Kisah Menarik di Balik Debut Cicit Benito Mussolini bersama Lazio di Serie A

SKOR.id - Romano Floriani Mussolini akhirnya mencatatkan debutnya bersama Lazio di Serie A. Menariknya, momen bersejarah bagi bek berusia 23 tahun itu berlangsung di stadion yang memiliki kaitan erat dengan sejarah keluarganya.
Floriani Mussolini tampil dalam pertandingan pembuka Serie A saat Lazio bertandang ke markas Bologna di Stadio Renato Dall’Ara, Minggu. Ia masuk dari bangku cadangan setelah Adam Marusic mengalami cedera pada menit ke-19.
Tidak butuh waktu lama bagi Floriani untuk merasakan kerasnya pertandingan. Hanya tiga menit setelah masuk lapangan, ia mendapat kartu kuning karena dianggap melakukan tindakan tidak sportif.
Meski demikian, Floriani mampu bertahan hingga pertandingan berakhir dan ikut membantu Lazio mengamankan kemenangan 1-0 atas Bologna.
Baca Juga: Jumpa Bayern Munchen di Liga Champions, Manchester United Dihantui Catatan Buruk
Baca Juga: Update Bursa Transfer Liga Italia 2026-2027
Debut tersebut menjadi penampilan pertama Floriani bersama tim senior Lazio setelah ia bergabung dengan akademi klub tersebut pada 2016, ketika masih berusia 13 tahun.
Namun, ada cerita lain yang membuat debut Floriani terasa spesial.
Ia menjalani pertandingan pertamanya bersama Lazio di Stadio Renato Dall’Ara, stadion yang memiliki hubungan dengan Benito Mussolini, kakek buyutnya.
Stadion yang kini menjadi markas Bologna tersebut dibangun pada akhir 1920-an dan diresmikan pada 1927. Mussolini disebut terlibat dalam pembangunan serta peresmian stadion tersebut. Saat proses pembangunan berlangsung, ia bahkan datang dengan menunggang kuda untuk meletakkan batu pertama.
Dengan demikian, hampir satu abad setelah Mussolini terlibat dalam sejarah stadion tersebut, cicitnya justru menjalani debut Serie A di tempat yang sama sebagai seorang pesepak bola.
Kisah Floriani memang tidak terlepas dari nama besar keluarganya. Benito Mussolini merupakan diktator fasis Italia yang memimpin negara tersebut pada era 1920-an hingga akhirnya digulingkan pada 1943. Ia kemudian dieksekusi pada 1945.
Hubungan keluarga tersebut beberapa kali ikut menjadi sorotan dalam perjalanan karier Floriani. Namun, sang pemain berusaha menempatkan sepak bola sebagai fokus utama.
Sebelum mendapatkan kesempatan bersama Lazio, Floriani menghabiskan beberapa musim dengan status pinjaman. Ia pernah memperkuat Pescara, Juve Stabia, hingga Cremonese.
Menariknya bagi publik Indonesia, Floriani juga memiliki kenangan bersama salah satu pemain yang memiliki darah Indonesia, Emil Audero Mulyadi.
Floriani dan Emil Audero merupakan rekan setim di Cremonese pada musim lalu. Saat itu, Emil Audero memperkuat Cremonese sebagai penjaga gawang, sementara Floriani menjadi salah satu pemain yang memperkuat lini belakang klub tersebut.
Pengalaman bersama Cremonese menjadi bagian dari proses Floriani sebelum akhirnya kembali ke Lazio dan mendapatkan kesempatan tampil di Serie A bersama klub yang membesarkannya.
Kini, Floriani telah membuka lembaran baru dalam kariernya. Debutnya bersama Lazio bukan hanya menjadi penanda penampilan ke-99 di level senior klub, tetapi juga berlangsung di stadion yang memiliki kaitan historis dengan keluarganya.
Sumber: TalkSport
