Home > World

Dukungan Penuh Arab Saudi kepada Presiden FIFA Gianni Infantino

Presiden FIFA, Gianni Infantino, mendapat dukungan penuh dari Arab Saudi.
Image
Thoriq Az Zuhri Yunus Editor : Thoriq Az Zuhri Yunus
Presiden FIFA, Gianni Infantino. (Grafis: Kevin Bagus Prinusa/Skor.id)  
Presiden FIFA, Gianni Infantino. (Grafis: Kevin Bagus Prinusa/Skor.id)

SKOR.id - Dukungan penuh Arab Saudi diberikan kepada Presiden FIFA, Gianni Infantino.

Dukungan ini hadir di tengah tekanan berbagai pihak kepada Infantino soal rencananya terkait FIFA Forward Enterprise yang kini sudah dibatalkan.

Pda 27 Agustus 2026 lalu, Federasi Sepak Bola Arab Saudi (SAFF) memberikan dukungan penuh mereka terhadap Infantino.

SAFF mengapresiasi FIFA yang mengakui melakukan kesalahan, meminta maaf, dan membatalkan proposal.

Baca Juga: Curang, Apakah Gelar Liga Inggris 2016-2017 Milik Chelsea Harus Diberikan kepada Spurs?

Baca Juga: MPL Indonesia Season 18: Hasil, Jadwal, Klasemen Lengkap

"Saat ini, SAFF mendukung upaya berkelanjutan Presiden FIFA Gianni Infantino dan kepemimpinan FIFA untuk memulihkan persatuan di seluruh keluarga sepak bola dan terus mengembangkan permainan ini untuk kepentingan semua," tulis pernyataan resmi mereka.

"Tiga edisi Piala Dunia FIFA terakhir telah menunjukkan apa yang dapat dicapai sepak bola ketika keluarga globalnya bekerja sama."

Arab Saudi memang salah satu partner penting FIFA saat ini.

Arab Saudi akan jadi tuan rumah Piala Dunia 2034 dan semakin aktif di persepak bolaan dunia akhir-akhir ini.

Dana Investasi Publik (PIF) Arab Saudi sebelumnya bermitra dengan FIFA untuk Piala Dunia Antarklub 2025.

Serta tak lupa kehadiran mereka di sepak bola Eropa dan Liga Arab Saudi yang terus berkembang.

Bahkan pada April 2026 lalu, Infantino melakukan pertemuan resmi di Jeddah dengan Putra Mahkota sekaligus Perdana Menteri Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman (MBS).

Dalam pertemuan ini, Infantino juga bertemu para pemangku kebijakan sepak bola di Arab Saudi.

"Kontribusi Presiden FIFA dalam mengembangkan permainan ini di seluruh dunia selama hampir satu dekade juga harus diakui," tulis SAFF.

Sumber: SAFF

× Image