Home > National

Lima Talenta PFA Dipanggil Seleksi Timnas U-16 Indonesia, Bakat Muda Papua Siap Unjuk Kemampuan

Lima siswa PFA Batch 3 kelahiran 2011 mendapatkan kesempatan mengikuti seleksi Timnas U-16 Indonesia.
Image
Muhamad Rais Adnan Editor : Muhamad Rais Adnan
Salah satu siswa PFA, Alfa Christiano Sawaki, yang dipanggil seleksi Timnas U-16 Indonesia. (Foto: Media PFA/Grafis: Skor.id) 
Salah satu siswa PFA, Alfa Christiano Sawaki, yang dipanggil seleksi Timnas U-16 Indonesia. (Foto: Media PFA/Grafis: Skor.id)

SKOR.id - Papua Football Academy (PFA) kembali mengirimkan wakilnya ke jalur pembinaan Tim Nasional Indonesia. Lima siswa PFA Batch 3 kelahiran 2011 mendapat kesempatan mengikuti seleksi Timnas U-16 Indonesia (Garuda United).

Kelima pemain tersebut adalah Alfa Christiano Sawaki, Daniel Febrianto, Dicky Carthensz Marani, Jasshen Janneiro Sokoy, dan Lionel Messi Yunus Taime. Mereka dijadwalkan mengikuti seleksi sekaligus pemusatan latihan di Training Centre IKN, Kalimantan, pada 21–27 Agustus 2026.

Pemanggilan ini menjadi bagian dari persiapan jangka panjang Garuda United. Timnas U-16 tengah diproyeksikan menghadapi sejumlah agenda, mulai dari Elite Pro Academy U-18 musim 2026-2027 hingga rangkaian persiapan menuju Kualifikasi Piala Asia U-17 2028, Piala Asia U-17 2028, dan Piala Dunia U-17 2028.

Bagi PFA, masuknya lima pemain ke dalam radar Timnas U-16 memperlihatkan bahwa pembinaan talenta muda Papua terus menghasilkan pemain yang mampu bersaing dalam proses seleksi di level nasional.

Baca Juga: Update Bursa Transfer Super League Menuju Musim 2026-2027

Baca Juga: Shin Tae-yong Ungkap Level Permainan Terkini Persija

Direktur & Executive Vice President Sustainable Development PT Freeport Indonesia, Claus Wamafma, menilai perkembangan para pemain tidak hanya terlihat dari kemampuan mereka di lapangan.

“Kami yakin memasuki tahun kelima berdirinya PFA, akademi terus menunjukkan kiprahnya dalam mendidik dan membina para talenta muda ini sehingga memenuhi kriteria seleksi timnas, baik dari usia 16-18 tahun. Para talenta muda ini bukan hanya cakap secara skill dan teknik namun dari sisi mindset dan karakter mereka terus bertumbuh dan berkembang hingga menjadi pribadi yang unggul,” kata Claus.

Ia berharap konsistensi tersebut dapat membuat PFA terus menjadi salah satu sumber talenta untuk Timnas Indonesia sekaligus membuka lebih banyak jalan bagi pesepak bola muda dari Papua.

Kesempatan yang didapat lima pemain tersebut juga menjadi bentuk apresiasi terhadap proses pembinaan PFA yang mencakup berbagai aspek. Selain teknik dan taktik, akademi turut memberikan perhatian terhadap kondisi fisik, pendidikan, serta pembentukan karakter pemain.

Direktur Akademi PFA, Wolfgang Pikal, menyambut pemanggilan tersebut sebagai kesempatan penting bagi kelima anak didiknya untuk menunjukkan kemampuan di lingkungan sepak bola nasional.

“Saya bangga Tim Nasional U-16 mengundang lima pemain PFA kelahiran 2011 untuk mengikuti seleksi. Tim scouting U-16 tentu memiliki keahlian dan kompetensi untuk melihat potensi pemain-pemain PFA. Ini juga menjadi bukti dari kerja keras dan efektivitas para pelatih serta staf PFA selama empat tahun terakhir,” ujar Wolfgang Pikal.

Bagi kelima pemain, agenda di IKN bukan sekadar kesempatan mengenakan atribut Timnas dalam sesi latihan. Proses tersebut menjadi ruang untuk menguji kemampuan, beradaptasi dengan standar pembinaan yang lebih tinggi, sekaligus mendapatkan pengalaman menghadapi pemain-pemain terbaik dari berbagai daerah.

PFA pun memastikan perjalanan pembinaan para pemain Papua akan terus dilanjutkan. Akademi ingin para talenta muda yang dibina memiliki jalur yang jelas untuk berkembang hingga mampu bersaing di level tertinggi.

“PFA baru memasuki tahun keempat dan kami akan terus bekerja keras untuk mengembangkan anak-anak Papua dalam perjalanan mereka menuju level tertinggi. Semoga lima pemain PFA yang dipanggil dapat memberikan yang terbaik. Dari Tanah Papua untuk Indonesia,” ucap Pikal.

× Image