Home > Basketball

Gugur Sebelum Opening Ceremony Asian Games 2026, David Singleton Akui Timnas Basket Indonesia Gagal

Diharapkan bawa pulang medali, Timnas Basket Putra Indonesia justru gugur dini di fase grup Asian Games 2026.
Image
Teguh Kurniawan Editor : Teguh Kurniawan
Pelatih Timnas Basket Putra Indonesia, David Singleton. Sumber:(Grafis: Skor.id)
Pelatih Timnas Basket Putra Indonesia, David Singleton. Sumber:(Grafis: Skor.id)

SKOR.id - Timnas Basket Putra Indonesia gagal total di Asian Games 2026. Berharap bisa bawa pulang medali, skuad asuhan David Singleton justru karam di fase grup.

Ya, pasukan Merah Putih tak mampu meraih satu kemenangan pun dalam tiga pertandingan Grup A cabor basket 5x5 putra Asian Games 2026.

Mereka tumbang beruntun oleh tuan rumah Jepang (53-98), Korea Selatan (48-102), dan terakhir Arab Saudi (89-100) pada Minggu (13/9/2026).

Alhasil, Yudha Saputera dan kawan-kawan terpuruk sebagai juru kunci, cuma mencatatkan tiga poin dari tiga laga.

Dibanding peserta keseluruhan, Timnas Basket Putra Indonesia juga dipastikan finis paling buncit alias peringkat ke-12.

Makin menyedihkan, mereka sudah angkat koper bahkan sebelum Asian Games 2026 resmi menghelat opening ceremony.

Baca Juga: Daftar Skuad dan Jadwal Timnas Basket Putra Indonesia di Asian Games 2026

Baca Juga: Indonesia Satu Grup dengan Jepang dan Korea di Basket Asian Games 2026

Pelatih Timnas Basket Putra Indonesia, David Singleton, mengaku sangat kecewa atas rapor anak asuhnya di Asian Games 2026.

Dia tahu, potensi Yudha Saputera dan kawan-kawan sebenarnya jauh lebih besar dari ini.

"Sayangnya, kami tidak bisa menunjukkan jati diri kami yang sesungguhnya sampai pertandingan terakhir melawan Arab Saudi," kata juru taktik asal Amerika Serikat tersebut.

"Ini bukanlah standar yang ingin kami tetapkan di level tim nasional. Kami akan mencari berbagai cara untuk melakukan perbaikan," dia menambahkan.

Coach Dave, begitu dia biasa disapa, tak menampik bahwa kiprah timnya di Jepang gagal total.

Namun, dia memastikan bahwa para pemain sudah berusaha memberikan yang terbaik, urung lempar handuk sebelum kesempatan benar-benar habis.

“Kami menilai hasil ini sebagai kegagalan. Kami yakin masih banyak potensi yang bisa kami tunjukkan, namun kami tidak mendapatkan proses adaptasi yang cukup cepat selama berada di Jepang," ujarnya.

"Hal yang ingin saya tekankan adalah tim kami tetap tampil dan berjuang hingga akhir. Kami ingin masyarakat Indonesia tahu bahwa kami tidak akan pernah menyerah," lanjut sang pelatih.

Pelatih Timnas Basket Putra Indonesia, David Singleton, kecewa pasukannya gagal berbicara banyak di Asian Games 2026. (Dok. Perbasi)
Pelatih Timnas Basket Putra Indonesia, David Singleton, kecewa pasukannya gagal berbicara banyak di Asian Games 2026. (Dok. Perbasi)

Menurut Coach Dave, ada banyak faktor yang menyebabkan performa Timnas Basket Putra Indonesia kurang maksimal. Satu yang paling berpengaruh adalah persiapan yang minim.

"Kami tidak mencari-cari alasan. Itu poin utamanya. Jika harus menjawab berdasarkan fakta, kami sebenarnya membutuhkan lebih banyak pengalaman bertanding dan waktu kebersamaan, terutama bagi tim Asian Games. Kami baru benar-benar bangkit dan menunjukkan kemampuan terbaik kami pada pertandingan ketiga," katanya.

Untuk pertama kali dalam sejarah partisipasi di Asian Games, Timnas Basket Putra Indonesia finis sebagai juru kunci secara keseluruhan.

Alarm bahaya, dan David Singleton paham bahwa butuh perubahan besar agar mereka bisa bangkit dan mulai berprestasi di masa depan.

"Kami harus mengevaluasi segalanya. Federasi memiliki harapan agar kami meraih kemenangan dan tampil lebih baik. Oleh karena itu, mulai dari pelatih, pemain, staf pendukung, hingga aspek organisasi dan penjadwalan, semuanya akan dievaluasi dan diperbaiki," kata sosok yang juga menangani Pelita Jaya Basketball tersebut.

"Kami sebenarnya tidak jauh dari pencapaian hasil yang lebih baik, namun kami harus bergerak dalam hal pengembangan dan peningkatan, tidak hanya di level senior, tetapi juga di tingkat akar rumput (baik bagi pemain maupun pelatih), demi generasi mendatang," dia memungkasi.

× Image