Seperti Bermain Game, Kenali Risk Reward Ratio dalam Trading

SKOR.id - Stockity merupakan salah satu platform yang bisa dipergunakan untuk melakukan berbagai aktivitas trading online.
Namun, sebelum membuka posisi, para trader perlu memahami informasi terkait manajemen risiko agar setiap keputusan mempunyai batas kerugian dan target keuntungan yang lebih jelas dan salah satu konsep yang dipergunakan yaitu risk reward ratio.
Risk reward ratio atau rasio risiko dan imbal hasil dipergunakan membandingkan potensi kerugian dengan keuntungan pada suatu transaksi. Contohnya, trader menetapkan risiko Rp200.000 dan mempunyai target keuntungan Rp400.00 jadi transaksi tadi memakai ratio 1:2.
Pertama tentukan berapa jumlah risiko yang mampu ditanggung pada satu transaksi. Besarnya risiko disesuaikan dengan besarnya modal dan usahakan jangan terlalu besar agar nantinya saat satu posisi gagal tidak akan memberikan dampak yang signifikan pada keseluruhan dana.
Baca Juga: Daftar Roster Lengkap Semua Tim MPL Indonesia Season 18
Baca Juga: MPL Indonesia Season 18: Hasil, Jadwal, Klasemen Lengkap
Stop loss juga harus ditempatkan pada kondisi pasar. Nantinya trader bisa mempertimbangkan beberapa hal seperti:
Support dan resistance, berguna mengetahui area yang memiliki potensi menjadi batas pergerakan harga.
Struktur harga, berfungsi agar stop loss tidak ditempatkan secara sembarangan, dan Ukuran posisi, yang perlu disesuaikan dengan jarak antara harga masuk dan stop loss
Setelah berhasil menentukan risiko yang bisa ditangani, trader juga bisa menetapkan seberapa besar target profitnya berdasarkan pada hasil analisis. Contohnya, resistance bisa menjadi bahan pertimbangan target untuk posisi beli, sedangkan support bisa digunakan pada posisi jual.
Rasio 1:2 atau 1:3 sering dipergunakan karena mampu memberikan potensi keuntungan yang jauh lebih besar dibandingkan risikonya. Namun, rasio tinggi tidak secara otomatis membuat transaksi menjadi lebih baik. Target yang terlalu jauh justru dapat membuat harga menjadi lebih sulit mencapai take profit.
Risk reward ratio akan lebih baik ketika tidak dinilai hanya dari satu transaksi saja. Trader juga perlu melakukan evaluasi pada beberapa posisi guna mengetahui apakah rasio yang dipergunakan tadi memang sesuai dengan strategi serta kondisi pasar.
Evaluasi bisa termasuk di dalamnya tingkat keberhasilan transaksi, keuntungan rata-rata, kerugian rata-rata, dan juga kondisi saat strategi menghasilkan hasil yang tidak baik. Jadi, trader bisa melakukan penyesuaian sesuai dengan data, tidak hanya sekedar perkiraan.
Penerapan yang dilakukan secara konsisten akan membuat Stockity bisa dimanfaatkan untuk sarana dalam menjalankan rencana trading sebelumnya. Selalu ingat untuk mengambil keputusan dengan benar berdasarkan pada analisis pengelolaan modal dan juga disiplin di dalam membatasi risiko.
Seperti halnya bermain game, risiko besar yang berani diambil oleh para trader membuat mereka akan jauh lebih baik.
