Home > Esports

Timnas Esports Indonesia Punya Sejumlah Tantangan Eksternal Jelang Asian Games 2026

Salah satu kendala yang menjadi perhatian adalah tidak tersedianya ruang latihan dan koneksi internet.
Image
Gangga Basudewa Editor : Gangga Basudewa
Kepala Pelatih Timnas Esports Indonesia, Richard Permana. (Grafis: Kevin Bagus Prinusa/Skor.id) Sumber:
Kepala Pelatih Timnas Esports Indonesia, Richard Permana. (Grafis: Kevin Bagus Prinusa/Skor.id) Sumber:

SKOR.id - Persiapan Timnas Esports Indonesia menuju Asian Games 2026 tidak hanya dihadapkan pada tantangan di dalam pertandingan.

Kepala Pelatih Timnas Esports Indonesia, Richard Permana, mengungkap sejumlah faktor eksternal yang berpotensi mengganggu persiapan para atlet saat berlaga di Aichi-Nagoya, Jepang.

Salah satu kendala yang menjadi perhatian adalah tidak tersedianya ruang latihan. Menurut Richard, kondisi tersebut terbilang tidak lazim karena dapat membatasi kesempatan para atlet untuk melakukan persiapan secara maksimal sebelum bertanding.

“Tidak ada ruangan latihan, maka kita tidak bisa latihan,” ujar Richard saat menjelaskan sejumlah kendala yang telah disampaikan kepada tim.

Baca Juga: Daftar Roster Lengkap Semua Tim MPL Indonesia Season 18

Baca Juga: MPL Indonesia Season 18: Hasil, Jadwal, Klasemen Lengkap

Selain fasilitas latihan, persoalan koneksi internet di hotel juga menjadi tantangan tersendiri. Richard menyebut pihaknya telah mendapatkan informasi bahwa kualitas internet di hotel tempat para atlet menginap kurang baik. Situasi tersebut membuat tim pelatih harus menyiapkan solusi alternatif agar kebutuhan latihan tetap dapat berjalan.

Keterbatasan waktu penggunaan fasilitas latihan juga menjadi persoalan. Richard menjelaskan, panitia hanya memberikan kesempatan latihan praktis selama dua jam pada awal pelaksanaan. Setelah sesi tersebut, tim tidak bisa kembali menggunakan fasilitas latihan pada hari berikutnya.

“Panitia memberikan jam praktis itu hanya dua jam di awal. Jadi besoknya boleh latihan lagi? Tidak boleh. Jadi hanya dua jam saja di awal,” jelasnya.

Berbagai kondisi tersebut membuat tim pelatih harus memutar otak untuk mencari metode latihan yang sesuai. Pengkondisian dilakukan sejak di Indonesia agar para atlet tidak kaget ketika menghadapi situasi serupa di Aichi-Nagoya.

Richard juga menyoroti tuntutan jadwal pertandingan yang diperkirakan cukup berat secara fisik dan mental. Para atlet dapat menjalani pertandingan sejak pukul 09.00 hingga sekitar 20.00, kemudian kembali bertanding pada pukul 09.00 keesokan harinya.

Karena itu, aspek psikologis dan fisiologis menjadi bagian penting dalam persiapan. Timnas Esports Indonesia mulai menyesuaikan rutinitas para atlet dengan kondisi waktu di lokasi pertandingan.

Salah satu caranya adalah menggeser pola aktivitas atlet. Para pemain akan dibiasakan bangun sekitar pukul 07.00 dan langsung siap menggunakan perangkat masing-masing untuk menjalani latihan.

Menurut Richard, simulasi tersebut diperlukan agar kondisi fisiologis atlet nantinya sedekat mungkin dengan situasi sebenarnya di Aichi-Nagoya. Dengan begitu, faktor eksternal seperti keterbatasan fasilitas, koneksi internet, hingga padatnya jadwal pertandingan diharapkan tidak menjadi gangguan besar bagi performa Timnas Esports Indonesia di Asian Games 2026.

× Image