Suara Terbelah, Dukungan ke Gianni Infantino Kembali Pimpin FIFA Tetap Solid

SKOR.id — Badai kritik boleh saja menerpa Gianni Infantino menjelang pemilihan Presiden FIFA 2027, tetapi singgasana orang nomor satu di sepak bola dunia itu tampaknya masih jauh dari kata goyah. Peta politik memang mengindikasikan adanya perpecahan suara di beberapa lini, namun fondasi dukungan bagi pria asal Swiss tersebut tetap mencengkeram kuat di berbagai belahan benua.
Gelombang tekanan ini bermula dari wacana pembentukan FIFA Football Fund Enterprise (FFE). Inisiatif tersebut memicu gelombang protes dari konfederasi seperti UEFA (Eropa), AFC (Asia), hingga CONCACAF (Amerika Utara dan Tengah) yang mempertanyakan transparansi serta proses pengambilan keputusannya.
Merespons tensi yang meninggi, Infantino bergerak cepat meredam gejolak dengan membatalkan proyek FFE. Langkah kompromis ini dinilai sebagai sinyal positif bahwa pimpinan FIFA masih mau membuka ruang dialog dan mendengarkan aspirasi anggota-anggotanya.
Pembatalan FFE terbukti ampuh menjaga basis dukungan utama Infantino. Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF), yang memegang salah satu blok suara terbesar dalam kongres, secara terbuka telah mengunci ikrar kesetiaan.
Baca Juga: Gianni Infantino Mantap Calonkan Diri Lagi Jadi Presiden FIFA
Baca Juga: Demi Ketertiban Menjamu Persib, Penonton El Clasico Indonesia di SUGBK Wajib Pakai Jersey Persija
Presiden CAF, Patrice Motsepe, mengonfirmasi bahwa 54 federasi anggota di kawasannya sepakat bulat mendukung Infantino untuk kembali memimpin periode 2027–2031 pada agenda kongres tahun depan di Maroko.
Sikap serupa terlihat di Amerika Selatan (CONMEBOL). Bicara kawasan Oseania, mereka menegaskan dukungannya terhadap Infantino. Meski Selandia Baru menarik dukungannya untuk pria asal Swiss tersebut.
Sistem pemilihan FIFA memegang prinsip one nation, one vote bagi seluruh 211 federasi anggota. Hal ini membuat konstelasi politik menjadi jauh lebih dinamis, karena suara sebuah konfederasi tidak serta-merta mencerminkan keputusan bulat seluruh anggotanya. Fenomena ini tampak jelas di Asia dan Amerika Utara.
Terkait negara anggota AFC, memang secara konfederasi mereka mengkritik keras Infantino bersama dengan UEFA dan CONCACAF. Tapi di lain pihak, banyak negara anggota AFC yang mengambil sikap sebaliknya.
Di antaranya negara-negara anggota AFF (ASEAN), termasuk Indonesia, yang sudah menegaskan bakal mendukung kembali pencalonan Infantino. Presiden AFF, Khiev Sameth, juga sudah menegaskan dukungan pihaknya untuk Infantino. Belum lagi negara-negara Arab seperti Qatar, Arab Saudi, hingga Lebanon.
Untuk Wilayah CONCACAF, meski induk organisasinya bersikap kritis, Federasi Sepak Bola Meksiko memilih secara independen untuk menyatakan dukungannya kepada Infantino.
Sekadar informasi, Kongres Pemilihan Presiden FIFA dijadwalkan berlangsung di Rabat, Maroko, pada 18 Maret 2027. Waktu yang tersisa memang masih cukup panjang untuk memunculkan kejutan politik baru. Hingga saat ini pun belum ada kandidat lain yang secara resmi mencalonkan diri menjadi pesaing Infantino di pemilihan tersebut.
