Home > Other Sports

Atlet dan Klub Juara Berbagi Resep Sukses di Champions Stage Indonesia Sports Summit 2026

Perwakilan Persib, Persebaya, Bogor Hornbills, hingga Jakarta LavAni dan Jakarta Pertamina Enduro beberkan cara mereka menjadi yang terbaik di Indonesia.
Image
Teguh Kurniawan Editor : Teguh Kurniawan
Indonesia Sports Summit 2026 atau ISS 2026. Sumber:(Grafis: Deni Sulaeman/Skor.id)
Indonesia Sports Summit 2026 atau ISS 2026. Sumber:(Grafis: Deni Sulaeman/Skor.id)

SKOR.id - Sederet klub juara dari berbagai cabang olahraga tanah air diberi panggung pada gelaran Indonesia Sports Summit 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta, Minggu (13/9/2026).

Mereka adalah Persib Bandung selaku kampiun Super League 2025-2026, Persebaya Surabaya sang jawara Piala Presiden 2026, lalu Bogor Hornbills yang sukses meraih gelar IBL 2026.

Selain itu, ada pula duo klub voli, Jakarta LavAni dan Jakarta Pertamina Enduro, yang merupakan juara sektor putra dan putri Proliga 2026.

Mereka hadir di Champions Stage by INA Sports, salah satu forum di ISS 2026 yang membeberkan perjalanan atlet dan klub dalam meraih prestasi sekaligus membangun ekosistem olahraga yang berkelanjutan.

Baca Juga: Konsisten Bangun Ekosistem Olahraga Usia Dini, Penghargaan Sports Industry of The Year 2026 Diraih Djarum Foundation

Baca Juga: Lewat Indonesia Sports Summit 2026, Erick Thohir Dorong Agar Olahraga Dijadikan Investasi

Menyimak obrolan para narasumber, diketahui bahwa jalur menuju juara memang tidak mudah.

Dari sisi atlet, perjuangan jelang angkat trofi kerap diwarnai tekanan, cedera, hingga kemampuan bangkit dari titik terendah.

Setter andalan Jakarta Pertamina Enduro, Tisya Amallya, misalnya, mengaku sempat menghadapi keraguan publik pada awal musim.

Hasil kurang baik membuat timnya mendapat banyak kritik. Namun, evaluasi dan motivasi untuk kembali meraih gelar membuat mereka mampu bangkit hingga akhirnya menjadi juara.

Sementara, outside hitter Jakarta LavAni, Boy Arnez Arabi, bercerita tentang cedera yang dialaminya menjelang final.

Dukungan klub, keluarga, dan orang-orang terdekat membantunya menjalani perawatan hingga kembali tampil di pertandingan penting.

"Saya lebih memilih untuk menyimpan sendiri. Tapi dukungan dari klub, terutama dalam perawatan, dan doa teman-teman serta keluarga sangat membantu," kata Boy.

Adapun pebasket senior Bogor Hornbills, Daniel Wenas, mengaku sempat merasa tertekan pada awal musim ketika harus bersaing dengan pemain yang lebih muda dan enerjik.

Namun, dia memilih menjalankan peran sebagai mentor dengan membantu tim sesuai kebutuhan.

“Setiap atlet pasti pernah merasakan titik terendah, baik karena cedera maupun kesempatan bermain. Hal terpenting bagaimana kita bangkit dari itu,” kata Daniel.

Pesan yang ingin disampaikan oleh para atlet ini kepada generasi muda cukup jelas, yakni disiplin, menikmati proses, tidak berhenti berlatih, dan berani memiliki mimpi besar.

Pemain dan klub juara Indonesia berbagi pengalaman di Champions Stage by INA Sports dalam gelaran Indonesia Sports Summit 2026, 13 September 2026. (Foto: Teguh Kurniawan/Skor.id)
Pemain dan klub juara Indonesia berbagi pengalaman di Champions Stage by INA Sports dalam gelaran Indonesia Sports Summit 2026, 13 September 2026. (Foto: Teguh Kurniawan/Skor.id)

Mengelola klub

Sedangkan dari sisi klub, tantangannya berbeda. Mereka harus bisa membangun bisnis yang baik agar mampu bertahan sembari terus berprestasi.

Diversifikasi atau penganekaragaman sumber pendapatan menjadi sangat penting.

Ambil contoh Jakarta Pertamina Enduro. Meski mendapat dukungan dari ekosistem Pertamina, klub voli putri ini tetap membuka peluang kerja sama dengan mitra lain.

Pendapatan mereka juga datang dari tiket, sponsor, merchandise, serta keterlibatan suporter.

"Jadi alhamdulillah, dari sisi funding itu, sejauh ini kami bisa di-support di Pertamina, keluarga Pertamina, tetapi bukan berarti kita kemudian hanya memanfaatkan Pertamina," kata Wakil Chief de Mission Jakarta Pertamina Enduro, Rudi Ariffianto

"Kami tidak ingin berjuang untuk membesarkan klub ini dan juga olahraga ini sendirian. Kami terbuka dengan beberapa potensi dengan partnership," tambahnya.

Persib, di sisi lain, menilai seluruh sumber pendapatan penting, baik sponsorship maupun bisnis yang langsung menyasar konsumen atau business to consumer (B2C).

Besarnya basis suporter menjadi potensi yang perlu dioptimalkan untuk memperkuat klub.

"Bagi kami, ekosistem komersial itu salah satu hal paling penting yang bisa membuat klub itu sustainable. Kalau dikerucutkan lagi, ada banyak komponen komersial. Tapi kalau dibikin simpel, kita bicara ada B2B dan B2C, atau sponsorship dan non-sponsorship," ujar Deputi CEO Persib, Adhitia Putra Herawan.

"Manajemen kami percaya semua komponen revenue itu sangat-sangat penting. Tapi setiap komponen revenue itu punya ceiling-nya, punya atapnya. Terutama, mungkin kalau kita bicara tentang sponsorship,” dia menambahkan.

Sementara, Persebaya menempatkan kekuatan suporter sebagai salah satu modal utama.

Konsep fan equity menjadi bagian dari upaya klub mengubah loyalitas suporter menjadi kontribusi positif bagi keberlanjutan bisnis.

"Kami bersyukur Persebaya ini salah satu tim yang memang punya fanbase besar. Jadi itu jadi salah satu modal kami untuk memaksimalkan revenue dan harus kami akui bahwa kekuatan fans itu jadi yang utama," kata Direktur Operasional Persebaya, Candra Wahyudi.

“Kami di Persebaya mengenal istilahnya fan equity. Jadi bagaimana seorang fan itu bisa memberi dampak positif bagi klubnya secara bisnis dengan membeli tiket, merchandise, juga memaksimalkan bagaimana aktivasi-aktivasi sponsor. Dan saya kira belum banyak klub sepak bola di Indonesia yang bisa memaksimalkan itu," pungkasnya.

Pembahasan tersebut menunjukkan bahwa prestasi olahraga dan keberlanjutan bisnis saling berkaitan.

Trofi menjadi hasil di lapangan, sedangkan manajemen profesional, dukungan suporter, sponsor, dan diversifikasi pendapatan menjadi fondasi agar klub dapat terus berkembang.

Melalui ISS 2026, pembahasan mengenai olahraga pun tidak lagi sebatas kompetisi, tetapi juga mencakup bagaimana membangun industri olahraga yang mampu menciptakan nilai ekonomi dan bertahan dalam jangka panjang.

× Image