erick didampingi Wali Kota Bandung Muhammad Farhan. Pengecekan dilakukan untuk memastikan para peserta mendapatkan fasilitas latihan yang memadai sebelum menjalani pertandingan.

Ketum PSSI, Erick Thohir (kiri), saat mengecek kesiapan Lapangan ITB. (Foto: Dok. Kemenpora)
Ketum PSSI, Erick Thohir (kiri), saat mengecek kesiapan Lapangan ITB. (Foto: Dok. Kemenpora)

Lapangan ITB menjadi lokasi pertama yang dikunjungi. Erick turut melihat ruang ganti pemain serta menyempatkan diri mengunjungi Museum ITB. Setelah itu, peninjauan berlanjut ke Stadion Sidolig dan Stadion Arcamanik.

“Fasilitas yang ada di ITB dan Arcamanik sudah sesuai dengan standar yang tinggi dari FIFA. Sedangkan Sidolig, masih butuh beberapa hari untuk recovery. Tetapi alhamdulillah beberapa tim kemarin sudah latihan di Lapangan ITB dan hari ini Arcamanik sudah mulai dipakai latihan,” ujar Erick.

Di sisi lain, Muhammad Farhan menyambut positif keputusan FIFA dan PSSI memilih Bandung sebagai salah satu lokasi penyelenggaraan FIFA ASEAN Cup 2026.

“Sebagai tempat latihan untuk FIFA ASEAN Cup, tentu harus punya standar internasional. Ini kesempatan kami untuk meningkatkan kualitas lapangan latihan di Kota Bandung,” ucap Farhan.

Sumber: Kemenpora

× Image