Home > Basketball

Tjetjep Firmansyah Meninggal Dunia, Basket Indonesia Kehilangan Sosok Pelatih Legendaris

Tjetjep Firmansyah adalah pelatih yang telah mengukir banyak prestasi di bola basket Indonesia.
Image
Muhamad Rais Adnan Editor : Muhamad Rais Adnan
Pelatih legendaris bola basket Indonesia, Tjetjep Firmansyah, wafat pada Sabtu (15/8/2026). (Foto: Dok. Tjetjep Firmansyah/Grafis: Kevin Bagus Prinusa/Skor.id)
Pelatih legendaris bola basket Indonesia, Tjetjep Firmansyah, wafat pada Sabtu (15/8/2026). (Foto: Dok. Tjetjep Firmansyah/Grafis: Kevin Bagus Prinusa/Skor.id)

SKOR.id – Kabar duka datang dari dunia basket Indonesia. Tjetjep Firmansyah, salah satu sosok penting dalam perjalanan bola basket nasional, meninggal dunia pada Sabtu (15/8/2026).

Kepergian Tjetjep meninggalkan jejak panjang. Ia bukan hanya dikenal sebagai mantan pemain, tetapi juga sebagai pelatih yang menorehkan prestasi di kompetisi profesional hingga dipercaya menangani Tim Nasional Basket Indonesia.

Karier Tjetjep sebagai pemain memang tidak sepanjang perjalanan kepelatihannya. Ia tercatat pernah memperkuat Mitra Guntur dan Indonesia Muda Jakarta. Namanya ketika itu belum sebesar dua saudaranya, Bambang Hermansyah dan Ali Budimansyah, yang lebih dulu mencuri perhatian sebagai pemain nasional.

Namun, Tjetjep menemukan panggung terbaiknya di dunia kepelatihan.

Kemampuannya meracik tim membuat Tjetjep mendapat kepercayaan untuk menangani sejumlah klub papan atas sekaligus Timnas Indonesia. Salah satu momen penting dalam kariernya adalah ketika ia dipercaya memimpin Timnas Basket Putra Indonesia di SEA Games Myanmar 2013.

Sebelumnya, Tjetjep juga pernah membawa Timnas Indonesia meraih medali perunggu pada SEA Games Brunei Darussalam. Prestasi tersebut kemudian berlanjut dengan pencapaian yang lebih tinggi.

Bersama timnas putra, Tjetjep turut menjadi bagian dari sejarah ketika Indonesia merebut medali perak SEA Games Kuala Lumpur 2001. Torehan tersebut menjadi salah satu pencapaian penting basket putra Indonesia di ajang multievent Asia Tenggara.

Di level klub, nama Tjetjep semakin lekat dengan kesuksesan Aspac Jakarta. Setelah mendapat kepercayaan dari Irawan Haryono untuk menangani tim tersebut, ia berhasil membawa Aspac menjadi kekuatan utama dalam kompetisi basket nasional.

Empat gelar berhasil dipersembahkan Tjetjep untuk Aspac. Dua di antaranya diraih di ajang Kobatama pada musim 2000-2001 dan 2002-2003. Sementara dua gelar lainnya datang dari IBL pada musim 2003-2004 dan 2005-2006.

Pencapaian tersebut menempatkan Tjetjep sebagai salah satu pelatih yang memiliki peran besar dalam perkembangan basket profesional Indonesia.

Setelah perjalanan panjang bersama Aspac, Tjetjep kemudian melanjutkan kariernya dengan menangani Garuda Bandung pada 2014.

Kepergian Tjetjep Firmansyah pun menjadi kehilangan besar bagi keluarga besar bola basket Indonesia. Warisan yang ditinggalkannya tidak sekadar deretan gelar, tetapi juga kontribusi panjang dalam membangun prestasi basket nasional, baik melalui klub maupun Timnas Indonesia.

Selamat jalan, Coach Tjetjep Firmansyah. Jejak dan dedikasinya akan selalu menjadi bagian dari sejarah bola basket Indonesia.

Sumber: Iblindonesia.com

× Image