Kontingen Indonesia Resmi Dilepas ke Asian Games 2026, Erick Thohir Ajak Atlet Beri Bukti dengan Raih Medali Emas

SKOR.id - Kontingen Indonesia untuk Asian Games 2026 resmi dilepas pada Rabu (9/9/2026). Acara pelepasan digelar di Istana Negara, Jakarta, dipimpin langsung Presiden RI, Prabowo Subianto.
Asian Games edisi ke-20 berlangsung di Jepang, atau juga bertajuk Aichi-Nagoya 2026. Ajang tersebut berlangsung pada 19 September 2026 (pembukaan) hingga 4 Oktober 2026 (penutupan).
Kontingen Indonesia untuk Asian Games 2026 berkekuatan 430 atlet dari 35 cabang olahraga (cabor). Prosesi pelepasan diikuti 281 atlet, sebab sudah ada yang berangkat lebih dulu ke Jepang untuk berlatih.
Acara pelepasan atlet Indonesia di Istana Negara juga dihadiri Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, Erick Thohir, yang lebih dulu jadi pembina dalam upacara pengukuhan Tim Indonesia.
Baca Juga: Super League 2026-2027: Jadwal, Hasil dan Klasemen
Baca Juga: Championship 2026-2027: Jadwal, Hasil dan Klasemen
Agenda menuju Aichi-Nagoya 2026 itu berlangsung di Wisma Serba Guna Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, pada hari yang sama. Dalam kesempatan itu, semangat para atlet pun dibakar.
Untuk memberikan yang terbaik, sebab kata Menpora Erick, Indonesia sudah banyak mengibarkan bendera Merah Putih di berbagai negara tuan rumah selama penyelenggaraan Asian Games.
“Kita mendapatkan 98 emas, ini tentu berkat para pendahulu yang memperjuangkan untuk kejayaan Indonesia, dan tentu sebagian yang hadir di sini. Namun kita belum pantas berpuas diri,” ucapnya.
Lebih lanjut ia menilai, torehan emas itu masih kurang banyak jika dibandingkan negara tetangga seperti Thailand yang sudah mengumpulkan 144 emas. Padahal dalam berbagai segi, Indonesia adalah yang terbesar di Asia Tenggara.
“Karena itu saya menantang semua yang hadir, termasuk diri saya, bisa tidak kita mempersiapkan dengan baik Asian Games ini. Bisa tidak kita mengibarkan bendera Merah Putih sebanyak-banyaknya di Asian Games ini,” Menpora Erick meneruskan.
Ia mengajak para atlet untuk membuktikan diri dengan meraih medali. Apalagi dalam perjalanan Asian Games 2026 yang tinggal menghitung hari, telah banyak perjuangan dilakukan para atlet.
“Yang belum merasa berpotensi medali, tantang diri Anda, Anda bisa (meraih medali). Yang berpotensi perunggu, tantang diri Anda untuk dapat perak. Yang potensi perak, tantang diri Anda, dapatkan emas. Yang potensi emas, jangan jemawa, persaingan sangat ketat,” Menpora Erick berpesan.
Menurutnya, banyak negara sekarang ini sudah mulai berinvestasi di bidang olahraga, khususnya olahraga prestasi. Karena itu Kemenpora terus melakukan introspeksi diri, mengubah pola pikir bersama sesuai arahan Presiden, bahwa olahraga adalah duta bangsa dan juga mencerminkan kedigdayaan bangsa.
“Karena itu Asian Games ini sebagai pantauan terdekat kami untuk menuju Olimpiade 2028 yang tidak lama lagi, tinggal dua tahun,” mantan Menteri BUMN RI itu menambahkan.
Dalam hal ini, Kemenpora RI juga mempersiapkan Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) berkesinambungan, mulai dari jangka pendek, menengah, panjang, yang dilakukan secara transparan dan memiliki indeks prestasi.
“Alhamdulillah, berkat dukungan Bapak Presiden, sekarang yang namanya Pelatnas itu kita sudah punya spesifikasi. Ada yang Olimpiade, Asian Games, SEA Games,” kata Menpora Erick.
“Tidak ada lagi Pelatnas yang hanya sebagai payung saja. Sekarang kita sudah ada indeks masing-masing cabor dan tentu para atletnya sendiri,” ia menambahkan dalam rilis resmi Kemenpora RI.
Pelatnas berkesinambungan ini merupakan terobosan dalam mendorong kebangkitan olahraga sebagaimana keinginan Presiden. Menpora Erick pun mengajak semua pihak yanh terlibat menyatukan komitmen untuk Asian Games 2026.
“Kita bulatkan tekad, kita adalah negara yang terbaik di Asia Tenggara. Kita patut merebut emas sebanyak-banyaknya dan kita bisa, kita bisa. Salam olahraga!,” ia memungkasi.
Pengukuhan Tim Indonesia juga dilakukan bersama Ketua Umum (Ketum) Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Raja Sapta Oktohari, dan hadir pula Wamenpora RI, Taufik Hidayat.
