Home > World

Alasan Laga Persib vs Manila Digger Tak Boleh Dihadiri Penonton

Tertutup, laga Persib melawan Manila Digger di playoff ACL Two tak boleh dihadiri penonton.
Image
Thoriq Az Zuhri Yunus Editor : Thoriq Az Zuhri Yunus
Tertutup, laga Persib melawan Manila Digger di playoff ACL Two tak boleh dihadiri penonton. (Grafis Skor.id)
Tertutup, laga Persib melawan Manila Digger di playoff ACL Two tak boleh dihadiri penonton. (Grafis Skor.id)

SKOR.id - Mengapa laga Persib vs Manila Digger tak boleh dihadiri penonton?

Laga playoff ACL Two 2026-2027 ini akan dihelat di GBLA, 31 Agustus 2026 pukul 19.00 WIB.

Meski begitu, Bobotoh tak bisa hadir langsung menyaksikan tim kebanggaan mereka bermain.

Hal ini karena hukuman yang diberikan AFC kepada Persib Bandung terkait laga lawan Ratchaburi di eg kedua babak 16 besar AFC Champions League Two 2025-2026 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Bandung, 18 Februari 2026.

Baca Juga: MPL Indonesia Season 18: Hasil, Jadwal, Klasemen Lengkap

Baca Juga: Undian Babak Grup AFC Challenge League: Borneo FC di Grup D, Persib Berpeluang Gabung Grup Ini

AFC mencatat sejumlah insiden yang terjadi dalam pertandingan Persib kontra Ratchaburi. Penonton yang disebut sebagai pendukung Persib menyalakan berbagai benda pembakar, termasuk kembang api dan flare, dalam beberapa kesempatan selama pertandingan.

Mereka juga melemparkan berbagai benda ke area lapangan sepanjang pertandingan. Benda-benda yang dilempar antara lain potongan kursi stadion, botol plastik, kantong plastik berisi cairan, gelas plastik, sampah plastik hingga puing-puing lainnya.

Selain itu, sejumlah bagian kursi stadion dan papan iklan dilaporkan mengalami kerusakan. AFC juga mencatat adanya tindakan kekerasan fisik serta ucapan kasar dan penghinaan yang ditujukan kepada tim lawan maupun ofisial pertandingan.

Dalam keputusan tersebut disebutkan pula adanya tuduhan dari penonton bahwa pihak lawan dan ofisial pertandingan merupakan “bagian dari mafia” serta telah dibayar untuk memengaruhi hasil pertandingan.

Situasi kemudian semakin tidak terkendali setelah pertandingan. Sejumlah individu masuk ke lapangan permainan dan area di sekitar lapangan.

AFC menilai Persib juga gagal memenuhi kewajibannya dalam menerapkan standar keselamatan pertandingan. Klub dianggap tidak menjalankan seluruh langkah pencegahan yang diperlukan sebelum maupun selama pertandingan serta tidak mampu memastikan ketertiban dan keamanan tetap terjaga di dalam maupun sekitar stadion.

Masalah lainnya berkaitan dengan akses publik. AFC menyatakan Persib gagal memastikan jalur akses umum, koridor, tangga, pintu, gerbang, dan jalur keluar darurat tetap bebas dari hambatan.

Jalur-jalur tersebut disebut terhalang oleh penonton yang memenuhi atau memblokir area akses dan tangga selama pertandingan sehingga berpotensi mengganggu pergerakan serta keselamatan penonton.

Atas pelanggaran tersebut, Persib diwajibkan membayar denda total USD200.000 atau sekitar Rp3,5 miliar. Pembayaran harus dilakukan maksimal 30 hari sejak keputusan disampaikan kepada klub.

Selain denda, AFC menjatuhkan hukuman penutupan penuh stadion untuk dua pertandingan kandang Persib berikutnya di kompetisi antarklub putra AFC yang dimainkan di wilayah Indonesia.

Namun, ada perbedaan status untuk kedua pertandingan tersebut.

Sanksi penutupan stadion untuk pertandingan pertama tetap berlaku. Artinya, saat Persib menjamu Manila Digger dalam play-off ACL Two, 31 Agustus nanti, tidak bisa dihadiri penonton.

Sementara hukuman penutupan stadion pada pertandingan kedua ditangguhkan selama masa percobaan dua tahun.

Dengan demikian, apabila Persib kembali melakukan pelanggaran dengan sifat serupa dalam periode dua tahun tersebut, penangguhan akan otomatis dicabut. Sanksi penutupan stadion untuk pertandingan kedua kemudian diberlakukan, di luar hukuman tambahan yang dapat dijatuhkan akibat pelanggaran baru.

Banding yang dilakukan Persib juga tak membuahkan hasil, membuat mereka harus menjalani laga lawan Manila Digger tanpa penonton.

Sumber: AFC

× Image