Javlon Guseynov Bicara soal Tanggung Jawab Besar Jadi Kapten Persita Tangerang

SKOR.id – Javlon Guseynov memasuki musim keempatnya bersama Persita dengan peran yang berbeda. Bek asal Uzbekistan tersebut kini dipercaya menjadi kapten baru Pendekar Cisadane untuk mengarungi Super League 2026-2027.
Javlon menggantikan Muhammad Toha yang memilih melanjutkan karier bersama DPMM FC di Brunei. Kepercayaan tersebut tidak sekadar membuatnya mengenakan ban kapten, tetapi juga membawa tanggung jawab lebih besar untuk memimpin rekan-rekannya di dalam dan luar lapangan.
Di tengah persiapan menuju musim baru, Javlon Guseynov melihat Persita berada di jalur yang tepat. Tim saat ini menjalani pemusatan latihan di Yogyakarta dan telah melakoni sejumlah pertandingan uji coba menghadapi sesama klub peserta Super League.
Menurut Guseynov, rangkaian persiapan tersebut mulai membentuk Persita menjadi tim yang semakin solid.
Baca Juga: Piala AFF 2026: Jadwal, Hasil dan Klasemen Lengkap
Baca Juga: Ikuti Turnamen di Malaysia, Persik Kediri Bawa Misi Besar
“Menurut saya, persiapan kami berjalan dengan baik. Kami telah berlatih keras, baik secara fisik maupun taktik, dan yang terpenting adalah tim ini semakin akrab dan solid dari hari ke hari. Masih ada hal-hal yang perlu diperbaiki, namun menurut saya kami berada di jalur yang tepat,” ujar Guseynov.
Pertandingan uji coba juga menjadi bagian penting dalam proses tersebut. Bagi Guseynov, laga-laga tersebut bukan sekadar kesempatan untuk mengejar kemenangan, melainkan sarana bagi tim untuk mengetahui sejauh mana perkembangan yang telah dicapai.
“Pertandingan persahabatan yang kami jalani tentu sangat bermanfaat bagi tim. Pertandingan tersebut memberi kami kesempatan untuk menguji berbagai taktik, memahami apa yang perlu diperbaiki, serta memberikan waktu bagi para pemain baru untuk beradaptasi,” katanya.
Karena itu, Guseynov tidak terlalu mempersoalkan hasil akhir dari pertandingan selama masa pramusim.
“Hasil pertandingan bukanlah hal terpenting dalam masa persiapan, yang terpenting adalah kami belajar dan berkembang menjadi tim yang lebih baik,” ungkapnya.
Bukan Sekadar Ban Kapten
Memasuki usia 35 tahun, pengalaman Guseynov menjadi modal penting ketika dirinya dipercaya memimpin ruang ganti Persita. Status kapten membuatnya memiliki tugas tambahan untuk menjaga kekompakan tim, terlebih Persita juga kedatangan sejumlah pemain baru pada awal musim ini.
“Bagi saya, menjadi kapten bukan sekadar mengenakan ban kapten. Ini tentang memikul tanggung jawab, menjadi teladan, serta mendukung rekan-rekan setim, baik di dalam maupun di luar lapangan. Saya berusaha berkomunikasi dengan para pemain, menjaga fokus semua orang, dan memastikan kami tetap bersatu, terutama di saat-saat sulit,” tegasnya.
Peran tersebut menjadi semakin penting karena Persita harus menyatukan pemain-pemain lama dengan wajah baru sebelum kompetisi dimulai. Namun, Guseynov optimistis proses adaptasi tidak akan menjadi persoalan besar.
Menurutnya, budaya kekeluargaan yang sudah melekat di Persita menjadi salah satu kekuatan tim dalam menyambut para pemain anyar.
“Kami berupaya membuat mereka merasa menjadi bagian dari tim sejak hari pertama. Para pemain lama membantu mereka dalam hal komunikasi atau sekadar membantu mereka agar merasa nyaman berada di dalam tim,” tuturnya.
Dia menilai suasana positif di dalam tim akan menjadi modal penting untuk menghadapi perjalanan panjang musim 2026-2027.
“Menurut saya, hal terpenting adalah terciptanya suasana yang positif dan pemahaman bersama bahwa kami semua berjuang demi tujuan yang sama,” pungkasnya.
Sumber: Persitafc.com
